Predikat Unggul UNM Lahir dari 25 Tahun Perjalanan

NusamandiriNews, Jakarta — Seperempat abad bukanlah perjalanan yang singkat bagi sebuah perguruan tinggi. Selama 25 tahun, Universitas Nusa Mandiri (UNM) terus bertumbuh, bertransformasi, dan melahirkan generasi yang diharapkan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Memperingati Dies Natalis ke-25, Rektor Universitas Nusa Mandiri, Prof. Dr. Ir. Dwiza Riana, menyampaikan rasa syukur atas perjalanan panjang yang telah dilalui UNM. Ia menilai, perjalanan tersebut tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak dan semangat seluruh civitas akademika untuk terus mengembangkan institusi.

Baca juga:25 Tahun Universitas Nusa Mandiri, Rektor Tegaskan Perjalanan Panjang Dibangun dari Kepercayaan dan Niat Baik

Predikat Unggul UNM Lahir dari 25 Tahun Perjalanan

“Tentu rasa syukur yang luar biasa bahwa Universitas Nusa Mandiri, yang sebelumnya adalah STMIK Nusa Mandiri, akhirnya sampai juga ya ke usia yang ke-25 tahun,” ujar Prof. Dwiza dalam keterangan rilis yang diterima pada Selasa (11/8).

Ia menjelaskan, perjalanan UNM dimulai pada 2001 dalam bentuk akademi. Dua tahun kemudian, institusi tersebut berkembang menjadi sekolah tinggi pada 2003, sebelum akhirnya mengalami transformasi menjadi Universitas Nusa Mandiri pada 2021.

“Jadi berawal dari tahun 2001 dalam bentuk Akademi, kemudian dilanjutkan 2003 menjadi Sekolah Tinggi, dan tahun 2021 berubah bentuk menjadi Universitas Nusa Mandiri,” jelasnya.

Menurut Prof. Dwiza, perjalanan selama 25 tahun tentu bukan sesuatu yang mudah. Berbagai proses dan tantangan dapat dilalui karena adanya rasa percaya diri serta dukungan dari banyak pihak, khususnya internal dosen dan seluruh civitas akademika yang terus bekerja bersama untuk membawa UNM berkembang.

“Tentu perjalanan 25 tahun ini bukan sesuatu hal yang mudah, tetapi itu dibangun dengan rasa kepercayaan diri, dukungan dari semua pihak, baik dari internal dosen. Tapi saya percaya bahwa yang melandasi itu semua adalah niat baik untuk bermanfaat bagi bangsa dan negara,” tegasnya.

Selama perjalanan tersebut, UNM telah menghasilkan banyak lulusan yang menjadi bagian dari masyarakat dan dunia kerja. Prof. Dwiza menegaskan bahwa lulusan merupakan salah satu bentuk kontribusi nyata UNM, sehingga keberadaannya harus terus diupayakan agar memberikan manfaat bagi bangsa dan negara.

“Sudah banyak UNM berbuat selama 25 tahun, sudah banyak juga alumni-alumni yang dihasilkan dari pembelajaran yang ada di kampus ini. Tentu kami menyadari bahwa produk yang dihasilkan selalu diupayakan agar bermanfaat bagi bangsa dan negara,” ungkapnya.

Ia menambahkan, UNM tidak ingin berhenti pada jumlah lulusan yang telah dihasilkan. Lebih dari itu, universitas terus berupaya memastikan lulusan yang dihasilkan memiliki kualitas dan mampu memberikan kontribusi setelah menyelesaikan pendidikan.

Perjalanan 25 tahun UNM juga semakin bermakna dengan hadirnya sejumlah pencapaian akademik. Salah satunya melalui kepercayaan yang diberikan pemerintah melalui Lembaga Akreditasi Mandiri Informatika dan Komputer (LAM INFOKOM), dengan seluruh Program Studi di bawah Fakultas Teknologi Informasi (FTI) berhasil meraih predikat Unggul.

Prof. Dwiza menjelaskan, sebelumnya Prodi Sistem Informasi, Prodi Informatika jenjang sarjana, serta Prodi Informatika jenjang Magister telah memperoleh predikat Unggul. Pencapaian tersebut kemudian dilanjutkan pada tahun ini melalui Prodi Sains Data dan Prodi Informatika jenjang doktoral yang juga memperoleh predikat Unggul.

“Dan tahun ini menyusul dua prodi, yaitu Prodi Sains Data untuk Unggul, kemudian untuk prodi yang baru, Prodi Informatika S3 atau Program Doktoral juga mendapatkan Unggul,” jelasnya.

Bagi Prof. Dwiza, predikat Unggul bukan sekadar hadiah yang diterima oleh universitas. Lebih jauh, capaian tersebut menjadi bukti bahwa terdapat proses perbaikan yang dilakukan secara berkelanjutan oleh masing-masing program studi bersama seluruh civitas akademika.

“Unggul bukan hal yang semata-mata diterima sebagai sebuah hadiah, tapi ini menunjukkan bahwa masing-masing Kaprodi, masing-masing tim, masing-masing sivitas akademika sudah melakukan satu progres perbaikan,” katanya.

Ia menjelaskan, proses tersebut dilakukan melalui penerapan PPEPP atau Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan. Berbagai masukan yang diperoleh dalam proses akreditasi tidak berhenti sebagai catatan, tetapi diterapkan untuk memperbaiki kualitas penyelenggaraan pendidikan di berbagai bidang.

“PPEPP dilakukan, yaitu melaksanakan apapun masukan yang ada di akreditasi kemudian diterapkan. Kami memperbaiki diri di segala bidang sehingga penilaian di setiap butir-butir instrumen itu menghasilkan kepercayaan bahwa prodi-prodi di UNM itu bisa menjadi Unggul,” tuturnya.

Baca juga:Akreditasi Unggul S3 Doktor Informatika Universitas Nusa Mandiri: Pilihan Tepat Jadi Pemimpin Riset Global dan Inovator Teknologi

Capaian tersebut diharapkan menjadi energi baru bagi seluruh civitas akademika UNM untuk tidak cepat berpuas diri. Predikat Unggul justru menjadi tanggung jawab baru untuk terus memberikan kualitas pendidikan terbaik kepada mahasiswa dan memenuhi harapan orang tua serta seluruh stakeholder.

“Dan mudah-mudahan ini menjadi semangat bagi semua untuk memberikan yang lebih baik lagi kepada mahasiswa, kepada orang tua, kepada seluruh stakeholder yang ada di Universitas Nusa Mandiri,” harap Prof. Dwiza.

Memasuki usia 25 tahun, UNM pun tidak menjadikan pencapaian tersebut sebagai titik akhir. Seperempat abad perjalanan menjadi fondasi untuk terus melakukan perbaikan, meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat kontribusi lulusan, serta menghadirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan zaman.