NusamandiriNews, Bekasi — Transformasi digital kini mulai menyentuh sektor akuakultur. Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis melakukan kunjungan strategis ke Pusat Pelatihan Mandiri Kelautan dan Perikanan (P2MKP) Mina Mulya, Tambun Selatan, Bekasi, pada Kamis (7/5) untuk menjajaki penerapan teknologi digital berbasis Artificial Intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT) dalam budidaya ikan hias.
Kegiatan ini menjadi langkah nyata Universitas Nusa Mandiri dalam mendorong pemanfaatan teknologi modern untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas sektor perikanan berbasis digital.
Baca juga: Budidaya Ikan Masih Manual UNM Siapkan AI untuk Dongkrak Akuakultur Modern
UNM Bawa AI dan IoT ke Tambak Akuakultur
Dalam kunjungan tersebut, tim dosen UNM berdiskusi langsung dengan Ketua Forum Ikan Hias P2MKP Mina Mulya, Pak Didi, terkait berbagai tantangan operasional yang masih dihadapi para pembudidaya ikan.
Beberapa permasalahan utama yang ditemukan antara lain proses penghitungan jumlah ikan yang masih dilakukan secara manual, kesulitan menentukan generasi ikan, hingga monitoring kualitas air kolam yang belum terintegrasi dengan teknologi digital.
Menjawab tantangan tersebut, tim Universitas Nusa Mandiri yang terdiri dari Ir. Andi Saryoko, S.Kom, M.Kom, IPM, ASEAN Eng, Dr. Ali Khumaidi, M.Kom, Fitra Septia Nugraha, M.Kom, dan Siti Nurlela, M.Kom menawarkan sejumlah solusi inovatif berbasis teknologi.
Adapun solusi yang dirancang meliputi pengembangan sistem penghitungan ikan otomatis menggunakan Artificial Intelligence, identifikasi generasi ikan berbasis computer vision, penerapan sensor IoT untuk memantau kualitas air secara real-time, hingga strategi digital branding melalui media sosial guna memperluas pemasaran ikan hias.
Perwakilan tim Universitas Nusa Mandiri, Ir. Andi Saryoko, S.Kom, M.Kom, IPM, ASEAN Eng, menjelaskan bahwa sektor akuakultur memiliki potensi besar untuk berkembang melalui pemanfaatan teknologi digital berbasis AI dan IoT.
“Kami melihat potensi besar di sektor budidaya ikan hias untuk dikembangkan melalui teknologi digital. Implementasi Artificial Intelligence dan IoT diharapkan mampu membantu proses monitoring, pengelolaan, hingga pemasaran agar lebih efektif, efisien, dan memiliki daya saing lebih tinggi,” ujarnya dalam rilis yang diterima, pada Senin (18/5).
Ia juga menambahkan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan pelaku budidaya menjadi langkah penting dalam menciptakan inovasi teknologi yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Penerapan teknologi AI dan IoT dinilai mampu membantu pembudidaya meningkatkan akurasi pengelolaan, efisiensi operasional, serta mempercepat pengambilan keputusan dalam proses budidaya.
Baca juga:Humas dan Internasional Office Universitas Nusa Mandiri Ikuti Workshop Inisiasi Kerjasama Bergelar
Selain itu, strategi digital branding juga menjadi bagian penting dalam mendukung daya saing pelaku usaha akuakultur di era ekonomi digital saat ini.
Melalui kolaborasi ini, Universitas Nusa Mandiri berharap unit budidaya P2MKP Mina Mulya dapat berkembang menjadi ekosistem akuakultur modern berbasis teknologi digital yang lebih efisien, adaptif, dan berdaya saing tinggi.
Sebagai Kampus Digital Bisnis, Universitas Nusa Mandiri terus berkomitmen menghadirkan inovasi teknologi yang tidak hanya berkembang di ruang akademik, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan sektor industri, termasuk bidang kelautan dan perikanan.










