
NusamandiriNews, Jakarta — Universitas Nusa Mandiri (UNM) terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran berwawasan global melalui penerapan Collaborative Online International Learning (COIL). Metode ini memfasilitasi mahasiswa dari berbagai negara untuk belajar dan merancang proyek bersama secara daring.
COIL hadir sebagai solusi atas tantangan batas geografis dengan memanfaatkan kemajuan teknologi digital. Melalui metode yang juga dikenal sebagai virtual exchange ini, mahasiswa dapat merasakan pengalaman pertukaran pelajar internasional tanpa harus bepergian ke luar negeri.
Baca juga:Akreditasi Unggul, Sains Data UNM Makin Siap Cetak Talenta Digital Masa Depan
UNM Kembangkan Metode COIL
UNM sebagai Kampus Digital Bisnis menilai pendekatan ini tidak sekadar menjadi ajang diskusi via aplikasi panggilan video. Mahasiswa diajak berkolaborasi memecahkan masalah, mengolah ide bisnis, hingga menghasilkan karya nyata secara berkelompok dengan rekan antarnegara.
Ketua Kantor Urusan Internasional UNM, Arif Hidayat, menyampaikan bahwa implementasi COIL menjadi langkah strategis kampus untuk memperluas jangkauan global bagi seluruh mahasiswa.
“Melalui COIL, mahasiswa UNM tidak hanya mendapatkan international exposure, tetapi juga international experience secara langsung. Kami ingin memastikan ruang kelas digital kami dapat menjadi pintu bagi mahasiswa untuk mengasah soft skill, komunikasi lintas budaya, dan kolaborasi global yang sangat dibutuhkan di dunia kerja modern,” katanya dalam rilis yang diterima, pada Jumat (18/9).
Baca juga:Akreditasi Unggul Jadi Bukti, Doktor Informatika UNM Serius Garap Riset Teknologi
Program ini, ungkapnya, proses pembelajaran di UNM dihubungkan secara langsung dengan kebutuhan ekosistem bisnis global. Mahasiswa dibekali kemampuan beradaptasi di lingkungan kerja multikultural sejak masih berada di bangku kuliah.
“Hal ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan UNM dalam mencetak lulusan yang adaptif dan berdaya saing internasional. Dengan memanfaatkan teknologi digital secara optimal, batas antarnegara kini bukan lagi penghalang untuk belajar, berkarya, dan berinovasi bersama,” tutupnya.







