Nur Khofifah

NusamandiriNews, Jakarta – Lapangan padel menjadi ruang pertemuan yang berbeda bagi alumni Universitas Nusa Mandiri (UNM) dalam gelaran Nusa Mandiri Padel Reunion 2026 di Numa Padel, Jatiwaringin, Jakarta Timur, Sabtu (29/8).

Kegiatan yang diperuntukkan bagi seluruh alumni UNM yang dikenal sebagai Kampus Digital Bisnis tersebut tidak hanya menghadirkan aktivitas olahraga, tetapi juga membuka kesempatan bagi alumni untuk saling mengenal, berbagi pengalaman, dan memperluas jejaring profesional.

Baca juga:Banyak Cerita Perjalanan Alumni di Numa Padel Reunion 2026

Temukan Insight Baru

Salah satu alumni yang ikut merasakan pengalaman tersebut adalah Nur Khofifah, yang akrab disapa Fifah lulusan Program Studi Manajemen UNM Kampus Jatiwaringin yang menyelesaikan pendidikannya pada Desember 2025. Kini, ia bekerja di Paragon Corp, pada divisi Supply Chain Management yang berfokus pada pengadaan packaging material untuk berbagai produk.

Bagi Fifah Nusa Mandiri Padel Reunion 2026 menjadi pengalaman yang menarik karena sekaligus menjadi kesempatan pertamanya mencoba olahraga padel. Namun, pengalaman baru tersebut justru membuka cerita yang lebih luas karena ia dapat bertemu dengan alumni UNM dari berbagai latar belakang profesi.

“Seru banget! Apalagi untuk aku yang belum pernah nyoba padel sama sekali, dan ini pertama kali aku nyoba padel. Ketemu juga sama alumni-alumni yang ternyata enggak aku kenal sebelumnya. Jadi kita bisa ngobrol, kita bisa sharing,” ujar Fifah dalam wawancaranya pada Sabtu (29/8).

Menurutnya pertemuan alumni memberikan kesempatan untuk mengetahui perjalanan karier sesama lulusan UNM yang ternyata memiliki profesi dan bidang usaha yang beragam. Dari percakapan santai tersebut, ia mendapatkan gambaran bahwa jejaring alumni dapat menjadi ruang berbagi pengetahuan yang berharga.

“Jadi kita bisa sharing knowledge dari mereka. Oh ternyata ada alumni yang kerja di perusahaan A, ada alumni yang punya perusahaan, ada yang punya beberapa usaha,” ungkapnya.

Sebagai pemula, Fifah mengaku tidak langsung piawai ketika pertama kali memegang raket padel. Ia bahkan sempat mengalami momen lucu saat mencoba mengembalikan bola.

“Nepok angin pertama ya,” katanya sambil tertawa.

Pengalaman tersebut menjadi gambaran bahwa kegiatan alumni tidak harus selalu berlangsung dalam suasana formal. Aktivitas olahraga justru dapat menjadi pintu masuk untuk menciptakan interaksi yang lebih cair sekaligus mempertemukan alumni dari berbagai generasi.

Setelah menyelesaikan pendidikan di UNM, Fifah kini menjalani aktivitas profesional di bidang Supply Chain Management. Secara lebih spesifik, ia bekerja sebagai expediter material packaging dengan tanggung jawab menangani proses impor material packaging dari China dan Thailand.

Material tersebut digunakan untuk kebutuhan berbagai produk yang dikenal masyarakat, termasuk Emina, Wardah, Kahf, dan sejumlah produk lainnya.

“Kalau teman-teman tahu itu ada Emina, Wardah, Kahf, dan lain sebagainya, itu produknya, packaging-nya itu dari aku yang datangin. Tapi untuk bahan bakunya itu dari planner lain,” jelasnya.

Meski bidang pekerjaannya memiliki karakter yang lebih spesifik pada pengadaan barang dan operasional rantai pasok, Fifah menilai ilmu yang diperolehnya selama kuliah Manajemen di UNM tetap memiliki keterkaitan dengan pekerjaannya.

