
NusamandiriNews, Jakarta – Transformasi digital yang terus berkembang membuka peluang besar bagi generasi muda untuk menciptakan inovasi dan membangun startup berbasis teknologi. Di tengah meningkatnya kebutuhan industri terhadap talenta digital yang tidak hanya mampu mengolah data, tetapi juga menciptakan solusi bisnis yang relevan, Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis menghadirkan program pembelajaran yang lebih aplikatif melalui Bootcamp Rintisan Bisnis Digital.
Kegiatan yang akan berlangsung pada Rabu-Kamis, 8–9 Juli 2026 di Hotel Asyana Sentul ini merupakan implementasi dari mata kuliah Rintisan Bisnis Digital yang dirancang untuk membekali mahasiswa dengan pengalaman nyata dalam membangun startup berbasis teknologi, data, dan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI).
Baca juga:Bootcamp atau Kuliah Mana Lebih Cepat Kuasai Skill Digital
Bootcamp Startup UNM
Bootcamp tersebut menghadirkan praktisi dan pakar industri digital, yakni Direktur PT Indostorage Solusi Teknologi, Elan Suherlan, serta Head of Product and Partnership Jatis Mobile sekaligus Ketua Harian Asosiasi Ilmuwan Data Indonesia (AIDI), Bey Arief Budiman. Kehadiran kedua narasumber diharapkan mampu memberikan wawasan industri sekaligus pengalaman praktis kepada mahasiswa dalam mengembangkan rintisan bisnis yang kompetitif.
Ketua Program Studi Sains Data Universitas Nusa Mandiri, Tati Mardiana, menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi sarana bagi mahasiswa untuk menghubungkan kompetensi teknologi dengan kebutuhan bisnis yang nyata.
“Melalui bootcamp ini, mahasiswa tidak hanya mempelajari konsep bisnis digital di dalam kelas, tetapi juga merasakan langsung proses membangun startup mulai dari identifikasi masalah, analisis kebutuhan pasar, penyusunan model bisnis, hingga menyusun pitch deck yang siap dipresentasikan kepada mentor dan praktisi industri,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (22/6).
Menurutnya, selama dua hari pelaksanaan, mahasiswa akan dibimbing secara intensif untuk mengembangkan ide bisnis yang memanfaatkan teknologi AI dan data sebagai fondasi utama inovasi.
“Peserta akan belajar menyusun Minimum Viable Product (MVP), mengembangkan strategi bisnis, melakukan validasi ide, hingga mempresentasikan solusi yang mereka tawarkan. Kami ingin mahasiswa memiliki pengalaman yang mendekati kondisi nyata di dunia startup sehingga mereka lebih siap menghadapi tantangan industri digital,” jelas Tati.
Ia menambahkan bahwa kemampuan mengintegrasikan teknologi, data, dan pemahaman terhadap kebutuhan pasar menjadi salah satu kompetensi yang sangat dibutuhkan di era ekonomi digital saat ini.
“Kami ingin melahirkan lulusan yang tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga pencipta solusi. Bootcamp ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas, membangun pola pikir inovatif, serta menciptakan startup yang mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat,” tambahnya.
Sebagai Kampus Digital Bisnis, jelas Tati, Universitas Nusa Mandiri terus mendorong mahasiswa untuk menjadi inovator dan entrepreneur digital melalui berbagai program pengembangan kompetensi yang selaras dengan kebutuhan industri.
Baca juga:Mahasiswa Sains Data UNM Tembus Grand Final IEEE YESIST12 2026 Lewat Aplikasi AI iMosque
“Bootcamp Rintisan Bisnis Digital menjadi salah satu upaya strategis kampus dalam mencetak talenta yang mampu mengubah ide menjadi produk bernilai ekonomi sekaligus menjawab tantangan transformasi digital,” katanya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan analisis data dan teknologi, tetapi juga keterampilan membangun bisnis digital yang berkelanjutan. Dengan bekal tersebut, lulusan Universitas Nusa Mandiri diharapkan mampu menjadi bagian dari ekosistem startup nasional dan menciptakan inovasi yang berdampak di masa depan.








