
NusamandiriNews, Jakarta – Suasana hangat dan penuh keakraban mewarnai Nusa Mandiri (Numa) Padel Reunion 2026 yang mempertemukan alumni Universitas Nusa Mandiri (UNM) dalam suasana santai di Numa Padel, Jatiwaringin, Jakarta Timur, pada Sabtu (29/8). Bukan sekadar menjadi ajang olahraga bersama, kegiatan ini juga menjadi ruang bagi alumni untuk kembali bertemu, berbagi cerita, sekaligus menjaga hubungan dengan almamater.
Kegiatan yang diperuntukkan bagi seluruh alumni UNM yang dikenal sebagai Kampus Digital Bisnis tersebut berlangsung mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai. Di antara alumni yang hadir, terdapat Nuryani Mawar Putri, akrab disapa Mawar, alumni UNM kampus Margonda yang baru saja menyelesaikan pendidikan S2 Program Magister Ilmu Komputer pada tahun 2026.
Baca juga: Nusa Mandiri Padel Reunion 2026, Jadi Ruang Baru Bagi Alumni UNM
Banyak Cerita Perjalanan Alumni
Kehadiran Mawar dalam reuni tersebut menjadi menarik karena perjalanan profesionalnya cukup panjang. Ia saat ini menjabat sebagai Direktur PT Intijasa Kreatif dan telah sekitar 15 tahun berkecimpung di industri Event Organizer, khususnya bidang Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE).
Bagi Mawar pertemuan seperti Nusa Mandiri Padel Reunion bukan hanya tentang olahraga. Lapangan padel menjadi ruang untuk kembali bertemu dengan teman-teman lama, dosen, sekaligus memperpanjang jejaring yang telah dibangun sejak masa kuliah.
“Senang ya, di belakang ada teman-teman dari alumni Nusa Mandiri dan dosen saya dulu yang juga penguji saya di S1. Masih keep contact sama saya, Pak Faisal contohnya, terus menghubungi saya dan mem-follow up,” ujar Mawar dalam wawancaranya pada Sabtu (29/8) kemarin.
Menurutnya, komunikasi yang terus terjaga membuat alumni tetap memiliki kesempatan untuk mengetahui berbagai kegiatan yang diselenggarakan UNM. Bahkan, ia berharap kehadirannya dalam kegiatan alumni bukan menjadi pertemuan terakhir.
“Insyaallah ini bukan yang pertama dan yang terakhir, tapi akan konsisten untuk menjaga silaturahmi dengan kampus Nusa Mandiri. Kalau silaturahmi jalan terus, insyaallah rezeki juga lancar,” lanjutnya.
Di balik aktivitasnya sebagai profesional di industri MICE, Mawar memilih untuk kembali menempuh pendidikan tinggi. Ia menyelesaikan pendidikan S2 Magister Komputer di UNM pada 2026, sebuah keputusan yang menurutnya tidak mudah karena harus membagi waktu antara pekerjaan, pendidikan, dan keluarga.
Menurut Mawar, pengalaman profesional yang telah dimiliki perlu berjalan beriringan dengan pengetahuan akademis. Baginya, pengalaman selama bertahun-tahun di dunia kerja akan menjadi semakin bermakna ketika terus diperkuat dengan ilmu.
“Experience juga memang harus dilatih dengan experience. Kita punya experience juga harus ditambah dengan ilmu. Yang pasti, saya ingin balance dalam sebuah kehidupan. Jadi, walaupun sebenarnya sulit ya, bekerja sambil kuliah itu bukan hal yang mudah, membagi waktu, membagi fokus, apalagi sudah berkeluarga,” ungkapnya.
Menariknya, pendidikan S2 yang ditempuh Mawar tidak berdiri terpisah dari pekerjaannya. Ia justru membawa pengalaman profesionalnya ke dalam proses akademik dengan mendalami bidang Artificial Intelligence (AI) dan digitalisasi.
Dalam tesisnya, Mawar mengambil fokus pada Artificial Intelligence dan mengembangkan sebuah platform digital yang berkaitan dengan dunia kerja yang selama ini digelutinya. Proses tersebut menjadi pengalaman yang menurutnya membanggakan karena ilmu yang diperoleh selama dua tahun pendidikan dapat diterapkan secara langsung dalam kebutuhan profesional.
“Dua tahun untuk bisa fokus menggali banyak paper, membaca banyak paper-paper di jurnal yang berkaitan dengan pengembangan AI, pengembangan digitalisasi. Itu satu kebanggaan untuk saya pribadi secara akademis yang sangat terintegrasi dengan dunia kerja,” jelasnya.
Nusa Mandiri Padel Reunion 2026 kemudian menjadi salah satu momentum bagi Mawar untuk kembali terhubung dengan lingkungan UNM yang pernah menjadi bagian penting dalam perjalanan pendidikannya.
Ia menilai hubungan antara alumni dan almamater perlu terus dijaga. Tidak harus selalu melalui kegiatan formal, pertemuan santai seperti olahraga bersama juga dapat menjadi ruang untuk memperkuat silaturahmi sekaligus membuka kembali jejaring profesional.
Bagi alumni yang telah memasuki dunia kerja, jejaring tersebut memiliki nilai penting. Teman kuliah yang dahulu bertemu di ruang kelas dapat berkembang menjadi rekan profesional, mitra kolaborasi, bahkan menjadi bagian dari jaringan yang saling mendukung dalam perjalanan karier.
Mawar juga memberikan apresiasi terhadap para dosen UNM yang menurutnya memiliki kompetensi akademik yang kuat. Ia menilai mahasiswa maupun alumni perlu terus mengikuti perkembangan yang diberikan oleh para akademisi agar tidak kehilangan kesempatan untuk berkembang.
“Yang pasti ini sudah Unggul. Dan ternyata pas sudah kenal para dosen di dalamnya tuh luar biasa banget. Kalau kita enggak ngikutin speed-nya mereka, pasti kita akan rugi banget,” tuturnya.
Sebagai alumni, Mawar berharap UNM dapat semakin dikenal dan mampu berdiri sejajar dengan perguruan tinggi unggulan lainnya di Indonesia. Ia juga berharap para dosen yang telah memberikan ilmu dan membantunya selama menjalani pendidikan senantiasa diberikan kesehatan.
Baca juga:Alumni UNM Temukan Pengalaman Baru di Padel
“Doa dan harapannya semoga semua dosen yang sudah memberikan saya ilmu, yang sudah membantu saya banyak hal sehingga akan berdampak di dunia kerja nanti, semoga mereka sehat selalu. Semoga UNM juga menjadi sama rata di mata orang, memang ini kampus yang sangat luar biasa, bisa setara dengan kampus-kampus unggul lainnya di Indonesia, menjadi yang terbaik,” ungkapnya.
Nusa Mandiri Padel Reunion 2026 pada akhirnya bukan hanya tentang siapa yang menang atau kalah di lapangan. Di balik raket, bola, dan tawa alumni, ada cerita tentang perjalanan yang terus bergerak, jejaring yang kembali tersambung, serta almamater yang tetap menjadi bagian dari perjalanan para lulusannya.
Mawar menjadi salah satu gambaran bahwa menjadi alumni bukan berarti meninggalkan kampus sepenuhnya. Setelah lulus, perjalanan justru memasuki babak baru, membawa ilmu dari kampus ke dunia kerja, membangun pengalaman, lalu kembali lagi untuk menyambung silaturahmi.








