NusamandiriNews, Jakarta – Keterlibatan mahasiswa dalam riset strategis nasional kembali dibuktikan oleh Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis. Mahasiswa Program Studi Sains Data UNM terlibat langsung dalam proyek penelitian Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bertajuk Pengembangan Model Artificial Intelligence dan Generative AI untuk Optimasi Dekomisioning Reaktor Riset Indonesia Menggunakan Simulasi Monte Carlo pada HPC BRIN.
Riset tersebut berada di bawah Pusat Riset Teknologi Bahan Nuklir dan Limbah Radioaktif BRIN yang fokus pada pengelolaan dan optimalisasi proses dekomisioning reaktor riset secara aman, presisi, dan efisien.
Mahasiswa Prodi Sains Data UNM Tembus Riset Nuklir BRIN
Dekomisioning reaktor riset merupakan proses kompleks yang memerlukan perhitungan tingkat tinggi untuk menjamin keselamatan, efisiensi biaya, serta pengelolaan limbah radioaktif. Dalam proyek ini, pendekatan Artificial Intelligence (AI) dan Generative AI dikombinasikan dengan simulasi Monte Carlo yang dijalankan menggunakan infrastruktur High Performance Computing (HPC) BRIN.
Mahasiswa program studi (prodi) Sains Data Universitas Nusa Mandiri berperan dalam pengembangan model analitik berbasis data guna meningkatkan akurasi simulasi sekaligus efisiensi komputasi.
Ketua Program Studi Sains Data UNM, Tati Mardiana, menegaskan bahwa keterlibatan ini menunjukkan kesiapan kompetensi mahasiswa di bidang AI dan komputasi canggih.
“Sebagai Kampus Digital Bisnis, kami mendorong mahasiswa tidak hanya memahami teori machine learning dan artificial intelligence, tetapi juga mengaplikasikannya dalam riset strategis nasional. Kolaborasi dengan BRIN ini membuktikan bahwa mahasiswa Sains Data UNM mampu berkontribusi pada penelitian berteknologi tinggi,” jelasnya dalam rilis yagn diterima, Rabu (4/3).
Menurutnya, sinergi dengan lembaga riset nasional menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pembelajaran berbasis riset. Mahasiswa mendapatkan pengalaman langsung mengembangkan model AI yang dijalankan pada sistem komputasi berperforma tinggi.
Peneliti BRIN, Sumarbagiono, menjelaskan bahwa pendekatan AI membuka peluang baru dalam optimalisasi proses dekomisioning reaktor.
“Simulasi Monte Carlo membutuhkan komputasi intensif. Dengan dukungan AI dan HPC, proses optimasi dapat dilakukan lebih efisien dan akurat. Kolaborasi dengan mahasiswa Sains Data menghadirkan perspektif baru dalam pengembangan model yang adaptif,” ujarnya.
Sementara itu, peneliti BRIN lainnya, Zico Putra Pratama, menambahkan bahwa pengembangan Generative AI membantu eksplorasi skenario perhitungan yang lebih variatif.
“Generative AI memungkinkan sistem menghasilkan berbagai kemungkinan skenario dekomisioning untuk dianalisis secara komprehensif. Ini mempercepat evaluasi dan meningkatkan kualitas pengambilan keputusan,” katanya.
Keterlibatan mahasiswa dalam proyek ini memperkuat posisi Universitas Nusa Mandiri sebagai Kampus Digital Bisnis yang aktif berkontribusi dalam riset nasional berbasis AI, big data, dan high performance computing.
Bagi generasi muda yang ingin mendalami Artificial Intelligence, Data Science, dan riset teknologi tingkat lanjut, Prodi Sains Data UNM membuka pendaftaran mahasiswa baru melalui laman resmi https://pmb.nusamandiri.ac.id.










