NusamandiriNews, Jakarta – Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis terus memperkuat komitmennya dalam mencetak talenta digital yang siap bersaing di dunia kerja. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah melalui pelaksanaan Asesmen Uji Sertifikasi Kompetensi Skema Mikrotik yang diselenggarakan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Universitas Nusa Mandiri bekerja sama dengan Fakultas Teknologi Informasi (FTI) UNM di UNM Kampus Jatiwaringin pada Jumat (8/5).
Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi kampus dalam memastikan mahasiswa tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga kompetensi profesional yang diakui dan sesuai dengan kebutuhan industri digital yang terus berkembang.
Baca juga: Siap Kerja Global! Mahasiswa FTI UNM Jalani Sertifikasi Kompetensi Analis Program
Mahasiswa UNM Dibekali Sertifikasi Mikrotik
Sertifikasi Mikrotik dipilih karena menjadi salah satu kompetensi strategis di bidang jaringan komputer dan infrastruktur digital, sektor yang saat ini mengalami pertumbuhan pesat seiring meningkatnya kebutuhan transformasi digital di berbagai industri. Keahlian dalam konfigurasi, pengelolaan, dan pemeliharaan jaringan menjadi kompetensi yang banyak dicari perusahaan, baik di sektor teknologi, telekomunikasi, pemerintahan, maupun bisnis digital.
Kegiatan asesmen dibuka dengan arahan dari Bakhtiar Rifai, selaku Instruktur Mikrotik. Ia menegaskan bahwa penguasaan jaringan komputer tidak cukup hanya melalui teori, tetapi harus dibarengi dengan kemampuan praktik yang sesuai standar industri.
“Sertifikasi Mikrotik bukan hanya tentang memahami konsep jaringan, tetapi bagaimana mahasiswa mampu melakukan konfigurasi, troubleshooting, dan manajemen jaringan secara profesional. Kompetensi inilah yang menjadi kebutuhan utama di dunia kerja saat ini,” ujar Bakhtiar.
Sementara itu, Ketua LSP Universitas Nusa Mandiri, Sidik menjelaskan bahwa sertifikasi kompetensi merupakan salah satu instrumen penting untuk meningkatkan daya saing lulusan di tengah persaingan pasar kerja yang semakin kompetitif.
“Melalui sertifikasi kompetensi, kami memastikan mahasiswa memiliki kemampuan yang terukur, terstandar, dan diakui secara profesional. Sertifikasi Mikrotik menjadi nilai tambah yang sangat penting karena menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengimplementasikan keterampilannya sesuai kebutuhan industri,” ungkapnya dalam rilis yang diterima, pada Senin (11/5).
Dalam pelaksanaannya, asesmen dilakukan oleh asesor kompeten dari LSP UNM melalui serangkaian uji praktik dan evaluasi yang mengukur kemampuan peserta dalam melakukan konfigurasi perangkat Mikrotik, pemecahan masalah jaringan (troubleshooting), hingga pengelolaan sistem jaringan secara efektif dan efisien.
Baca juga:UNM Perkuat Sertifikasi Profesi Berbasis Industri, Cetak Lulusan Siap Kerja dan Berdaya Saing Global
“Sebagai Kampus Digital Bisnis, Universitas Nusa Mandiri secara konsisten mengintegrasikan pendidikan akademik dengan penguatan kompetensi profesional melalui berbagai program sertifikasi yang relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia industri. Pendekatan ini bertujuan untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan teknologi,” paparnya.
Kolaborasi antara LSP dan Fakultas Teknologi Informasi UNM menjadi bukti nyata sinergi dalam menghadirkan pendidikan berbasis kompetensi yang berorientasi pada kebutuhan industri digital masa kini dan masa depan.
“Melalui program sertifikasi seperti Mikrotik, mahasiswa Universitas Nusa Mandiri tidak hanya lulus dengan ijazah akademik, tetapi juga memiliki pengakuan kompetensi profesional yang dapat menjadi keunggulan kompetitif saat memasuki dunia kerja maupun mengembangkan karier di bidang teknologi informasi dan jaringan komputer,” tutupnya.










