NusamandiriNews, Jakarta — Keberhasilan mahasiswa Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis meraih pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Nasional 2026 tidak lepas dari peran dosen pembimbing dalam mengarahkan inovasi mahasiswa agar mampu bersaing di tingkat nasional.
Melalui bimbingan Taopik Hidayat tim mahasiswa IEEE Student Branch Universitas Nusa Mandiri sukses lolos hibah PKM-KC (Karsa Cipta) dengan inovasi bertajuk “MEMORion+: Game Visual Novel Interaktif sebagai Media Psikoedukasi untuk Penguatan Identitas dan Regulasi Diri Anak Penderita ADHD.”
Baca juga:Sampah Dapur Bisa Jadi Cuan? Mahasiswa Bisnis Digital UNM Buktikan Lewat PKM Nasional
Dosen UNM Antar Mahasiswa Raih Hibah PKM Nasional
Tim mahasiswa tersebut terdiri dari Dini Fitriyah Herti, Guntur Surawijaya, Rivky Putra Setiawan, dan Rizki Rasdiwiyanto.
Taopik Hidayat menjelaskan bahwa proses penyusunan proposal hingga berhasil memperoleh pendanaan membutuhkan kesiapan ide, riset, dan konsistensi pengembangan konsep yang matang.
“Mahasiswa tidak hanya dituntut memiliki ide kreatif, tetapi juga harus mampu menghadirkan solusi yang relevan dan memiliki dampak sosial. Tim MEMORion+ berhasil menunjukkan hal tersebut,” ujarnya, Senin (25/5).
Ia menilai inovasi MEMORion+ memiliki nilai lebih karena memadukan unsur teknologi, storytelling interaktif, dan pendekatan psikoedukasi dalam satu platform digital yang aplikatif.
Menurutnya, keberhasilan ini membuktikan bahwa mahasiswa Universitas Nusa Mandiri memiliki potensi besar dalam menciptakan inovasi teknologi yang kompetitif di tingkat nasional.
“Saya bangga dengan semangat, kerja keras, dan dedikasi mahasiswa selama proses penyusunan proposal. Mereka mampu membangun kolaborasi yang baik dan konsisten menyempurnakan ide hingga berhasil lolos pendanaan PKM 2026,” katanya.
Sebagai dosen pembimbing, Taopik menegaskan bahwa peran pendampingan tidak hanya sebatas membantu penyusunan proposal, tetapi juga mengarahkan mahasiswa agar mampu membangun pola pikir inovatif dan berorientasi pada solusi.
Baca juga:Mahasiswa UNM Lolos Pendanaan PKM Nasional, Angkat Isu Transportasi Ramah Disabilitas
Ia berharap keberhasilan tim MEMORion+ dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus aktif mengikuti kompetisi akademik dan mengembangkan inovasi berbasis teknologi.
Sebagai Kampus Digital Bisnis, Universitas Nusa Mandiri terus memperkuat budaya riset, inovasi, dan kolaborasi guna mencetak lulusan yang kreatif, adaptif, serta siap bersaing di era transformasi digital.
Tim MEMORion+ akan melanjutkan pengembangan prototype dan pengujian sistem agar inovasi tersebut dapat diimplementasikan secara optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya anak-anak penderita ADHD.










