NusamandiriNews, Jakarta–Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara perusahaan merekrut dan menilai calon karyawan. Jika sebelumnya nilai akademik menjadi faktor utama, kini perusahaan lebih menekankan pada keterampilan praktis, literasi teknologi, serta kemampuan berpikir kritis dalam menyelesaikan masalah.
Berbagai laporan platform rekrutmen global menunjukkan bahwa perusahaan semakin membutuhkan talenta yang tidak hanya kuat secara teori, tetapi juga memiliki kemampuan analitis, adaptif terhadap teknologi, dan mampu bekerja secara kolaboratif di lingkungan digital. Bahkan, lebih dari 70 persen perusahaan menilai skill digital sebagai kompetensi wajib bagi lulusan baru.
Baca juga: 70% Perusahaan Cari Programmer Berbasis AI, UNM Siapkan Talenta Siap Industri
Dari Problem Solving hingga Literasi Digital
Bryan Givan, Kepala Kampus Universitas Nusa Mandiri Kampus Jatiwaringin, menegaskan bahwa mahasiswa harus mulai beradaptasi dengan kebutuhan industri sejak dini.
“Perusahaan saat ini mencari kandidat dengan kombinasi pengetahuan, keterampilan digital, dan kemampuan berpikir kritis. Mahasiswa yang mengembangkan skill tersebut sejak kuliah akan memiliki peluang karier lebih besar,” ujarnya, Jumat (17/4).
Ia menjelaskan, ada tiga keterampilan utama yang paling dicari HRD di era digital. Pertama, kemampuan berpikir analitis dan problem solving, yaitu kemampuan menganalisis masalah dan menemukan solusi berbasis data. Kedua, literasi teknologi dan sistem digital, mengingat hampir seluruh sektor industri kini mengandalkan teknologi dalam operasionalnya. Ketiga, kemampuan komunikasi dan kolaborasi digital, terutama dalam lingkungan kerja yang semakin fleksibel dan berbasis jarak jauh.
“Mahasiswa perlu aktif mengasah keterampilan tersebut melalui proyek, organisasi, hingga membangun portofolio digital,” jelas Bryan.
Menjawab kebutuhan tersebut, Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis berperan aktif dalam menyiapkan mahasiswa yang siap terjun ke dunia kerja. Pada Program Studi Sistem Informasi, mahasiswa dibekali kemampuan merancang, mengelola, hingga mengintegrasikan sistem teknologi informasi dalam operasional bisnis.
Baca juga: Tambah Doktor Baru! UNM Perkuat Riset AI, Siap Cetak Talenta Unggul di Era Digital
Kurikulum yang diterapkan mencakup analisis sistem, manajemen database, pengembangan aplikasi bisnis, hingga integrasi teknologi dalam proses bisnis modern. Hal ini bertujuan agar mahasiswa tidak hanya mampu menggunakan teknologi, tetapi juga memahami peran strategisnya dalam meningkatkan kinerja perusahaan.
“Industri membutuhkan talenta yang mampu memahami sistem digital secara menyeluruh dan memanfaatkannya untuk meningkatkan efisiensi bisnis,” tambah Bryan.
Sebagai Kampus Digital Bisnis, UNM terus berkomitmen mencetak lulusan yang adaptif, kreatif, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja di era transformasi digital.
Dengan membekali diri sejak masa kuliah, mahasiswa tidak hanya siap bersaing di dunia kerja, tetapi juga mampu menjadi bagian dari generasi profesional yang mendorong kemajuan industri digital di masa depan.









