Lulusan Tak Cukup IPK Tinggi!

NusamandiriNews, Depok – Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis terus memperkuat komitmennya dalam mencetak lulusan yang siap bersaing di dunia kerja. Memasuki semester akhir, mahasiswa Program Studi Bisnis Digital mendapatkan pembekalan langsung dari praktisi Human Resources (HR) PT Bank OCBC Tbk melalui Seminar Akademik bertajuk “Sukses Melamar Kerja: Strategi Cerdas Menembus Rekrutmen dan Tampil Profesional di Dunia Kerja” yang digelar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) di Aula UNM Kampus Margonda, Jl Margonda Raya No 545, Pondok Cina, Beji, Depok, pada Kamis (2/7).

Seminar ini menjadi bagian dari upaya UNM untuk menjembatani dunia akademik dengan kebutuhan industri, sehingga mahasiswa tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga memahami strategi membangun karier profesional di era transformasi digital.

Baca juga: UNM Gandeng OCBC, Kurikulum Manajemen dan Bisnis Digital Disesuaikan Kebutuhan Industri

Lulusan Tak Cukup IPK Tinggi!

Kegiatan dibuka oleh Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Nusa Mandiri, Dr. Ida Zuniarti, yang menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab menyiapkan lulusan yang mampu menjawab tantangan dunia kerja yang terus berkembang.

“Kesiapan memasuki dunia kerja tidak cukup hanya dengan penguasaan ilmu pengetahuan. Mahasiswa juga perlu memiliki kompetensi yang relevan, karakter profesional, kemampuan beradaptasi, dan semangat belajar sepanjang hayat agar mampu menjawab kebutuhan industri yang terus berkembang,” ujarnya.

Sebagai narasumber utama, Yosep Achmar, Vice President – Human Resources Business Partner (HRBP) PT Bank OCBC Tbk, mengungkapkan bahwa perusahaan saat ini mencari talenta yang memiliki keseimbangan antara kemampuan teknis dan soft skills.

Menurutnya, kemampuan berpikir kritis, komunikasi yang efektif, kolaborasi dalam tim, serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan menjadi faktor penting dalam proses rekrutmen.

Selain itu, mahasiswa juga memperoleh berbagai tips praktis menghadapi dunia kerja, mulai dari menyusun curriculum vitae (CV) yang menarik, membangun personal branding, mempersiapkan diri menghadapi wawancara kerja, hingga memahami kesalahan yang sering dilakukan pelamar selama proses seleksi.

Seminar berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari peserta. Mahasiswa memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berdiskusi mengenai strategi menghadapi psikotes, teknik menjawab pertanyaan wawancara, membangun portofolio profesional, hingga cara meningkatkan daya saing di tengah persaingan kerja yang semakin kompetitif.

Ketua Program Studi Bisnis Digital Universitas Nusa Mandiri, Lia Mazia, menegaskan bahwa pembelajaran di Program Studi Bisnis Digital dirancang agar mahasiswa memiliki kesiapan yang utuh sebelum memasuki dunia profesional.

“Kami ingin mahasiswa Program Studi Bisnis Digital Universitas Nusa Mandiri tidak hanya lulus dengan bekal akademik, tetapi juga memiliki wawasan industri, kompetensi digital, dan kesiapan menghadapi dunia profesional. Karena itu, kami terus menghadirkan praktisi sebagai mitra pembelajaran agar mahasiswa memperoleh pengalaman serta perspektif langsung dari dunia kerja. Harapannya, lulusan kami tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang melalui inovasi dan kewirausahaan digital,” jelasnya dalam rilis yang diterima, pada Jumat (3/7).

Ia menambahkan, Program Studi Bisnis Digital secara konsisten memperkuat kolaborasi dengan dunia industri melalui berbagai program unggulan, seperti kuliah praktisi, project-based learning, program magang, sertifikasi kompetensi, hingga pengembangan karier yang terintegrasi dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.

Menariknya, kehadiran praktisi dari PT Bank OCBC Tbk tidak hanya memberikan pembekalan karier kepada mahasiswa, tetapi juga berkontribusi dalam Forum Diskusi Penyelarasan Kurikulum Fakultas Ekonomi dan Bisnis yang diselenggarakan pada hari yang sama. Sinergi tersebut menjadi bukti nyata komitmen Universitas Nusa Mandiri sebagai Kampus Digital Bisnis dalam menghadirkan pendidikan yang selaras dengan kebutuhan industri, mulai dari penyusunan kurikulum hingga penguatan kompetensi lulusan.

Baca juga: Dosen Bisnis Digital UNM Lolos ILP 2026, Kembangkan AI Pembaca Resume untuk Siapkan Karier Mahasiswa

Ia menyampaikan, melalui kolaborasi yang berk elanjutan dengan dunia usaha dan dunia industri, Program Studi Bisnis Digital Universitas Nusa Mandiri terus membangun ekosistem pembelajaran yang relevan, adaptif, dan berorientasi pada masa depan.

“Dengan kurikulum yang dikembangkan bersama praktisi serta pengalaman belajar yang aplikatif, mahasiswa dipersiapkan tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga profesional, inovator, dan wirausahawan digital yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi digital Indonesia,” tandasnya.