
NusamandiriNews, Jakarta – Alumni Universitas Nusa Mandiri (UNM) yang lebih dikenal sebagai Kampus Digital Bisnis bertemu dalam ruang yang baru di Nusa Mandiri (Numa) Padel Reunion 2026. Pertemuan yang berlangsung di Numa Padel, Jatiwaringin, Jakarta Timur, pada Sabtu (29/8), menjadi ruang bagi alumni untuk kembali terhubung, bertukar pengalaman, dan membagikan cerita perjalanan setelah menyelesaikan pendidikan.
Salah satu alumni yang hadir adalah Sigit Prayogo, lulusan UNM tahun 2020 yang kini berkarier sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Dinas Pendidikan DKI Jakarta. Kehadirannya dalam kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk kembali bertemu dengan sesama alumni sekaligus berbagi cerita mengenai perjalanan pendidikan dan karier yang telah dilaluinya.
Baca juga:Alumni UNM Temukan Pengalaman Baru di Padel
Nusa Mandiri Padel Reunion 2026
Bagi Sigit kegiatan reuni dengan konsep olahraga seperti ini memberikan pengalaman yang menyenangkan. Tidak hanya karena bisa mencoba aktivitas bersama, tetapi juga karena ia dapat bertemu alumni dari berbagai latar belakang profesi.
“Seru sih, sangat seru. Kita bisa bertukar cerita satu sama lain, saling berbagi pengalaman juga. Ada yang dari profesional sampai tenaga ahli, jadi kita bisa bertukar informasi. Jadi nambah relasi,” ujar Sigit dalam wawancaranya pada Sabtu (29/8).
Menurutnya pertemuan alumni menjadi kesempatan untuk memperluas jejaring sekaligus mendapatkan wawasan dari pengalaman orang lain. Apalagi, alumni UNM kini telah menempuh perjalanan karier yang beragam setelah meninggalkan bangku perkuliahan.
Perjalanan Sigit menuju dunia profesional tidak berlangsung tanpa tantangan. Ia menyelesaikan pendidikan pada 2020, ketika pandemi COVID-19 mulai berdampak besar terhadap berbagai sektor, termasuk dunia kerja.
Situasi tersebut membuat pencarian pekerjaan menjadi tantangan tersendiri. Namun, di tengah kondisi tersebut, Sigit mendapatkan kesempatan mengikuti program magang bersertifikat di Bank Mandiri melalui dukungan dari pihak kampus.
“Waktu itu saya lulus tahun 2020, pas zaman Covid pertama. Waktu itu mencari pekerjaan sangatlah susah. Dan kebetulan dibantu oleh Pak Faisal, saya bisa magang di Bank Mandiri selama enam bulan,” tuturnya.
Pengalaman magang tersebut kemudian menjadi bagian penting dalam perjalanan profesional Sigit. Setelah memperoleh pengalaman di Bank Mandiri, ia melanjutkan karier di sektor perbankan swasta selama kurang lebih tiga tahun sebelum akhirnya berkesempatan menjadi ASN di DKI Jakarta.
“Dari situ saya bisa berpengalaman di bank tersebut dan saya bisa bekerja di bank swasta selama kurang lebih tiga tahun. Kemudian baru saya menjadi ASN di DKI Jakarta,” jelasnya.
Cerita tersebut menunjukkan bahwa perjalanan menuju karier tidak selalu berlangsung lurus. Pengalaman pertama di dunia kerja dapat menjadi pijakan untuk membuka kesempatan berikutnya.
Baginya kesempatan magang pun dapat menjadi lebih dari sekadar pemenuhan kebutuhan akademik. Pengalaman tersebut dapat menjadi ruang untuk mengenal dunia profesional sekaligus memperkaya pengalaman yang dapat digunakan ketika memasuki proses pencarian kerja.
Salah satu keputusan yang dianggap Sigit sebagai titik penting dalam perjalanan pendidikannya di UNM adalah memilih mengikuti perkuliahan kelas sore. Pilihan tersebut membuatnya dapat menjalankan aktivitas pekerjaan pada pagi hari sekaligus tetap menyelesaikan pendidikan. Baginya, sistem perkuliahan di UNM yang fleksibel memberikan kesempatan untuk mengatur waktu antara pekerjaan dan pendidikan.
