Tim B-LINE UNM Paparkan Inovasi Bengkel Online

NusamandiriNews, Jakarta — Tim B-LINE (Bengkel Online) Universitas Nusa Mandiri (UNM) sukses melaksanakan Penilaian Kemajuan Pelaksanaan dan Pelaporan (PKP2) Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2026 pada Senin (14/9). Sesi evaluasi ini menjadi momentum penting untuk mempresentasikan capaian serta potensi keberlanjutan inovasi layanan otomotif berbasis digital.

B-LINE hadir memadukan teknologi digital dengan kebutuhan perawatan kendaraan agar masyarakat memperoleh akses bengkel secara praktis, cepat, dan transparan. UNM sebagai Kampus Digital Bisnis mendukung penuh pengembangan platform ini yang berfokus pada validasi pengguna, penguatan strategi pemasaran, hingga kesiapan model bisnis.

Baca juga:Akreditasi Unggul Jadi Bukti, Doktor Informatika UNM Serius Garap Riset Teknologi

Tim B-LINE UNM Paparkan Inovasi Bengkel Online

Ketua Tim B-LINE, Muhammad Rizky Agus, menyampaikan bahwa masukan dari tim penilai dalam PKP2 menjadi bahan evaluasi penting untuk menyempurnakan kualitas layanan B-LINE ke depan.

“PKP2 menjadi momentum bagi kami untuk melihat kembali sejauh mana B-LINE berkembang dan memberikan manfaat. Masukan yang kami terima menjadi bahan evaluasi untuk menyempurnakan layanan, memperkuat model bisnis, dan memastikan B-LINE dapat terus berkembang sebagai solusi bengkel berbasis digital. Kami bersyukur seluruh proses dapat kami lalui dengan baik dan kami siap melanjutkan perjuangan menuju PIMNAS 2026,” ujar Rizky.

Dosen Pendamping Tim B-LINE, Johan Hendri Prasetyo, menyoroti pentingnya pembuktian implementasi layanan di tengah masyarakat. Ia menekankan bahwa inovasi mahasiswa harus memiliki fondasi usaha yang kuat dan terukur.

“B-LINE memiliki kekuatan pada upayanya mengintegrasikan kebutuhan layanan otomotif dengan pemanfaatan teknologi digital. Selama proses pendampingan, tim terus diarahkan untuk tidak berhenti pada ide, tetapi mampu membuktikan implementasi, melakukan validasi, membaca respons pengguna, serta membangun keberlanjutan program,” jelas Johan.

Dukungan juga mengalir dari Ketua Program Studi (prodi) Bisnis Digital UNM, Lia Mazia. Ia mengapresiasi keandalan para mahasiswa dalam menjawab tantangan nyata di masyarakat melalui pendekatan teknologi terapan.

“Tim B-LINE menunjukkan bagaimana mahasiswa Bisnis Digital dapat mengembangkan solusi berbasis teknologi dari permasalahan yang dekat dengan kehidupan masyarakat. PKP2 bukan merupakan akhir, tetapi menjadi bagian penting untuk memperkuat kesiapan tim menghadapi tahapan kompetisi dan pengembangan inovasi berikutnya,” katanya dalam rilis yang diterima, pada Jumat (18/9).

Baca juga:Informatika Unggul, Siap Rebut Karier Digital!

Ia menegaskan bahwa keberhasilan melewati tahapan PKP2 ini memicu Tim B-LINE untuk mematangkan strategi pemasaran digital dan meningkatkan pengalaman pengguna.

“Dengan evaluasi yang berkelanjutan, B-LINE optimistis melangkah menuju ajang PIMNAS 2026 sekaligus menghadirkan layanan bengkel digital yang berdampak nyata bagi publik,” tutupnya.