
NusamandiriNews, Jakarta – Perubahan teknologi yang cepat, transformasi digital, serta kehadiran kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) menuntut perguruan tinggi untuk menyesuaikan kompetensi lulusannya. Menjawab tantangan tersebut, Program Studi (Prodi) Manajemen Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis mengarahkan pembelajarannya agar tetap relevan dengan kebutuhan dunia usaha dan industri modern.
Ketua Program Studi (prodi) Manajemen Universitas Nusa Mandiri, Instianti Elyana, menegaskan pentingnya keterkaitan antara kurikulum kampus dengan realitas industri. Menurutnya, mahasiswa tidak hanya dibekali teori konseptual, tetapi juga kemampuan berpikir kritis serta adaptasi dalam situasi nyata.
Baca juga: Asah Soft Skill, Mahasiswa Manajemen UNM Didorong Aktif Berorganisasi
Prodi Manajemen UNM Dorong Pembelajaran Berbasis Digital
“Mahasiswa perlu mendapatkan pembelajaran yang memiliki keterkaitan dengan perkembangan dunia usaha dan industri. Karena itu, mereka harus dibekali bukan hanya dengan teori, tetapi juga kemampuan berpikir, beradaptasi, dan menerapkan ilmu dalam situasi nyata,” katanya dalam rilis yang diterima, pada Senin (14/9).
Ia menjelaskan bahwa dunia bisnis saat ini telah bergeser secara signifikan ke arah digital. Penggunaan data untuk pengambilan keputusan, pemasaran digital, hingga pemanfaatan teknologi AI telah menjadi bagian inti dari operasional perusahaan.
Kondisi tersebut membuat lulusan manajemen dituntut memiliki pemahaman lintas disiplin. Mahasiswa tidak hanya menguasai konsep dasar manajemen, tetapi juga memahami dampak teknologi pada lini pemasaran, sumber daya manusia, keuangan, hingga pengembangan bisnis baru.
“Mahasiswa manajemen tidak harus menjadi programmer. Tetapi mereka harus memahami bagaimana teknologi digunakan untuk menciptakan nilai dan meningkatkan proses bisnis,” tutur Instianti menambahkan.
Untuk mendukung hal itu, Prodi Manajemen UNM menyelaraskan kurikulumnya melalui materi pembelajaran yang aplikatif. Mahasiswa diajak menganalisis kasus bisnis nyata dari berbagai skala industri, sekaligus aktif dalam kegiatan praktis kampus seperti proyek kewirausahaan dan organisasi.
Baca juga:Mahasiswa Manajemen UNM Didorong Manfaatkan Pembelajaran Berbasis Proyek
“Pendekatan ini berfokus pada penguatan kompetensi teknis dan soft skills, mulai dari komunikasi, kolaborasi, hingga kepemimpinan. Visi ini diperkuat melalui kurikulum yang mencakup Manajemen Pemasaran, Digital Entrepreneurship, Business Modeling, hingga Hukum dan Etika Bisnis,” tegasnya.
Kesiapan tenaga kerja tidak hanya ditentukan oleh penguasaan perangkat teknologi saat ini, melainkan oleh kemampuan untuk terus belajar. Pendidikan manajemen yang relevan diharapkan menjadi fondasi utama bagi mahasiswa untuk tetap adaptif di tengah perubahan arus industri esok hari.








