NusamandiriNews, Jakarta– Perkembangan Artificial Intelligence (AI) dan otomatisasi telah mengubah lanskap industri teknologi secara signifikan. Profesi programmer kini tidak lagi sekadar menulis kode, tetapi dituntut mampu memahami algoritma cerdas, mengolah big data, serta menciptakan solusi digital yang inovatif dan adaptif terhadap kebutuhan industri.
Fenomena ini berdampak langsung pada meningkatnya kebutuhan talenta digital yang memiliki kombinasi keterampilan teknis, analitis, dan kreativitas. Berdasarkan laporan Stack Overflow Developer Survey 2025, lebih dari 70 persen perusahaan teknologi global mencari programmer yang tidak hanya menguasai coding dasar, tetapi juga memahami AI, machine learning, dan cloud computing.
Baca juga: Bingung Pilih Jurusan? Sains Data UNM Jadi Jalan Cepat ke Karier Digital, Ayo Daftar Sekarang!
70% Perusahaan Cari Programmer Berbasis AI
Menanggapi hal tersebut, Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis terus berkomitmen menyiapkan mahasiswa agar siap menghadapi tantangan industri masa depan.
Menurut Bryan Givan, Kepala Kampus Universitas Nusa Mandiri (UNM) Kampus Jatiwaringin, mahasiswa perlu memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi terhadap perkembangan teknologi.
“Perkembangan AI mengubah cara kita memprogram. Mahasiswa tidak hanya perlu menguasai bahasa pemrograman, tetapi juga memahami bagaimana algoritma AI bekerja untuk menyelesaikan masalah nyata,” ujarnya pada rilis yang diterima, Rabu (15/4).
Ia menambahkan bahwa programmer masa depan harus mampu bekerja dalam tim multidisiplin, memahami kebutuhan bisnis, serta memanfaatkan teknologi untuk menciptakan solusi yang efektif dan efisien.
Di UNM, mahasiswa dibekali berbagai keterampilan relevan melalui Program Studi Informatika dan Sistem Informasi. Mahasiswa Informatika mempelajari pemrograman tingkat lanjut, pengembangan aplikasi berbasis AI, cloud computing, serta pengolahan data besar. Sementara itu, mahasiswa Sistem Informasi difokuskan pada integrasi sistem, manajemen basis data, serta pemanfaatan teknologi untuk mendukung proses bisnis digital.
Bryan Givan juga menegaskan bahwa programmer yang memahami tren teknologi memiliki peluang karier yang jauh lebih luas.
Baca juga:Gak Mau Ketinggalan? Sains Data Jadi Jurusan Paling Dicari di 2026!
“Mahasiswa yang menguasai teknologi terbaru, termasuk AI dan cloud computing, akan menjadi talenta yang sangat dicari. Mereka tidak hanya menulis kode, tetapi juga menciptakan inovasi yang memberi nilai tambah bagi perusahaan,” tambahnya.
Sebagai Kampus Digital Bisnis, UNM dikenal aktif mendorong mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan programming modern yang selaras dengan kebutuhan industri. Hal ini menjadi bagian dari upaya mencetak generasi muda yang adaptif, kreatif, dan siap bersaing di era transformasi digital.
Dengan bekal keterampilan yang relevan dengan perkembangan AI, mahasiswa memiliki peluang besar untuk menjadi programmer profesional yang inovatif dan berkontribusi dalam mendorong kemajuan industri digital di masa depan.









