NusamandiriNews, Jakarta – Di tengah pesatnya perkembangan pemasaran digital, TikTok kini tidak lagi sekadar menjadi platform hiburan, melainkan telah menjelma menjadi salah satu kanal pemasaran paling berpengaruh dalam membentuk keputusan pembelian konsumen.
Fenomena tersebut menjadi fokus penelitian yang dilakukan oleh Hamzah Ali Abdullah, mahasiswa Program Studi (prodi) Bisnis Digital Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis, bersama dosen pembimbing Luky Fabrianto, dalam studi mengenai pengaruh iklan TikTok dan perilaku konsumen terhadap keputusan pembelian pada layanan terapi mata Sari Kusuma 99.
Baca juga:Prodi Bisnis Digital UNM Submit 10 Proposal Nasional, Bidik Pendanaan P2MW dan PKM 2026
Riset Mahasiswa UNM
Hasil penelitian menunjukkan bahwa iklan TikTok memiliki pengaruh signifikan dalam menarik minat konsumen, terutama melalui kekuatan visual, kreativitas konten, serta kemudahan distribusi informasi yang mampu menjangkau audiens luas dalam waktu singkat.
Namun demikian, penelitian tersebut menegaskan bahwa iklan bukan satu-satunya faktor penentu keputusan pembelian. Faktor yang paling dominan justru berasal dari perilaku konsumen, seperti kebutuhan pribadi, tingkat kepercayaan, pengalaman sebelumnya, hingga pertimbangan sosial.
Hamzah Ali Abdullah menjelaskan bahwa penelitian ini membuktikan pentingnya memahami psikologi konsumen dalam strategi digital marketing.
“TikTok memang sangat efektif menarik perhatian audiens, tetapi keputusan membeli tetap bergantung pada bagaimana konsumen merasa yakin, percaya, dan benar-benar membutuhkan produk atau layanan tersebut,” ujar Hamzah.
Ia menambahkan, pelaku usaha perlu menyadari bahwa viralitas konten saja tidak cukup untuk menciptakan konversi penjualan.
“Konten yang menarik harus dibarengi pemahaman terhadap kebutuhan konsumen agar strategi pemasaran benar-benar berdampak pada penjualan,” tambahnya.
Sementara itu, dosen pembimbing penelitian, Luky Fabrianto, menilai temuan ini relevan dengan dinamika pemasaran modern yang semakin menekankan pendekatan berbasis data dan perilaku konsumen.
“Penelitian ini menunjukkan bahwa pemasaran digital yang efektif bukan hanya soal exposure atau viralitas, tetapi bagaimana brand mampu membangun trust dan relevansi dengan target pasar,” jelasnya dalam rilis yang diterima, pada Jumat (10/4).
Menurutnya, kombinasi antara strategi konten yang tepat di TikTok dan pemahaman mendalam terhadap perilaku konsumen dapat menjadi formula kuat dalam meningkatkan efektivitas pemasaran digital.
Baca juga:8 Tim PKM Bisnis Digital UNM Lolos Seleksi Internal, Siap Tembus Kompetisi Nasional
Sebagai Kampus Digital Bisnis, Universitas Nusa Mandiri terus mendorong mahasiswa menghasilkan riset-riset aplikatif yang relevan dengan kebutuhan industri serta perkembangan teknologi digital.
Temuan ini sekaligus menegaskan bahwa di era bisnis modern, keberhasilan pemasaran tidak hanya ditentukan oleh teknologi yang digunakan, tetapi juga oleh kemampuan pelaku usaha memahami manusia di balik setiap keputusan pembelian.