Menurutnya pembelajaran Manajemen di UNM memiliki cakupan yang luas dan banyak berkaitan dengan dunia bisnis. Sementara dalam pekerjaannya saat ini, ia perlu memahami proses pengadaan barang, stock opname, hingga berbagai aktivitas yang berkaitan dengan operasional perusahaan.

“Actually serumpun, tapi kurang lebih kalau di Manajemen UNM itu lebih ke digital bisnis. Kalau di Supply Chain Management itu lebih ke teknik industrinya, jadi pengadaan barang dan jasanya, stock opname-nya,” tuturnya.

Fifah juga menilai perjalanan menuju dunia profesional tidak hanya dibentuk melalui materi perkuliahan. Selama menjadi mahasiswa, ia berusaha mengembangkan kemampuan melalui berbagai aktivitas di luar kelas, termasuk mempelajari public speaking, teknik presentasi, hingga mengikuti program internship.

Pengalaman tersebut menurutnya menjadi bekal yang membantu ketika memasuki dunia kerja. Kemampuan akademik yang diperoleh di bangku kuliah kemudian dilengkapi dengan pengalaman dan keterampilan yang dibangun melalui berbagai aktivitas di luar perkuliahan.

Ada cerita unik lain yang membuat Fifah memiliki kedekatan tersendiri dengan UNM. Ia menyebut usia UNM saat ini kurang lebih sama dengan usianya.

“Umur UNM by the way sama kayak umur aku. Jadi UNM berdiri, aku lahir. Jadi umur kita sama, 25 tahun,” ujarnya sambil tertawa.

Memasuki usia ke-25 tahun, Fifah berharap UNM terus berkembang dan semakin banyak melahirkan mahasiswa maupun mahasiswi yang berprestasi serta memiliki potensi untuk memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.

“Harapannya dan doanya untuk Nusa Mandiri, terus berkembang, terus menjadi lebih baik, terus melahirkan mahasiswa dan juga mahasiswi yang berprestasi dan juga berpotensi untuk berguna bagi orang-orang di sekitarnya,” ungkapnya.

Bagi calon mahasiswa UNM yang sedang mempertimbangkan pilihan perguruan tinggi, Fifah berpesan agar tidak ragu untuk memilih UNM. Menurutnya, kesempatan mengembangkan diri tidak hanya terbatas pada pembelajaran akademik, tetapi juga dapat diperoleh melalui berbagai pengalaman yang mendukung kesiapan memasuki dunia profesional.

Ia juga menyoroti keberadaan program internship dan entrepreneurship yang menurutnya dapat menjadi pilihan bagi mahasiswa dengan minat yang berbeda.

“Untuk adik-adik jangan ragu untuk kuliah di UNM karena aku dengar-dengar sekarang ini sudah ada program internship-nya juga. Jadi itu sangat bermanfaat banget buat kalian yang mau terjun ke dunia kerja,” ujarnya.

Sementara bagi mahasiswa yang tidak ingin langsung berkarier sebagai profesional, ia menyebut kesempatan mengembangkan jiwa kewirausahaan juga dapat menjadi pilihan.

Baca juga:Nusa Mandiri Padel Reunion 2026, Jadi Ruang Baru Bagi Alumni UNM

“Kalaupun kalian enggak mau terjun di dunia kerja atau di dunia profesional, kalian bisa belajar di Nusa Mandiri Entrepreneur Center (NEC). Jadi untuk adik-adik, pilihlah apa yang menurut kalian terbaik, salah satunya mungkin di UNM,” lanjutnya.

Nusa Mandiri Padel Reunion 2026 akhirnya menjadi lebih dari sekadar pertandingan olahraga. Bagi Fifah, padel menjadi pintu untuk bertemu dengan alumni yang sebelumnya tidak dikenalnya, membuka percakapan baru, bertukar pengetahuan, sekaligus melihat lebih luas perjalanan para lulusan UNM sebagai Kampus Digital Bisnis di dunia profesional.

Lapangan padel jejaring kembali terhubung. Dari obrolan santai, pengalaman dan pengetahuan berpindah. Sebab menjadi alumni bukan berarti cerita dengan kampus selesai saat wisuda, melainkan bisa menjadi awal dari perjalanan baru untuk terus terhubung, belajar, dan tumbuh bersama.