NusamandiriNews — Ketika mendengar kata Roblox, sebagian besar orang langsung membayangkan sebuah platform permainan yang identik dengan hiburan dan aktivitas mengisi waktu luang. Tidak sedikit pula yang memandang permainan digital sebagai aktivitas yang minim nilai akademik. Padahal, jika dilihat dari perspektif pendidikan dan teknologi, Roblox justru menyimpan potensi besar sebagai objek pembelajaran dan penelitian yang relevan dengan kebutuhan era digital.
Di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat, dunia pendidikan dituntut untuk mampu melihat peluang belajar dari berbagai sumber, termasuk platform yang selama ini dianggap sekadar sarana hiburan. Bagi mahasiswa Informatika dan bidang teknologi lainnya, Roblox dapat menjadi laboratorium digital yang kaya akan data, perilaku pengguna, serta berbagai fenomena teknologi yang layak diteliti secara ilmiah.
Baca juga:AI Sudah Bisa Deteksi Objek Mikro Kamu Masih Anggap Riset S2 Tidak Penting?
Jangan Cuma Main Roblox
Roblox saat ini telah berkembang jauh melampaui definisi permainan digital. Platform ini telah menjelma menjadi sebuah ekosistem digital yang memungkinkan jutaan pengguna berinteraksi, berkolaborasi, menciptakan konten, bahkan membangun ekonomi virtual. Aktivitas yang terjadi di dalamnya menghasilkan data dalam jumlah sangat besar yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber penelitian berbasis teknologi dan kecerdasan buatan.
Salah satu sumber data yang menarik untuk dikaji adalah ulasan pengguna yang tersedia di berbagai platform digital, seperti Google Play Store. Di dalam ulasan tersebut tersimpan berbagai informasi mengenai pengalaman pengguna, tingkat kepuasan, kritik terhadap fitur aplikasi, hingga ekspektasi mereka terhadap pengembangan platform di masa depan.
Dari perspektif akademik, data tersebut merupakan aset yang sangat berharga. Mahasiswa dapat memanfaatkannya untuk mempelajari pola perilaku pengguna, memahami kebutuhan pasar digital, hingga mengembangkan model analisis berbasis kecerdasan buatan yang mampu menghasilkan rekomendasi perbaikan sistem secara lebih akurat.
Sebagai Ketua Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Pengajaran (LPPP) Universitas Nusa Mandiri, saya melihat pendekatan pembelajaran berbasis data seperti ini menjadi semakin penting di era transformasi digital. Mahasiswa tidak cukup hanya memahami teori, tetapi juga harus mampu mengolah data menjadi informasi, pengetahuan, dan solusi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Dalam bidang Informatika, data dari Roblox dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan pembelajaran, mulai dari Data Mining, Machine Learning, hingga Natural Language Processing (NLP). Mahasiswa dapat melakukan analisis sentimen untuk mengidentifikasi apakah suatu ulasan bernada positif, negatif, atau netral. Bahkan lebih jauh, mereka dapat mengembangkan analisis yang lebih mendalam untuk mengetahui aspek apa saja yang paling banyak mendapatkan perhatian pengguna, seperti kualitas permainan, performa aplikasi, keamanan, maupun sistem monetisasi.
Perkembangan teknologi kecerdasan buatan juga membuka peluang yang lebih luas. Saat ini, model bahasa berbasis Transformer seperti IndoBERT mampu membantu proses analisis teks bahasa Indonesia yang kompleks, informal, dan sering kali bercampur dengan istilah asing. Tantangan inilah yang justru menjadi ruang belajar yang sangat berharga bagi mahasiswa dalam mengembangkan kompetensi digital yang relevan dengan kebutuhan industri masa depan.
Lebih dari sekadar tugas perkuliahan, penelitian berbasis data semacam ini memiliki peluang besar untuk menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas. Mahasiswa dapat mengembangkan model analisis yang tidak hanya akurat, tetapi juga transparan melalui pendekatan Explainable Artificial Intelligence (XAI). Dengan demikian, hasil analisis tidak hanya memberikan prediksi, tetapi juga mampu menjelaskan alasan di balik keputusan yang dihasilkan oleh sistem kecerdasan buatan.
Sebagai Universitas Nusa Mandiri (UNM) yang dikenal sebagai Kampus Digital Bisnis, kami terus mendorong mahasiswa untuk memiliki pola pikir yang lebih kritis dan inovatif dalam memandang teknologi. Mahasiswa tidak boleh berhenti sebagai pengguna teknologi, tetapi harus mampu menjadi pencipta solusi dan pengembang inovasi yang memberikan dampak nyata.
Baca juga:Jangan Asal Pilih Topik Tesis! Magister Informatika Kini Dituntut Ciptakan Riset Berdampak
Pendidikan tinggi di era digital harus mampu mengubah cara pandang generasi muda terhadap teknologi. Sesuatu yang tampak sederhana dan menghibur bisa menjadi sumber pengetahuan yang luar biasa jika didekati dengan metode ilmiah yang tepat. Roblox adalah salah satu contohnya.
Karena itu, sudah saatnya mahasiswa melihat platform digital tidak hanya sebagai sarana hiburan, tetapi juga sebagai ruang belajar, ruang riset, dan ruang inovasi. Dunia digital menghasilkan data setiap detik, dan mereka yang mampu membaca serta mengolah data tersebut akan menjadi aktor penting dalam membentuk masa depan.
Jangan hanya menjadi pemain di dunia digital. Jadilah peneliti, inovator, dan pencipta solusi yang mampu mengubah data menjadi pengetahuan dan teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat. Itulah tantangan sekaligus peluang besar bagi generasi digital hari ini.
Penulis: Nurmalasari, Ketua Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Pengajaran (LPPP) Universitas Nusa Mandiri










