
NusamandiriNews, Jakarta — Komitmen Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis dalam memperkuat ekosistem riset, teknologi, dan inovasi kembali diwujudkan melalui Nusa Mandiri Excellent Center of Artificial Intelligence and Innovation (NEX.Ai). Pusat unggulan tersebut menginisiasi pendirian IEEE Geoscience and Remote Sensing Society (GRSS) Student Branch Chapter di lingkungan UNM.
Inisiatif ini menjadi langkah strategis untuk membuka ruang lebih luas bagi mahasiswa dalam mengembangkan kompetensi, riset, inovasi, dan jejaring internasional di bidang geoscience, remote sensing, artificial intelligence (AI) serta teknologi terkait.
Baca juga:NEX.Ai UNM Tembus Finalis BRIN AIDeaNation 2026, Bawa Inovasi AI Berkelanjutan
NEX.Ai UNM Inisiasi IEEE GRSS Student Branch
IEEE GRSS merupakan bagian dari IEEE yang berfokus pada bidang geoscience dan remote sensing. Kehadiran Student Branch Chapter menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengikuti seminar, workshop, proyek, kolaborasi riset, hingga membangun jejaring dengan akademisi dan praktisi.
Ketua NEX.Ai, Dr. Ali Khumaidi, mengatakan inisiasi tersebut diharapkan membawa mahasiswa UNM lebih dekat dengan perkembangan teknologi dan riset global.
“Kami ingin mahasiswa UNM memiliki ruang yang lebih luas untuk belajar, melakukan riset, berkolaborasi, dan membangun jejaring dengan komunitas akademik maupun profesional di tingkat internasional. Inisiasi IEEE GRSS Student Branch ini merupakan salah satu langkah untuk membawa mahasiswa lebih dekat dengan perkembangan teknologi dan riset global,” kata Dr. Ali dalam keterangan rilis yang diterima, pada Jumat (4/9).
Menurutnya, perkembangan AI memiliki keterkaitan yang semakin luas dengan teknologi geoscience dan remote sensing. Pemanfaatannya dapat dikembangkan untuk pengolahan data spasial, citra satelit, pemetaan, lingkungan, kebencanaan, pertanian, hingga pengembangan smart city.
“Kami melihat banyak peluang kolaborasi antara artificial intelligence dengan geoscience dan remote sensing. Data dan teknologi tersebut dapat dikembangkan menjadi berbagai solusi untuk persoalan nyata, mulai dari lingkungan, kebencanaan, pertanian, tata ruang, hingga pembangunan kota cerdas. Mahasiswa perlu diberikan kesempatan untuk mengeksplorasi bidang-bidang tersebut sejak dini,” ujarnya.
Dr. Ali menegaskan, Student Branch tidak sekadar diarahkan sebagai organisasi mahasiswa, tetapi menjadi bagian dari ekosistem pengembangan kompetensi dan inovasi. Mahasiswa diharapkan dapat terlibat dalam kegiatan ilmiah, technical workshop, proyek, riset bersama, hingga kolaborasi dengan mahasiswa dan peneliti dari berbagai institusi.
“Target kami bukan hanya memiliki nama atau status sebagai Student Branch, tetapi bagaimana chapter ini benar-benar aktif dan memberikan manfaat bagi mahasiswa. Kami ingin lahir berbagai kegiatan yang menghasilkan output, seperti riset, publikasi, prototype, kompetisi, seminar, maupun kolaborasi internasional,” jelasnya.
Selanjutnya, NEX.Ai mendorong pengembangan berbagai kegiatan seperti guest lecture, technical workshop, research collaboration, competition, dan project-based learning, termasuk kolaborasi bersama komunitas IEEE GRSS di tingkat nasional maupun internasional.
Baca juga:Indonesia Jadi Tuan Rumah IEEE YESIST12 2026, Universitas Nusa Mandiri Bawa Inovator Dunia ke Bekasi
Inisiatif tersebut sekaligus memperkuat peran NEX.Ai sebagai pusat pengembangan AI dan inovasi Universitas Nusa Mandiri. Mahasiswa dari berbagai program studi dapat berkolaborasi dengan memadukan kompetensi AI, Sains Data, Sistem Informasi, Informatika, penginderaan jauh, dan analitik data untuk menghasilkan karya inovatif.
“Sebagai Kampus Digital Bisnis, UNM terus mendorong mahasiswa tidak hanya menguasai teknologi, tetapi juga memiliki pengalaman riset, kolaborasi, dan global exposure. Melalui inisiasi IEEE GRSS Student Branch, UNM memperluas ruang bagi generasi muda untuk menghasilkan inovasi yang relevan serta berkontribusi dalam perkembangan teknologi global,” tutupnya.




