
NusamandiriNews, Depok–Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis terus memperkuat komitmennya dalam mencetak lulusan yang siap memasuki dunia kerja melalui kolaborasi dengan dunia industri. Salah satunya diwujudkan lewat seminar bertajuk “Sukses Melamar Kerja: Strategi Cerdas Menembus Rekrutmen & Tampil Profesional di Dunia Kerja” yang digelar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) pada Kamis (2/7), di UNM Kampus Margonda, Jl Margonda Raya No 545, Pondok Cina, Beji, Depok.
Kegiatan yang berlangsung pukul 14.00–16.30 WIB ini diikuti mahasiswa semester VII dan VIII Program Studi Manajemen serta mahasiswa semester VIII Program Studi Bisnis Digital. Seminar menjadi bagian dari implementasi visi FEB Universitas Nusa Mandiri untuk menghasilkan lulusan yang unggul, mandiri, inovatif, dan siap menjawab kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).
Baca juga:UNM Gandeng OCBC, Kurikulum Manajemen dan Bisnis Digital Disesuaikan Kebutuhan Industri
Mahasiswa Universitas Nusa Mandiri Belajar Strategi
Acara dipandu oleh Nurlita Intan Lestari sebagai Master of Ceremony (MC), dimoderatori oleh Kepala Nusa Mandiri Career Center (NCC), Muhammad Faisal, serta menghadirkan Yosep Achmar, Vice President Human Resources Business Partner (HRBP) PT Bank OCBC Tbk, sebagai narasumber utama.
Dalam pemaparannya, Yosep mengungkapkan bahwa proses rekrutmen saat ini tidak lagi hanya melihat Indeks Prestasi Kumulatif (IPK), tetapi juga kemampuan komunikasi, karakter, pola pikir, hingga kesiapan kandidat dalam menghadapi tantangan dunia kerja.
“Perusahaan mencari talenta yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga mampu berpikir kritis, berkolaborasi, beradaptasi dengan perubahan, serta memiliki kemauan untuk terus belajar. Semua itu menjadi nilai tambah yang sangat diperhitungkan dalam proses seleksi,” jelas Yosep.
Ia juga membekali mahasiswa dengan berbagai strategi praktis, mulai dari menyusun Curriculum Vitae (CV) yang menarik perhatian recruiter, membuat cover letter yang efektif, membangun personal branding melalui media digital, menghadapi wawancara kerja dengan percaya diri, hingga etika melakukan negosiasi penawaran kerja dan tindak lanjut (follow up) setelah proses seleksi.
Menurut Yosep, banyak pelamar sebenarnya memiliki kompetensi yang baik, namun gagal karena belum mampu mengomunikasikan potensi diri secara optimal kepada perusahaan.
Seminar berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari peserta. Beragam pertanyaan diajukan mahasiswa, mulai dari strategi menghadapi psikotes, teknik menjawab pertanyaan wawancara yang sulit, membangun portofolio digital, hingga cara meningkatkan daya saing di tengah persaingan kerja yang semakin kompetitif.
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Nusa Mandiri, Dr. Ida Zuniarti, menegaskan bahwa pembekalan karier dari praktisi industri merupakan bagian penting dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi dunia profesional.
“Kami ingin mahasiswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memahami ekspektasi dunia kerja secara nyata. Kehadiran praktisi Human Resources memberikan perspektif langsung mengenai kompetensi yang dibutuhkan industri sehingga mahasiswa dapat mempersiapkan diri sejak dini,” ungkapnya dalam rilis yang diterima, pada Jumat (3/7).
Ia menambahkan bahwa sinergi antara perguruan tinggi dan industri menjadi salah satu kunci dalam mencetak lulusan yang adaptif, profesional, dan memiliki daya saing tinggi di era transformasi digital.
Baca juga:Lulusan Tak Cukup IPK Tinggi! Mahasiswa Bisnis Digital UNM Dibekali Strategi Tembus Rekrutmen OCBC
Melalui kegiatan ini, tegasnya, mahasiswa tidak hanya memperoleh wawasan mengenai proses rekrutmen modern, tetapi juga memahami pentingnya pengembangan soft skills, komunikasi profesional, serta kesiapan mental sebagai bekal memasuki dunia kerja.
“Sebagai Kampus Digital Bisnis, Universitas Nusa Mandiri terus menghadirkan berbagai program yang mempertemukan mahasiswa dengan praktisi industri melalui seminar, kuliah praktisi, program magang, sertifikasi kompetensi, hingga kolaborasi strategis dengan perusahaan nasional maupun multinasional. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen UNM dalam menghasilkan lulusan yang tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu berkembang sebagai profesional dan pemimpin di era ekonomi digital,” paparnya.








