NusamandiriNews, Jakarta – Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong lahirnya inovator muda berdaya saing global melalui penyelenggaraan YESIST12 Pilot UNM 2026. Rangkaian penjurian intensif yang berlangsung selama dua hari, pada Senin-Selasa 8–9 Juni 2026, resmi berakhir dengan menghadirkan puluhan inovasi teknologi terbaik dari mahasiswa dan pelajar berbagai daerah di Indonesia.
Ajang yang menjadi bagian dari seleksi menuju kompetisi internasional Youth Entrepreneurship and Sustainability Innovation Talent (YESIST12) ini sukses menjadi panggung bagi generasi muda untuk mempresentasikan berbagai solusi inovatif berbasis teknologi yang relevan dengan tantangan masa depan.
Baca juga:Punya Ide Keren? Buktikan di YESIST12 2026, Bawa Inovasimu ke Panggung Dunia!
Inovasi Mahasiswa Pecah Rekor!
Kegiatan diawali dengan Opening Session pada Senin (8/6) yang diikuti seluruh peserta yang lolos tahap awal seleksi. Tahun ini, YESIST12 Pilot UNM mencatat partisipasi dari 23 institusi, terdiri atas perguruan tinggi negeri, perguruan tinggi swasta, sekolah, hingga perwakilan industri.
Kompetisi terbagi dalam lima kategori, yakni Innovation Challenge dengan 15 peserta, Maker Fair sebanyak 7 peserta, Special Track sebanyak 11 peserta, serta kategori WePower dan Junior Einstein yang masing-masing diikuti dua peserta.
Setelah pembukaan resmi, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan roadmap kompetisi oleh Dr. Ali Khumaidi selaku Pilot UNM-YESIST12 sekaligus Kepala AI Center Universitas Nusa Mandiri. Selanjutnya, para peserta mengikuti sesi pitching dan penjurian secara daring di hadapan dewan juri yang berasal dari kalangan akademisi, praktisi industri, dan pemangku kebijakan nasional.
Beberapa nama yang tergabung dalam panel juri antara lain Ery Punta H. dari Deputi Utusan Khusus Presiden, Dr. Agus Mulyana dari PT Makerindo Prima Solusi, Risanto Darmawan dari PT Spektrum, Prof. Ronald Sukwadi, serta sejumlah pakar lainnya.
Beragam inovasi yang dipresentasikan peserta mencakup solusi berbasis Artificial Intelligence (AI), Internet of Things (IoT), machine learning, teknologi kesehatan (health-tech), sistem pengelolaan lingkungan, hingga inovasi pangan berkelanjutan yang mendukung ketahanan nasional.
Wakil Rektor II Bidang Non Akademik Universitas Nusa Mandiri, Arif Hidayat, memberikan apresiasi atas kualitas inovasi yang ditampilkan para peserta. Menurutnya, kompetisi seperti YESIST12 menjadi wadah strategis untuk mempertemukan kreativitas, riset, dan semangat kewirausahaan teknologi dalam satu ekosistem yang produktif.
“Kami melihat peningkatan yang sangat signifikan, baik dari jumlah peserta maupun kualitas inovasi yang dipresentasikan. Banyak ide yang tidak hanya unggul secara teknologi, tetapi juga memiliki potensi implementasi dan dampak sosial yang nyata. Ini menunjukkan bahwa generasi muda Indonesia memiliki kapasitas besar untuk menjadi problem solver di tingkat global,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa Universitas Nusa Mandiri sebagai Kampus Digital Bisnis terus mendorong mahasiswa untuk menghasilkan karya yang tidak berhenti sebagai proyek akademik semata.
“Kami ingin inovasi yang lahir dari kampus mampu berkembang menjadi solusi nyata yang dapat dimanfaatkan masyarakat dan industri. Karena itu, kegiatan seperti YESIST12 menjadi bagian penting dalam membangun budaya riset, inovasi, dan kewirausahaan berbasis teknologi,” tambahnya.
Sementara itu, Dr. Ali Khumaidi, selaku Kepala AI Center Universitas Nusa Mandiri dan Pilot UNM-YESIST12, menilai bahwa tahun ini peserta menunjukkan kemampuan yang semakin matang dalam mengintegrasikan teknologi dengan kebutuhan nyata di lapangan.
“Kami sangat mengapresiasi kualitas presentasi dan prototipe yang ditampilkan peserta. Banyak proyek yang sudah memiliki pendekatan yang kuat dari sisi teknologi, model bisnis, hingga dampak sosial. Ini menjadi indikator bahwa inovasi yang dikembangkan generasi muda Indonesia semakin siap untuk bersaing di tingkat internasional,” jelasnya dalam rilis yang diterima, pada Jumat (12/6).
Menurutnya, kompetisi ini bukan sekadar mencari pemenang, tetapi menjadi proses pembelajaran yang penting bagi peserta untuk menguji ide dan mengasah kemampuan komunikasi inovasi.
“YESIST12 bukan hanya tentang memenangkan kompetisi. Yang lebih penting adalah bagaimana peserta mampu memvalidasi ide, menerima masukan dari para ahli, dan menyempurnakan inovasinya agar memiliki manfaat yang lebih luas. Kami berharap para finalis nantinya dapat membawa nama Indonesia dengan baik di panggung internasional,” tuturnya.
Selama proses penjurian, dewan juri melakukan evaluasi berdasarkan berbagai aspek, mulai dari orisinalitas ide, inovasi teknologi, kelayakan implementasi, potensi pengembangan bisnis, hingga dampak sosial dan ekonomi yang dihasilkan.
Baca juga:Baru Dirintis, Startup Mahasiswa UNM Sudah Dilirik Investor! Sehat Rasa Raih Investasi Internasional
Para peserta terbaik yang lolos seleksi akan menjadi perwakilan Indonesia pada puncak kompetisi internasional YESIST12 yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026, bersaing dengan inovator muda dari berbagai negara.
Melalui YESIST12 Pilot UNM, Universitas Nusa Mandiri kembali menegaskan perannya sebagai Kampus Digital Bisnis yang aktif membangun ekosistem inovasi, riset, dan teknologi. Ajang ini sekaligus menjadi bukti bahwa kampus tidak hanya mencetak lulusan siap kerja, tetapi juga melahirkan inovator dan entrepreneur muda yang mampu membawa solusi Indonesia ke panggung dunia.










