NusamandiriNews, Bogor – Komitmen Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis dalam menghadirkan inovasi yang berdampak bagi masyarakat kembali diwujudkan melalui kegiatan analisa dan survei mitra Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang dilakukan oleh Nusa Mandiri Innovation Center (NIC) di Desa Cibentang, Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor, pada Selasa (2/6).
Kegiatan ini menjadi langkah awal yang strategis untuk memetakan kebutuhan masyarakat sekaligus membuka peluang kolaborasi berkelanjutan antara perguruan tinggi dan pemerintah desa dalam mendukung transformasi digital serta pemberdayaan masyarakat berbasis teknologi.
Baca juga:NIC UNM Tantang Mahasiswa Ikut LIDM 2026, Saatnya Talenta Digital Unjuk Inovasi!
NIC UNM Survei Desa Cibentang
Tim survei yang diterjunkan terdiri dari sejumlah dosen Universitas Nusa Mandiri, yakni Ir. Andi Saryoko, Dr. Ali Khumaidi, Fitra Septia Nugraha, Siti Nurlela dan Instianti Elyana. Mereka melakukan kunjungan langsung dan berdiskusi bersama perangkat Desa Cibentang guna menggali berbagai kebutuhan, tantangan, serta potensi pengembangan desa yang dapat didukung melalui program inovasi dan pengabdian.
Melalui metode wawancara, observasi lapangan, dan pengumpulan data, tim NIC mengidentifikasi sejumlah kebutuhan prioritas yang dapat menjadi fokus program pengabdian ke depan. Salah satunya adalah peningkatan kompetensi aparatur desa dalam pemanfaatan teknologi informasi untuk mendukung administrasi dan pelayanan publik yang lebih efektif, cepat, dan transparan.
Selain itu, masyarakat juga dinilai membutuhkan penguatan literasi digital agar mampu memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan produktivitas ekonomi, khususnya dalam pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui pemasaran digital.
Kepala Nusa Mandiri Innovation Center (NIC), Fitra Septia Nugraha, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Universitas Nusa Mandiri untuk memastikan setiap program pengabdian dan riset yang dijalankan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
“Sebagai Kampus Digital Bisnis, Universitas Nusa Mandiri memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan inovasi yang tidak hanya berkembang di lingkungan akademik, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Melalui kegiatan survei ini, kami ingin memastikan program yang disusun nantinya berbasis kebutuhan riil mitra sehingga dampaknya dapat dirasakan secara langsung,” jelasnya dalam rilis yang diterima, pada Jumat (5/6).
Menurutnya, hasil analisa menunjukkan adanya peluang besar untuk mengembangkan berbagai program berbasis teknologi yang dapat mendukung kemajuan desa, mulai dari pelatihan literasi digital, pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk mendukung administrasi pemerintahan desa, digital marketing bagi pelaku UMKM, hingga pengembangan sistem informasi pelayanan desa yang lebih modern dan terintegrasi.
“Transformasi digital tidak hanya terjadi di kota-kota besar. Desa juga harus menjadi bagian dari perubahan tersebut. Karena itu, kami melihat Desa Cibentang memiliki potensi yang sangat baik untuk menjadi mitra pengembangan program berbasis teknologi yang berkelanjutan,” katanya.
Baca juga:AI Masuk Kampus, NIC Nusa Mandiri Percepat Transformasi Digital Pendidikan Tinggi
Hasil survei ini selanjutnya akan menjadi dasar penyusunan program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang lebih terarah, aplikatif, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat Desa Cibentang. Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat kapasitas sumber daya manusia, serta mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis digital di tingkat desa.
“Melalui langkah ini, Universitas Nusa Mandiri sebagai Kampus Digital Bisnis terus mempertegas perannya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya fokus pada pendidikan dan penelitian, tetapi juga aktif menghadirkan solusi inovatif untuk mendukung pembangunan masyarakat. Kolaborasi dengan Desa Cibentang diharapkan menjadi awal lahirnya berbagai program transformasi digital yang berdampak nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat,” tutupnya.










