
NusamandiriNews, Jakarta – Tim peneliti Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis memaparkan capaian riset deteksi dini kanker serviks berbasis Artificial Intelligence (AI). Pemaparan ini disampaikan dalam Monitoring dan Evaluasi (Monev) Internal Laporan Kemajuan Hibah Penelitian DPPM Kemdiktisaintek Tahun 2026 yang diselenggarakan LPPM UNM pada Kamis (17/9).
Riset berjudul “Integrasi Segmentation Free Convolutional Neural Networks dan Interpretasi Fitur untuk Klasifikasi Whole Slide Image Sitologi Serviks” ini masuk dalam skema Penelitian Disertasi Doktor (PDD). Tim riset diketuai oleh Prof. Dr. Ir. Dwiza Riana, S.Si, M.M., M.Kom., IPU, ASEAN.Eng., bersama anggota Dr. Nita Merlina, M.Kom., dan Esron Rikardo Nainggolan, M.Kom.
Baca juga:LPPM Universitas Nusa Mandiri Sukses Gelar Monev Internal Hibah Penelitian 2026
Tim Peneliti UNM Gelar Monev Hibah
Tim berhasil mengembangkan kerangka Serviks-TechXAI untuk meningkatkan akurasi analisis citra medis. Pada tahap laporan kemajuan, penerapan metode Adaptive Informative Patch Selection (AIPS) terbukti mampu mengeliminasi rata-rata 73,4 persen bagian citra yang tidak informatif sehingga proses klasifikasi menjadi lebih efisien.
Riset ini telah menghasilkan artikel yang terpublikasi di prosiding internasional terindeks IEEE Xplore pada 12 Agustus 2026, serta artikel ilmiah di Jurnal JITK SINTA 2 yang kini memasuki tahap evaluasi. Ketua LPPM UNM, Andi Saryoko memberikan apresiasi atas kontribusi teknologi medis dari riset unggulan ini.
Baca juga:UNM Dorong Mahasiswa Jadi Pahlawan Digital Lewat Monev Hibah 2025
“Penelitian ini membuktikan bahwa dosen UNM mampu menghadirkan inovasi teknologi bernilai tinggi yang langsung menyentuh kebutuhan dunia medis. LPPM terus mendukung agar hasil riset ini tidak berhenti pada publikasi, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” katanya dalam rilis yang diterima pada Kamis (24/9).
Tim peneliti akan melanjutkan riset pada tahap klasifikasi berbasis Multiple Instance Learning (MIL) dan analisis interpretasi hasil. Penguatan teknologi AI medis ini menjadi wujud komitmen Universitas Nusa Mandiri dalam mendorong perkembangan ilmu pengetahuan dan kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.







