NusamandiriNews, Jakarta–Transformasi digital yang semakin pesat di tahun 2026 membuat kebutuhan terhadap talenta teknologi terus meningkat. Profesi seperti software developer, AI engineer, data analyst, hingga cybersecurity specialist kini menjadi salah satu pekerjaan paling diburu industri nasional maupun global.
Melihat tren tersebut, Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis terus memperkuat kualitas pendidikan pada Program Studi Informatika di Kampus Rawamangun agar mampu mencetak lulusan yang siap bersaing di era teknologi modern.
Kepala Kampus UNM Kampus Rawamangun, Maruloh, mengatakan bahwa dunia industri saat ini membutuhkan lulusan Informatika yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki pengalaman praktik dan kemampuan problem solving yang kuat.
Baca juga:Kuliah IT Gratis Sampai Lulus? Beasiswa Hebat 2026 Jadi Solusi Gen Z di Tengah Krisis Ekonomi
Ingin Jadi AI Engineer atau Software Developer?
“Industri teknologi berkembang sangat cepat. Karena itu, mahasiswa Informatika harus dibekali kemampuan teknis sekaligus pengalaman industri nyata agar mereka mampu beradaptasi dengan kebutuhan kerja modern,” ujarnya dalam rilis yang diterima, pada Senin (11/5).
Program Studi Informatika UNM Kampus Rawamangun menghadirkan pembelajaran berbasis praktik melalui pengembangan aplikasi, pemrograman, kecerdasan buatan (AI), data science, hingga keamanan sistem digital. Mahasiswa juga didorong aktif membangun portofolio proyek sejak semester awal.
Sebagai bentuk penguatan kesiapan karir mahasiswa, UNM menghadirkan program unggulan Internship Experience Program (IEP) 3+1, yaitu tiga tahun pembelajaran di kampus dan satu tahun pengalaman langsung di luar kampus melalui magang, proyek industri, atau riset.
Program ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk merasakan dunia profesional sebelum lulus sehingga lebih siap menghadapi kebutuhan industri digital. Selain itu, mahasiswa juga dapat membangun jejaring profesional lebih awal melalui kerja sama dengan lebih dari 300 perusahaan mitra nasional maupun multinasional.
“Melalui program IEP 3+1, mahasiswa Informatika tidak hanya belajar coding di kelas, tetapi juga merasakan langsung dinamika dunia industri teknologi. Pengalaman tersebut menjadi modal penting untuk meningkatkan daya saing lulusan,” tambah Maruloh.
Menurutnya, pendekatan pembelajaran berbasis industri menjadi langkah strategis untuk menjawab kebutuhan perusahaan terhadap talenta digital yang siap kerja dan mampu berinovasi.
Baca juga:Lulusan Bisnis Digital UNM Tembus Industri Kreatif, Saatnya Kuliah yang Diburu Perusahaan
Selain kualitas akademik dan program industri, Universitas Nusa Mandiri juga memberikan kemudahan biaya pendidikan melalui sistem pembayaran kuliah yang bisa dicicil serta bebas biaya SSP atau uang gedung.
Untuk mendukung aktivitas mahasiswa, UNM juga menghadirkan fasilitas modern seperti sarana olahraga, sport center, hingga fasilitas padel yang kini menjadi tren olahraga generasi muda. Dukungan jaringan alumni yang kuat turut menjadi nilai tambah dalam membantu mahasiswa membangun relasi profesional dan peluang karir di masa depan.
Dengan semangat “Ubah Mimpi Jadi Prestasi,” UNM Kampus Rawamangun terus berkomitmen mencetak generasi muda unggul di bidang teknologi informasi yang siap menghadapi tantangan industri digital global. Informasi pendaftaran mahasiswa baru Universitas Nusa Mandiri dapat diakses melalui: https://pmb.nusamandiri.ac.id/.









