
NusamandiriNews, Jakarta – Fenomena puluhan ribu calon mahasiswa yang dinyatakan lolos seleksi masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN), namun akhirnya tidak melakukan daftar ulang, menjadi sorotan dunia pendidikan. Kondisi ini menunjukkan bahwa lolos seleksi bukan selalu berujung pada kepastian melanjutkan pendidikan tinggi.
Berbagai faktor menjadi penyebab, mulai dari keterbatasan biaya, perubahan pilihan program studi, kondisi keluarga, hingga pertimbangan lokasi. Situasi tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa pendidikan tinggi tidak semestinya bergantung pada satu jalur atau satu nama kampus.
Di tengah kebutuhan industri yang terus berubah, perguruan tinggi kini dituntut tidak hanya menghasilkan lulusan dengan nilai akademik yang baik, tetapi juga membekali mereka dengan kompetensi digital, pengalaman industri, dan kesiapan menghadapi dunia kerja.
Baca juga:Kuliah Jangan Cuma Duduk di Kelas, Berani Cari Pengalaman!
Puluhan Ribu Lolos PTN Tak Daftar Ulang
Menanggapi fenomena tersebut, Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis mengajak lulusan SMA/SMK/sederajat untuk melihat peluang pendidikan dari perspektif yang lebih luas. Tidak melanjutkan kuliah di PTN bukan berarti mimpi meraih pendidikan berkualitas harus berhenti.
Kepala Kampus Universitas Nusa Mandiri Kampus Rawamangun, Maruloh, mengatakan banyak calon mahasiswa masih beranggapan bahwa masa depan hanya ditentukan oleh keberhasilan masuk PTN.
“Banyak siswa menganggap masa depan hanya ditentukan oleh berhasil atau tidaknya masuk PTN. Padahal, yang akan menentukan keberhasilan mereka adalah kualitas proses belajar, pengalaman yang diperoleh selama kuliah, serta kesiapan menghadapi dunia kerja. Kesempatan itu juga dimiliki oleh mahasiswa Universitas Nusa Mandiri,” ujarnya dalam rilis yang diterima, pada Kamis (23/7).
Menurutnya, perguruan tinggi harus mampu menghadirkan ekosistem pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri agar mahasiswa memiliki daya saing sejak masih berada di bangku kuliah.
Sebagai Kampus Digital Bisnis, Universitas Nusa Mandiri menghadirkan lima program studi unggulan, yakni Informatika, Sistem Informasi, Sains Data, Bisnis Digital, dan Manajemen. Seluruh program dirancang dengan kurikulum adaptif yang mengikuti perkembangan teknologi dan kebutuhan industri.
“Salah satu keunggulan UNM adalah Internship Experience Program (IEP) 3+1, yaitu skema pembelajaran tiga tahun di kampus yang dilanjutkan dengan satu tahun magang profesional di lebih dari 300 perusahaan mitra nasional maupun multinasional. Program ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa memperoleh pengalaman kerja nyata, memperluas jaringan profesional, bahkan membuka peluang direkrut perusahaan sebelum lulus,” paparnya.
Selain itu, UNM juga menyediakan berbagai program beasiswa bagi calon mahasiswa berprestasi, baik di bidang akademik maupun nonakademik, sebagai bentuk komitmen menghadirkan pendidikan tinggi yang berkualitas dan lebih mudah diakses.
Maruloh menegaskan bahwa fenomena banyaknya peserta yang tidak melakukan daftar ulang di PTN seharusnya menjadi momentum bagi masyarakat untuk lebih bijak dalam menentukan pilihan perguruan tinggi.
Baca juga:Kuliah Internasional Tak Harus ke Luar Negeri
“Kesuksesan tidak ditentukan oleh nama kampus semata, tetapi oleh kemauan untuk terus belajar, mengembangkan kompetensi, dan memanfaatkan setiap peluang yang ada. Kampus yang mampu menghubungkan pendidikan dengan kebutuhan industri akan menjadi bekal terbaik untuk masa depan,” tegasnya.
Penerimaan Mahasiswa Baru Universitas Nusa Mandiri Tahun Akademik 2026/2027 masih dibuka. Informasi mengenai program studi, beasiswa, dan pendaftaran dapat diakses melalui https://pmb.nusamandiri.ac.id atau aplikasi MyNusa PMB.
Dengan ekosistem pembelajaran berbasis industri, program magang profesional, serta dukungan pengembangan kompetensi digital, Universitas Nusa Mandiri sebagai Kampus Digital Bisnis terus berkomitmen mencetak lulusan yang siap bersaing di era transformasi digital, sejalan dengan tagline “Ubah Mimpi Jadi Prestasi.”








