
NusamandiriNews, Bekasi – Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis kembali menorehkan prestasi di kancah internasional. UNM resmi dipercaya menjadi host penyelenggaraan IEEE YESIST12 (Youth Endeavors for Social Innovation using Sustainable Technology) Grand Finale 2026 di Indonesia, sebuah forum inovasi dan kompetisi teknologi bergengsi di bawah naungan Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE), organisasi profesi teknik terbesar di dunia.
Ajang internasional tersebut akan berlangsung pada 2–3 Oktober 2026 di BSI Convention Center, Bekasi, Jawa Barat, dan diproyeksikan menghadirkan mahasiswa, peneliti muda, akademisi, inovator, profesional, hingga pelaku industri dari berbagai negara.
Baca juga: Mahasiswa Sains Data UNM Tembus Grand Final IEEE YESIST12 2026 Lewat Aplikasi AI iMosque
Indonesia Jadi Tuan Rumah IEEE YESIST12 2026
IEEE YESIST12 menjadi wadah kolaborasi global bagi generasi muda untuk menghadirkan solusi berbasis teknologi yang mampu menjawab berbagai tantangan sosial sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Kompetisi ini menghadirkan sejumlah kategori bergengsi, di antaranya Innovation Challenge Track, MakerFair Track, WePOWER Track, iENGAGE Track, Special Track, hingga Junior Einstein Track, yang mencakup bidang Artificial Intelligence (AI), Internet of Things (IoT), energi berkelanjutan, kesehatan digital, teknologi pendidikan, hingga smart city.
Sebagai tuan rumah, Universitas Nusa Mandiri memiliki peran strategis dalam mempertemukan talenta muda Indonesia dengan jejaring inovasi internasional yang dibangun IEEE bersama berbagai mitra global. Kepercayaan ini sekaligus menjadi pengakuan atas komitmen UNM dalam membangun ekosistem riset, inovasi, dan kolaborasi internasional.
Rektor Universitas Nusa Mandiri, Prof. Dr. Dwiza Riana, mengatakan bahwa penyelenggaraan IEEE YESIST12 Grand Finale 2026 menjadi momentum penting untuk menunjukkan kapasitas Indonesia sebagai bagian dari ekosistem inovasi global.
“Menjadi tuan rumah IEEE YESIST12 Grand Finale 2026 merupakan sebuah kehormatan bagi Universitas Nusa Mandiri sekaligus peluang besar bagi Indonesia untuk menunjukkan potensi generasi mudanya di tingkat internasional. Kami berharap forum ini melahirkan inovasi yang tidak hanya unggul secara teknologi, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Non Akademik Universitas Nusa Mandiri, Arif Hidayat, menilai penyelenggaraan IEEE YESIST12 merupakan langkah strategis dalam memperkuat internasionalisasi kampus sekaligus memperluas kolaborasi lintas negara.
“IEEE YESIST12 bukan sekadar kompetisi inovasi, tetapi juga platform kolaborasi global yang mempertemukan mahasiswa, peneliti, akademisi, dan industri dari berbagai negara. Kami ingin memberikan ruang yang lebih luas bagi talenta Indonesia untuk menunjukkan kapasitasnya sekaligus membangun jejaring internasional yang akan bermanfaat bagi pengembangan riset dan inovasi di masa depan,” jelasnya dalam rilis yang diterima, pada Senin (20/7).
Selain menjadi ajang kompetisi, IEEE YESIST12 Grand Finale 2026 juga akan menghadirkan presentasi riset, pameran prototipe inovasi, diskusi ilmiah, serta peluang kolaborasi antara perguruan tinggi, industri, pemerintah, dan komunitas global dalam mengembangkan solusi teknologi berkelanjutan.
Melalui penyelenggaraan ajang internasional ini, katanya, Universitas Nusa Mandiri sebagai Kampus Digital Bisnis kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong budaya riset, inovasi, dan kewirausahaan berbasis teknologi.
“Kehadiran IEEE YESIST12 Grand Finale 2026 di Indonesia diharapkan tidak hanya memperkuat posisi UNM di tingkat global, tetapi juga membuka lebih banyak peluang kolaborasi internasional bagi mahasiswa, dosen, peneliti, serta mitra industri dalam menciptakan inovasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat dunia,” tutupnya.








