NusamandiriNews, Jakarta — Perempuan kini tak lagi berada di pinggir dalam peta ekonomi dan teknologi. Transformasi besar yang terjadi dalam dunia bisnis digital telah membuka ruang luas bagi perempuan untuk tampil sebagai aktor utama. Semangat ini sejalan dengan nilai perjuangan R.A. Kartini yang tetap relevan hingga saat ini.
Sebagai Kampus Digital Bisnis, Universitas Nusa Mandiri (UNM) melalui Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) mengambil peran strategis dalam mengaktualisasikan semangat Kartini di era modern. Dengan mengusung pendekatan pendidikan berbasis teknologi, FEB UNM mendorong lahirnya generasi perempuan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga adaptif, kreatif, dan inovatif dalam menghadapi dinamika bisnis digital.
Baca juga:Dari Kartini ke Generasi Digital: FEB UNM Cetak Perempuan Jadi Motor Bisnis Masa Depan
FEB UNM Dorong Perempuan Kuasai Bisnis Digital
Dekan FEB, Ida Zuniarti, menegaskan bahwa perempuan memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak utama dalam ekonomi digital.
“Perempuan saat ini harus berani mengambil peran lebih besar, tidak hanya sebagai pengguna teknologi, tetapi juga sebagai pencipta inovasi dalam dunia bisnis digital,” ujarnya, Sabtu (18/4).
Ia juga menambahkan bahwa FEB UNM terus berkomitmen menghadirkan sistem pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan industri. Menurutnya, melalui kurikulum yang terintegrasi dengan teknologi, mahasiswa, khususnya mahasiswi dibekali kemampuan praktis seperti kewirausahaan digital, pemasaran berbasis teknologi, hingga analisis bisnis berbasis data.
Program Studi Manajemen dan Bisnis Digital FEB UNM menjadi salah satu ujung tombak dalam mencetak talenta unggul. Proses pembelajaran tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga praktik nyata, mulai dari pengembangan bisnis digital hingga pengelolaan kampanye pemasaran berbasis teknologi dengan keterlibatan langsung di ekosistem industri.
Selain itu, FEB UNM juga menghadirkan berbagai program unggulan, salah satunya Internship Experience Program (IEP) 3+1. Program ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman kerja secara global sekaligus memperluas wawasan internasional.
Dalam pandangannya, momentum Hari Kartini seharusnya dimaknai sebagai dorongan bagi perempuan untuk terus berkembang dan mengambil peran strategis. Ia menilai bahwa perempuan memiliki peluang yang sama untuk menjadi pemimpin dan inovator di era digital, selama didukung oleh ekosistem pendidikan yang tepat.
Baca juga:Genjot Mutu Akademik, FEB UNM Kumpulkan Dosen Bahas Evaluasi hingga Akreditasi Prodi
FEB UNM secara konsisten membangun lingkungan akademik yang inklusif dan progresif, sehingga mahasiswi mampu tampil sebagai entrepreneur muda yang siap bersaing di tingkat nasional maupun global. Ke depan, FEB UNM optimistis dapat terus melahirkan Kartini-Kartini modern yang tidak hanya berdaya, tetapi juga mampu menciptakan perubahan melalui inovasi dan teknologi.
Dengan semangat “Universitas Nusa Mandiri: Ubah Mimpi Jadi Prestasi,” kampus ini terus berkomitmen mencetak generasi unggul yang siap menghadapi tantangan masa depan di era digital.










