
NusamandiriNews, Depok–Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi entrepreneur muda melalui penyelenggaraan Workshop Pembinaan Startup bertajuk “Pelatihan Bisnis Model dan Perencanaan Bisnis” yang digelar oleh Nusa Mandiri Startup Center (NSC) dan Nusa Mandiri Entrepreneur Center (NEC) pada Selasa (30/6) di UNM Kampus Margonda, Jl Margonda Raya No 545, Pondok Cina, Beji, Depok.
Kegiatan ini menjadi bagian dari program pembinaan startup yang dirancang untuk membekali mahasiswa dengan kompetensi membangun bisnis yang terstruktur, mulai dari menyusun business model, business plan, hingga strategi mengembangkan usaha yang berkelanjutan. Workshop diikuti mahasiswa yang memiliki minat mengembangkan startup maupun bisnis berbasis inovasi sebagai bekal menghadapi persaingan ekonomi digital.
Baca juga:Bisnis Digital Bukan Tren, Ini Karier Masa Depan!
UNM Bekali Mahasiswa Jurus Business Model
Hadir sebagai narasumber, Erlan Bahtiar, CEO Global Mandiri Computer & Consulting, membagikan pengalaman praktis mengenai pentingnya memahami kebutuhan pasar sebelum membangun sebuah bisnis. Menurutnya, banyak startup gagal bukan karena idenya kurang menarik, melainkan karena tidak memiliki model bisnis yang kuat.
“Ide yang hebat saja tidak cukup. Seorang entrepreneur harus memahami siapa pelanggannya, masalah apa yang ingin diselesaikan, bagaimana menciptakan nilai, hingga bagaimana bisnis tersebut dapat menghasilkan keuntungan secara berkelanjutan. Business model dan business plan adalah fondasi utama sebelum sebuah startup tumbuh,” jelas Erlan.
Dalam sesi pelatihan, peserta mempelajari berbagai aspek penting dalam penyusunan model bisnis, mulai dari value proposition, segmentasi pelanggan, strategi pemasaran, operasional, hingga perencanaan keuangan. Materi disampaikan secara aplikatif melalui studi kasus dan diskusi sehingga mahasiswa dapat langsung mengembangkan ide bisnis yang sedang mereka rancang.
Workshop dipandu oleh Siti Nurlela, staf NSC dan NEC, yang mengarahkan jalannya diskusi secara interaktif. Mahasiswa aktif mengajukan pertanyaan mengenai tantangan membangun startup dari nol, validasi ide bisnis, hingga strategi menghadapi kompetisi di era digital.
Sementara itu, Kepala Nusa Mandiri Startup Center (NSC) dan Nusa Mandiri Entrepreneur Center (NEC), Fitra Septia Nugraha menegaskan bahwa pembinaan startup di Universitas Nusa Mandiri dirancang untuk mengubah ide kreatif mahasiswa menjadi bisnis yang siap berkembang.
“Banyak mahasiswa memiliki ide yang luar biasa, tetapi belum memahami bagaimana mengubah ide tersebut menjadi model bisnis yang layak dijalankan. Melalui workshop ini, kami ingin membekali mereka dengan kemampuan menyusun business model dan business plan yang matang agar lebih percaya diri memulai usaha. Di NSC dan NEC, mahasiswa tidak hanya mendapatkan pelatihan, tetapi juga pendampingan berkelanjutan hingga siap mengikuti kompetisi maupun memperoleh pendanaan startup,” jelasnya dalam rilis yang diterima, pada Jumat (10/7).
Ia menambahkan, pembinaan startup di UNM dilakukan secara berkesinambungan melalui proses mentoring, validasi ide, pengembangan produk, coaching bisnis, hingga fasilitasi mengikuti berbagai program inkubasi, kompetisi, dan pendanaan kewirausahaan tingkat nasional.
Baca juga:Mau Bangun Startup? UNM Akan Gelar Pelatihan Business Model Gratis untuk Mahasiswa
Melalui Workshop Pembinaan Startup ini, ungkapnya, Universitas Nusa Mandiri sebagai Kampus Digital Bisnis terus mendorong lahirnya startup-startup inovatif yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus membuka peluang ekonomi baru. Program ini juga menjadi bagian dari komitmen UNM dalam menghasilkan lulusan yang tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga mampu menjadi pencipta lapangan kerja melalui inovasi dan kewirausahaan.
“Sejalan dengan tagline “Ubah Mimpi Jadi Prestasi,” Universitas Nusa Mandiri terus menghadirkan ekosistem pembinaan bisnis yang mendukung mahasiswa mengembangkan ide menjadi startup yang kompetitif, berkelanjutan, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat serta perekonomian Indonesia,” ungkapnya.







