NusamandiriNews, Jakarta – Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) semakin cepat dan mulai mengubah berbagai bidang pekerjaan. Mulai dari administrasi, pemasaran, hingga layanan pelanggan kini banyak dibantu oleh teknologi otomatisasi.
Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran di kalangan generasi muda, khususnya calon mahasiswa, mengenai peluang kerja di masa depan. Namun, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Nusa Mandiri (UNM) menilai perkembangan AI justru membuka peluang baru bagi mereka yang siap beradaptasi.
Baca juga:Masih Takut Kuliah Mahal? FEB UNM Bisa Dicicil dan Bebas Uang Gedung!
FEB UNM Justru Siapkan Mahasiswa Jadi Pengendali Teknologi
Sebagai Kampus Digital Bisnis, Universitas Nusa Mandiri terus mendorong mahasiswa untuk memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri digital saat ini. Mahasiswa tidak hanya dibekali teori bisnis, tetapi juga keterampilan adaptif yang dibutuhkan di era transformasi teknologi berbasis AI.
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Nusa Mandiri, Ida Zuniarti, menegaskan bahwa AI bukan ancaman, melainkan peluang bagi generasi muda yang memiliki kemampuan berpikir kreatif dan strategis.
“Dunia kerja memang berubah, tetapi manusia tetap memiliki kemampuan berpikir strategis, kreativitas, komunikasi, dan pengambilan keputusan yang tidak dapat sepenuhnya digantikan oleh teknologi. Karena itu, mahasiswa perlu memiliki kombinasi kemampuan bisnis dan digital agar siap bersaing,” ujarnya dalam rilis yang diterima pada Jumat (22/5).
Ia menambahkan bahwa dunia industri saat ini membutuhkan talenta yang mampu memanfaatkan teknologi, bukan sekadar menjadi pengguna pasif.
“Mahasiswa harus mampu beradaptasi dengan perkembangan AI dan menjadikannya sebagai alat untuk meningkatkan produktivitas, inovasi, dan daya saing di dunia bisnis modern,” tambahnya.
Ia menegaskan bahwa sebagai Kampus Digital Bisnis, Universitas Nusa Mandiri menghadirkan proses pembelajaran yang selaras dengan perkembangan dunia industri dan teknologi. Melalui Program Studi Manajemen dan Bisnis Digital, mahasiswa mempelajari berbagai kompetensi relevan seperti digital marketing, business planning, komunikasi bisnis, analisis perilaku konsumen, kewirausahaan, hingga pemanfaatan teknologi digital dalam pengembangan bisnis.
“Selain pembelajaran di kelas, mahasiswa juga didorong aktif mengembangkan kreativitas melalui proyek bisnis, praktik pemasaran digital, personal branding, serta berbagai kegiatan pengembangan soft skill yang mendukung kesiapan karier di masa depan,” paparnya.
Baca juga:Kerja Jalan, Kuliah Tetap Lanjut! FEB UNM Hadirkan Kelas Fleksibel untuk Profesional Digital
Fenomena berkembangnya AI, ungkapnya, justru dinilai membuka peluang baru bagi generasi muda untuk menjadi pribadi yang inovatif, kreatif, dan adaptif terhadap perubahan zaman.
Karena itu, memilih lingkungan pendidikan yang mampu mengikuti perkembangan teknologi menjadi langkah penting dalam mempersiapkan masa depan karier.
“Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Nusa Mandiri hadir sebagai pilihan bagi generasi muda yang ingin memahami dunia bisnis modern, menguasai keterampilan digital, serta siap menghadapi transformasi teknologi di era AI yang terus berkembang,” tutupnya.