“Karena mungkin saya di Universitas Nusa Mandiri itu dulu memilih kelas sore. Fleksibel ya, ada kelas pagi sama kelas sore. Saya pilih kelas sore dan paginya saya bekerja,” katanya.
Kemampuan mengatur waktu tersebut kemudian menjadi pengalaman yang menurutnya penting. Ia belajar bagaimana membagi tanggung jawab antara pekerjaan dan pendidikan secara lebih teratur.
“Titik baliknya di situ. Saya jadi bisa memanage waktu, ya lebih baiklah,” ungkapnya.
Pengalaman Sigit menjadi gambaran bahwa kuliah sambil bekerja membutuhkan kemampuan mengelola waktu dan komitmen. Namun, ketika dijalani dengan perencanaan yang baik, keduanya dapat berjalan berdampingan dan justru memberikan pengalaman yang saling melengkapi.
Perjalanan Sigit juga menunjukkan bahwa pendidikan tinggi dapat menjadi bagian dari proses membangun kesiapan karier. Pendidikan yang dijalani bersamaan dengan pengalaman bekerja memberinya kesempatan untuk mengenal dua lingkungan sekaligus.
Setelah menyelesaikan pendidikan dan memperoleh pengalaman di sektor perbankan, Sigit kemudian melanjutkan perjalanan profesionalnya hingga menjadi ASN di Dinas Pendidikan DKI Jakarta.
Perjalanan tersebut sekaligus menjadi salah satu cerita alumni UNM yang menunjukkan bahwa latar belakang perguruan tinggi swasta tidak menjadi penghalang untuk mengikuti perjalanan karier di sektor pemerintahan, selama persyaratan yang ditetapkan dapat dipenuhi.
Menurut Sigit, salah satu hal yang mendukung kesempatan tersebut adalah status akreditasi perguruan tinggi yang menjadi bagian dari persyaratan ketika ia mengikuti proses seleksi ASN.
Memasuki usia ke-25 tahun, UNM mendapatkan harapan dari para alumninya agar terus berkembang. Sigit berharap UNM sebagai Kampus Digital Bisnis dapat semakin maju, memperkuat kualitas akademiknya, serta menghadirkan lebih banyak program studi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja.
“Harapan saya untuk UNM adalah semakin maju. Saya juga nggak tahu kalau ternyata UNM punya lapangan padel, baru sekali ini tahu. Mudah-mudahan makin maju aja, sukses selalu untuk UNM, akreditasinya, dan lebih banyak lagi untuk prodi-prodinya,” harapnya.
Baginya perkembangan kampus tidak hanya penting bagi mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan, tetapi juga menjadi kebanggaan bagi alumni yang membawa nama almamater di tengah perjalanan profesional masing-masing.
Pengalaman Sigit yang dimulai dari bangku kuliah, bekerja sambil belajar, mengikuti program magang, hingga akhirnya berkarier sebagai ASN menjadi gambaran bahwa proses membangun masa depan membutuhkan ketekunan dan keberanian mengambil kesempatan.
Baca juga:Bukan Sekadar Reuni! Nusa Mandiri Padel Reunion 2026 Siap Satukan Alumni di Lapangan
Perjalanan tersebut juga memperlihatkan pentingnya memanfaatkan fasilitas dan peluang yang tersedia selama menjadi mahasiswa. Kuliah tidak hanya tentang menyelesaikan mata kuliah dan memperoleh ijazah, tetapi juga tentang membangun pengalaman, jejaring, serta kesiapan menghadapi dunia kerja.
Nusa Mandiri Padel Reunion 2026 pun menjadi pengingat bahwa perjalanan alumni akan terus berkembang setelah masa perkuliahan berakhir. Alumni yang kini bekerja di sektor pemerintahan, profesional, maupun bidang lainnya tetap memiliki ruang untuk kembali terhubung dengan almamater dan sesama lulusan.
Dari kelas sore di UNM, pengalaman magang bersertifikat di tengah pandemi, hingga akhirnya menjadi ASN di Dinas Pendidikan DKI Jakarta, perjalanan Sigit menunjukkan satu hal sederhana bahwa karier tidak selalu dimulai dari langkah besar. Kadang, ia dimulai dari keputusan kecil untuk tetap kuliah, tetap bekerja, dan berani mengambil kesempatan ketika pintu terbuka.








