Pengalaman Baru di Padel

NusamandiriNews, Jakarta – Nusa Mandiri Padel Reunion 2026 tidak hanya menjadi ajang bagi alumni Universitas Nusa Mandiri (UNM) untuk mencoba olahraga padel, tetapi juga menjadi ruang untuk kembali mempererat silaturahmi lintas angkatan. Digelar di Numa Padel, Jatiwaringin, Jakarta Timur, Sabtu (29/8), kegiatan yang diperuntukkan bagi seluruh alumni UNM yang dikenal sebagai Kampus Digital Bisnis tersebut, mempertemukan lulusan dengan beragam latar belakang profesi dan perjalanan karier.

Bagi Bari Casbari, alumni UNM kini berkarier sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemerintah Kota Bekasi, kegiatan tersebut menghadirkan pengalaman yang berbeda. Pasalnya, Nusa Mandiri Padel Reunion 2026 menjadi momen pertamanya mencoba olahraga padel.

Baca juga:Nusa Mandiri Padel Reunion 2026 Jadi Ruang Alumni UNM Kembali Terhubung

Pengalaman Baru di Padel

“Sangat menarik ya, dan jujur ini menjadi momen saya pertama kali main padel dan kayaknya harus main terus nih. Ada kegiatan-kegiatan yang mungkin secara rutin, jadi alumni UNM itu punya grup untuk memaksimalkan padel ini juga,” ujar Chasbari dalam wawancaranya pada Sabtu (29/8).

Antusiasme Chasbari semakin terasa karena kegiatan tersebut tidak hanya memperkenalkan olahraga baru, tetapi juga mempertemukannya dengan alumni UNM dari berbagai angkatan yang sebelumnya belum tentu saling mengenal.

“Sangat-sangat excited. Menariklah. Senang banget bisa bergabung dalam permainan padel ini dan ketemu teman-teman yang mungkin secara alumni kita enggak tahu juga dari mana-mananya,” ungkapnya.

Menurutnya suasana informal seperti olahraga dapat menjadi cara menarik untuk menjaga hubungan antarlulusan. Pertemuan yang berlangsung di lapangan justru membuka kesempatan untuk berkenalan, berbincang, dan membangun kembali jejaring alumni yang tersebar di berbagai bidang.

Di balik aktivitasnya sebagai alumni yang menikmati permainan padel, Chasbari kini menjalani profesi sebagai ASN di Pemerintah Kota Bekasi. Ia bertugas di Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Bekasi dengan tanggung jawab yang berkaitan dengan aplikasi absensi dan kedisiplinan pegawai.

Ia menjelaskan, pekerjaan yang ditanganinya berkaitan dengan berbagai kebutuhan administrasi kepegawaian, terutama dalam aspek kedisiplinan pegawai.

“Aplikasinya terkait dengan kedisiplinan pegawai, dari semua pengajuan terkait pegawai dan lain sebagainya. Lebih spesifiknya lebih ke kedisiplinan pegawai,” jelasnya.

Latar belakang pendidikan Teknik Informatika yang ditempuhnya di UNM menjadi bagian dari perjalanan yang membentuk kompetensinya. Ketika ditanya mengenai mata kuliah yang paling berkesan atau menjadi titik balik hingga akhirnya berkarier sebagai ASN, Chasbari justru tidak menunjuk satu mata kuliah tertentu.

Pengalaman tersebut membuat Chasbari memberikan apresiasi kepada almamater yang menurutnya telah memberikan ruang untuk berkembang hingga dirinya dapat berada pada posisi saat ini.

“Sebelumnya secara pribadi saya terima kasih kepada Universitas Nusa Mandiri yang sudah memberikan ruang kepada saya untuk tumbuh dan sampai sekarang ini,” katanya.

Memasuki usia ke-25 tahun, UNM sebagai Kampus Digital Bisnis mendapat doa dan harapan dari para alumninya. Chasbari berharap UNM dapat terus mempertahankan kualitasnya sekaligus konsisten melahirkan lulusan yang memiliki kompetensi dan mampu memberikan manfaat di bidang masing-masing.

“Buat UNM, semoga tetap jadi yang terbaik dan intinya bisa menciptakan atau meluluskan orang-orang yang berkompeten dan bermanfaat di dunianya masing-masing,” harapnya.

Menurutnya keberhasilan perguruan tinggi tidak hanya dapat dilihat dari proses pendidikan yang berlangsung di dalam kampus, tetapi juga dari kontribusi para lulusannya setelah terjun ke masyarakat dan dunia profesional. Karena itu ia berharap UNM dapat terus menjadi ruang pendidikan yang membekali mahasiswa agar mampu menghadapi kehidupan setelah menyelesaikan studi.

Casbari juga memberikan pesan khusus kepada mahasiswa UNM dan calon mahasiswa yang sedang mempersiapkan diri memasuki perguruan tinggi. Menurutnya, masa kuliah harus dimanfaatkan secara serius karena menjadi kesempatan untuk membangun kompetensi dan mempersiapkan masa depan.

Ia mengingatkan mahasiswa UNM agar mengikuti proses pendidikan dengan baik dan tidak menganggap remeh setiap pembelajaran yang diberikan selama berada di kampus.

“Untuk adik-adikku yang mungkin nanti akan lulus dan calon mahasiswa UNM, tetap semangat, ikuti aturan yang ada di UNM. Setiap mata kuliah atau apa pun yang terkait di UNM harus benar-benar dipelajari,” pesannya.

Menurutnnya waktu sekitar empat tahun yang dihabiskan untuk menyelesaikan pendidikan tidak boleh berlalu tanpa hasil. Mahasiswa perlu memiliki kesadaran untuk terus belajar dan mengembangkan dirinya.

Ia pun menutup pesannya dengan mengajak mahasiswa untuk belajar dengan sungguh-sungguh agar mampu menjadi lulusan yang tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga kompetensi dan manfaat bagi lingkungan.

Baca juga: Bukan Sekadar Reuni! Nusa Mandiri Padel Reunion 2026 Siap Satukan Alumni di Lapangan

“Intinya belajar yang rajin buat adik-adikku dan menjadi lulusan terbaik dan menjadi orang-orang yang tentunya bermanfaat di bidangnya,” pungkasnya.

Nusa Mandiri Padel Reunion 2026 akhirnya menunjukkan bahwa hubungan alumni dengan almamater tidak berhenti ketika wisuda selesai. Dari lapangan padel, alumni kembali menemukan ruang untuk bersilaturahmi, berbagi cerita, dan mengingat kembali perjalanan yang pernah dimulai dari bangku kuliah.

Bagi Casbari, pertemuan tersebut menjadi pengalaman baru sekaligus pengingat bahwa jejaring alumni dapat terus tumbuh di tengah perjalanan masing-masing. Dari Teknik Informatika UNM hingga menjadi ASN di Kota Bekasi, perjalanannya menjadi salah satu cerita bahwa ilmu dan pengalaman selama kuliah dapat menjadi bagian dari bekal untuk berkontribusi di dunia profesional dan masyarakat.