NusamandiriNews–Di tengah pesatnya perkembangan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI), pilihan jurusan kuliah tidak lagi sekadar mengikuti tren, tetapi harus mempertimbangkan relevansi jangka panjang. Salah satu jurusan yang kini semakin diminati siswa kelas 12 adalah data science dan tren ini bukan tanpa alasan.
AI kini telah merambah hampir seluruh sektor industri, mulai dari kesehatan, keuangan, hingga pendidikan. Namun, di balik kecanggihan teknologi tersebut, terdapat satu elemen kunci yang sering luput dari perhatian: data. Tanpa data yang berkualitas dan terkelola dengan baik, AI tidak akan mampu bekerja secara optimal.
Baca juga:AI Boleh, Tapi Harus Beretika
Era AI Butuh Ahli Data
Di sinilah peran data science menjadi sangat krusial. Jurusan ini tidak hanya mengajarkan teknologi, tetapi juga bagaimana mengolah, menganalisis, dan menerjemahkan data menjadi insight yang bernilai bagi pengambilan keputusan. Dengan kata lain, data science adalah jembatan antara data mentah dan strategi bisnis yang efektif.
Berbagai laporan industri global menempatkan profesi data scientist sebagai salah satu pekerjaan dengan pertumbuhan tercepat dan tingkat permintaan yang tinggi. Tidak hanya itu, posisi ini juga dikenal menawarkan kompensasi yang kompetitif. Di Indonesia, tren ini semakin terasa seiring berkembangnya ekonomi digital dan meningkatnya kebutuhan perusahaan terhadap pengambilan keputusan berbasis data.
Sebagai praktisi pendidikan, saya melihat bahwa memilih jurusan data science merupakan bentuk investasi masa depan. Ini bukan sekadar pilihan pragmatis, melainkan langkah strategis untuk memasuki dunia kerja yang semakin berbasis teknologi dan analitik.
Namun, memilih jurusan saja tidak cukup. Calon mahasiswa juga perlu cermat dalam memilih institusi pendidikan. Kampus yang berada dekat dengan ekosistem industri, khususnya di wilayah Jakarta Timur, memiliki keunggulan tersendiri dalam membuka akses peluang magang, kolaborasi, hingga penyerapan kerja.
Lebih dari itu, kualitas kurikulum dan pendekatan pembelajaran menjadi faktor penentu. Pendidikan data science yang efektif harus mampu menggabungkan teori dengan praktik, serta adaptif terhadap perkembangan AI dan big data yang sangat dinamis.
Universitas Nusa Mandiri (UNM) hadir sebagai salah satu institusi pendidikan yang fokus pada pengembangan kompetensi di bidang ini. Dengan kurikulum yang dirancang selaras dengan kebutuhan industri, mahasiswa tidak hanya dibekali pemahaman konseptual, tetapi juga pengalaman praktis melalui proyek nyata dan program magang.
Sebagai Kampus Digital Bisnis, pendekatan pembelajaran di UNM ini mengintegrasikan aspek teknologi dan bisnis. Hal ini penting, karena di dunia kerja, kemampuan teknis perlu diimbangi dengan pemahaman konteks bisnis agar solusi yang dihasilkan benar-benar aplikatif.
Selain itu, fleksibilitas sistem perkuliahan mulai dari kelas reguler, kelas malam (18.00–21.30), hingga kelas akhir pekan memberikan kesempatan lebih luas bagi mahasiswa dengan berbagai latar belakang untuk tetap bisa mengakses pendidikan berkualitas.
Pada akhirnya, data science bukan sekadar jurusan, melainkan jawaban atas kebutuhan era AI. Bagi siswa kelas 12 yang ingin membangun karier di bidang teknologi dengan prospek yang jelas dan berkelanjutan, pilihan ini layak dipertimbangkan secara serius.
Di tengah perubahan yang begitu cepat, mereka yang mampu membaca data akan menjadi pihak yang mampu membaca masa depan.
Penulis: Bryan Givan, Kepala Kampus Universitas Nusa Mandiri Kampus Jatiwaringin









