NusamandiriNews, Bogor – Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis terus memperkuat perannya dalam mendorong lahirnya inovasi berbasis teknologi yang berdampak langsung bagi masyarakat. Melalui kolaborasi lintas unit strategis kampus, Nusa Mandiri Startup Center (NSC) bersama Program Studi Manajemen, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Nusa Mandiri Innovation Center (NIC), serta AI Center melakukan observasi dan analisis kebutuhan masyarakat di Desa Cibentang, Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor, pada Selasa (2/6).
Kegiatan ini menjadi langkah nyata UNM dalam mengintegrasikan pendidikan, penelitian, inovasi, dan kewirausahaan digital untuk menjawab berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat desa. Tim gabungan melakukan koordinasi langsung dengan Kepala Desa Cibentang, Hasanudin, guna menggali berbagai persoalan yang dihadapi warga, mulai dari pelayanan administrasi, pemberdayaan ekonomi lokal, hingga peluang digitalisasi UMKM dan layanan publik desa.
Baca juga:NSC UNM Jemput Bola ke Desa, Siapkan Startup Digital Solusi Masalah Masyarakat
Siapkan Startup Digital untuk Pecahkan Masalah Masyarakat
Selain diskusi bersama perangkat desa, tim juga melakukan observasi lapangan untuk memetakan kebutuhan masyarakat secara lebih komprehensif. Hasil pengamatan awal menunjukkan adanya peluang besar dalam pengembangan solusi digital yang dapat meningkatkan efisiensi layanan pemerintahan desa, memperkuat literasi digital masyarakat, serta membantu pelaku UMKM memperluas pasar melalui platform digital.
Kepala Nusa Mandiri Startup Center (NSC), Siti Nurlela, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi kampus untuk memastikan inovasi yang dikembangkan mahasiswa dan sivitas akademika berangkat dari kebutuhan nyata masyarakat.
“Kami ingin startup yang lahir dari Universitas Nusa Mandiri tidak hanya fokus pada aspek teknologi, tetapi juga mampu menyelesaikan persoalan riil yang dihadapi masyarakat. Karena itu, kami turun langsung ke lapangan untuk memahami kebutuhan desa sehingga solusi yang dikembangkan benar-benar tepat sasaran dan memberikan manfaat yang berkelanjutan,” ujarnya dalam rilis yang diterima, pada Rabu (10/6).
Menurut Siti, sinergi antara NSC, Program Studi Manajemen, LPPM, NIC, dan AI Center menjadi kekuatan penting dalam menghasilkan pendekatan yang lebih komprehensif. Kolaborasi ini memungkinkan pengembangan solusi yang tidak hanya inovatif secara teknologi, tetapi juga memiliki nilai ekonomi dan sosial bagi masyarakat.
Baca juga:NIC UNM Survei Desa Cibentang, Siapkan Program Transformasi Digital Berbasis AI
“Kolaborasi lintas unit ini menjadi wujud komitmen Universitas Nusa Mandiri sebagai Kampus Digital Bisnis dalam menciptakan inovasi yang berdampak. Kami berharap hasil analisis kebutuhan di Desa Cibentang dapat menjadi fondasi lahirnya startup digital yang mampu mendukung transformasi desa, memperkuat UMKM, dan meningkatkan kualitas pelayanan publik,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, Universitas Nusa Mandiri berharap dapat membangun model kolaborasi berkelanjutan antara perguruan tinggi dan pemerintah desa dalam mengembangkan ekosistem digital yang berbasis kebutuhan masyarakat. Inisiatif tersebut sekaligus mempertegas kontribusi UNM dalam mendukung transformasi digital nasional dari tingkat akar rumput melalui riset, inovasi, dan pengembangan startup yang solutif.










