Menu

Mode Gelap
Universitas Nusa Mandiri Raih Klasterisasi Utama: Pengakuan atas Kinerja Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UNM Beri Penghargaan Inovasi Pada Mahasiswa dan Alumni Berprestasi UNM Terima Penghargaan Apresiasi Penggabungan Perguruan Tinggi Tahun 2021 Manfaat Teknologi Untuk Ketahui Kepribadian dan Kecerdasan Pada Anak Sarah, Mahasiswa UNM yang Aktif Kuliah Sambil Berbisnis UNM Gelar Pembekalan Internal Program Kampus Mengajar Angkatan 3 Tahun 2022

Opini

Ngoding Buat Apa? Bikin Riset yang Berdampak!

badge-check


Ngoding Buat Apa? Bikin Riset yang Berdampak! Perbesar

NusamandiriNews–Di tengah maraknya pemberitaan tentang kecanggihan teknologi visual, mulai dari analisis citra medis hingga pemantauan lingkungan berbasis kamera, publik sering hanya melihat hasil akhirnya: sistem yang terlihat pintar dan inovatif. Padahal, di balik semua itu, ada proses ilmiah yang panjang dan serius. Salah satu fondasi utamanya adalah image processing.

Sebagai Ketua Program Studi Informatika di Universitas Nusa Mandiri (UNM) yang dikenal sebagai Kampus Digital Bisnis, saya melihat image processing bukan sekadar materi teknis di ruang kelas. Ia adalah jembatan nyata antara dunia akademik dan kebutuhan sosial. Melalui pengolahan citra, mahasiswa tidak hanya belajar algoritma, tetapi juga memahami bagaimana teknologi dapat digunakan untuk menjawab persoalan riil di masyarakat.

Baca juga:Siap Garap S3 Informatika, UNM Gandeng UNPAM Perkuat Riset dan Inovasi Digital

Bikin Riset yang Berdampak!

Image processing memungkinkan data visual dianalisis secara objektif dan efisien. Di bidang kesehatan, misalnya, ia membantu membaca pola pada citra medis untuk mendukung diagnosis. Dalam konteks lingkungan, teknologi ini dapat digunakan untuk memantau kualitas udara, perubahan lahan, hingga potensi bencana. Semua itu berangkat dari kemampuan dasar: mengolah citra menjadi informasi bermakna.

Bagi mahasiswa Informatika, keterlibatan dalam riset berbasis image processing adalah pengalaman akademik yang sangat berharga. Mereka tidak lagi sekadar mengerjakan tugas demi nilai, tetapi terlibat dalam proses pencarian solusi. Mahasiswa belajar bahwa baris kode yang mereka tulis bisa berdampak langsung pada kehidupan orang lain. Di titik ini, Informatika berhenti menjadi ilmu yang abstrak dan berubah menjadi alat pengabdian.

Di Universitas Nusa Mandiri sebagai Kampus Digital Bisnis, kami mendorong riset yang tidak berhenti di jurnal atau laporan akhir. Riset harus hidup, relevan, dan menyentuh persoalan nyata. Fakultas Teknologi Informasi mengarahkan mahasiswa untuk berpikir kritis dan solutif, teknologi apa yang bisa dikembangkan, masalah sosial apa yang bisa diselesaikan, dan bagaimana ilmu di kelas bisa diterjemahkan menjadi inovasi.

Riset berbasis image processing juga membentuk cara berpikir mahasiswa secara lebih utuh. Mereka belajar membaca data, menganalisis konteks, dan mengambil keputusan berbasis bukti. Ini adalah kompetensi penting di era digital, ketika hampir semua sektor bisnis, kesehatan, pendidikan, hingga pemerintahan, bergantung pada data visual.

Baca juga:Dosen UNM Turun ke Masyarakat! Inovasi BESTARI Saintek 2026 Siap Berdampak Nyata

Pada akhirnya, image processing bukan hanya tentang teknologi, tetapi tentang makna. Ia menjadi jembatan antara kampus dan masyarakat, antara teori dan praktik, antara ilmu dan dampak. Mahasiswa Informatika tidak cukup hanya mahir secara teknis. Mereka harus mampu bertanya: teknologi ini untuk siapa, dan untuk apa?

Jika riset tidak memberi manfaat sosial, maka ia kehilangan relevansinya. Dan jika teknologi tidak menyentuh persoalan nyata, maka ia hanya menjadi simbol kecanggihan tanpa makna. Inilah yang ingin kami bangun di Universitas Nusa Mandiri, pendidikan Informatika yang bukan hanya pintar secara akademik, tetapi juga berguna secara sosial.

Penulis: Arfhan Prasetyo, Ketua Program Studi Informatika Universitas Nusa Mandiri

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kuliah untuk Diisi atau Digali?

9 Februari 2026 - 12:20 WIB

Arah Dasar Pendidikan Tinggi

Kenapa Kita Lebih Mudah Percaya Hoaks daripada Fakta?

6 Februari 2026 - 12:49 WIB

Percaya Hoaks daripada Fakta?

Masih Cari Buku dengan Cara Lama? OPAC Bukan Pajangan Digital

5 Februari 2026 - 08:55 WIB

OPAC Bukan Pajangan Digital

Ide Bisnis Mahasiswa Banyak, yang Jalan Kok Sedikit?

5 Februari 2026 - 08:41 WIB

Ide Bisnis Mahasiswa Banyak

Literasi Kita Tinggi, Membaca Kita Rendah

31 Januari 2026 - 09:44 WIB

Literasi Kita Tinggi
Sedang Tren di Opini