NusamandiriNews, Jakarta — Mahasiswa Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis kembali menorehkan prestasi nasional di bidang kewirausahaan. Kali ini, mahasiswa Program Studi Bisnis Digital sukses meraih pendanaan pada ajang bergengsi Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) 2026 yang diselenggarakan oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa).
Keberhasilan tersebut diraih melalui proposal bisnis kreatif bertajuk “Artholic Studio-Solusi Dekorasi Dinding Estetik Berbasis Kayu MDF dengan Desain Kreatif dan Custom.”
Baca juga:UNM Borong 7 Hibah PKM Nasional 2026, Bukti Kampus Digital Bisnis Makin Bersinar
Mahasiswa UNM Kantongi Pendanaan Nasional!
Artholic Studio hadir sebagai inovasi bisnis di sektor industri kreatif yang tengah berkembang pesat, khususnya pada tren dekorasi interior dan hunian modern. Melalui produk dekorasi dinding berbahan dasar Medium Density Fiberboard (MDF), tim mahasiswa menghadirkan karya estetik dengan konsep desain kreatif dan layanan custom sesuai kebutuhan pelanggan.
Tim Artholic Studio dipimpin oleh Syafa Nabila Puteri Syam bersama anggota Muhammad Syah Reza, Haibatus Shonya, Kencana Eka Nayla, dan Mela Octaviani dari Program Studi Bisnis Digital Universitas Nusa Mandiri.
Ketua Program Studi Bisnis Digital Universitas Nusa Mandiri, Lia Mazia, menyampaikan apresiasi atas keberhasilan mahasiswa dalam menciptakan peluang usaha kreatif yang relevan dengan tren pasar saat ini.
“Artholic Studio menunjukkan bahwa mahasiswa mampu membaca peluang industri kreatif yang terus berkembang di era digital. Mereka tidak hanya menciptakan produk estetik, tetapi juga menghadirkan nilai kreativitas dan personalisasi yang dibutuhkan pasar modern,” ujarnya dalam rilis yang diterima, pada Selasa (26/5).
Menurut Lia Mazia, Universitas Nusa Mandiri sebagai Kampus Digital Bisnis terus mendorong mahasiswa untuk memiliki keberanian membangun usaha berbasis kreativitas, inovasi, dan teknologi digital.
“Kami ingin mahasiswa mampu menjadi entrepreneur muda yang kreatif, adaptif, dan mampu menciptakan produk yang memiliki daya saing di industri kreatif maupun ekonomi digital,” tambahnya.
Seluruh proses pengembangan ide bisnis, riset pasar, hingga strategi komersialisasi Artholic Studio didampingi secara intensif oleh dosen pendamping, Johan Hendri Prasetyo.
Johan Hendri Prasetyo mengatakan bahwa keberhasilan tim mahasiswa tersebut menjadi bukti bahwa generasi muda memiliki potensi besar dalam membangun bisnis kreatif berbasis tren dan kebutuhan pasar.
“Mahasiswa mampu mengubah ide sederhana menjadi peluang bisnis yang menjanjikan. Mereka memahami bagaimana menggabungkan kreativitas, strategi pemasaran digital, dan kebutuhan konsumen menjadi produk yang bernilai ekonomi,” tegasnya.
Ia berharap Artholic Studio dapat berkembang menjadi brand lokal kreatif yang mampu bersaing di pasar industri dekorasi modern.
“Dengan dukungan program P2MW ini, kami optimistis Artholic Studio dapat memperluas pasar, meningkatkan kualitas produk, dan berkembang menjadi bisnis kreatif yang berkelanjutan,” katanya.
Baca juga:Minyak Jelantah Cuma Jadi Limbah? Mahasiswa UNM Justru Sulap Jadi Bisnis Cuan Nasional!
Ia menegaskan bahwa lolosnya Artholic Studio dalam program P2MW 2026 menjadi bukti bahwa mahasiswa Universitas Nusa Mandiri tidak hanya memahami teori bisnis di ruang kelas, tetapi juga mampu mengeksekusi ide kreatif menjadi usaha nyata yang memiliki potensi komersial.
“Melalui dukungan pendanaan dan pembinaan dari Belmawa, Tim Artholic Studio kini bersiap mengembangkan produk, memperluas pemasaran berbasis digital, serta memperkuat operasional bisnis sebagai bagian dari lahirnya entrepreneur muda di era ekonomi kreatif digital,” tutupnya.










