NusamandiriNews, Jakarta — Perkembangan pesat kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan transformasi digital telah mengubah lanskap dunia kerja secara signifikan. Perusahaan kini tidak lagi cukup mencari tenaga kerja dengan kemampuan dasar teknologi, tetapi membutuhkan profesional IT dengan keahlian tingkat lanjut yang mampu menciptakan solusi inovatif. Kondisi ini menjadikan program magister informatika sebagai pilihan strategis di era digital.
Berdasarkan laporan LinkedIn Global Talent Trends, permintaan terhadap talenta dengan keahlian AI, machine learning, dan data science terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Hal serupa juga ditegaskan oleh World Economic Forum yang menyebut keterampilan teknologi tingkat lanjut sebagai faktor kunci dalam persaingan tenaga kerja global.
Baca juga: Kejar Akreditasi Unggul, UNM Perkuat Prodi Sains Data & S3 Informatika
S2 Informatika Jadi Kunci Naik Level Karier
Ketua Program Studi Informatika (S2) Universitas Nusa Mandiri, Prof Dr Agus Subekti, menegaskan bahwa pendidikan lanjutan kini menjadi kebutuhan mutlak bagi profesional IT.
“Di era AI seperti sekarang, profesional IT tidak bisa berhenti belajar. Teknologi berkembang sangat cepat, sehingga peningkatan kompetensi menjadi kebutuhan agar tetap mampu bersaing,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa program magister informatika tidak hanya memperdalam kemampuan teknis, tetapi juga membentuk pola pikir kritis dan analitis.
“Mahasiswa magister dituntut untuk mampu mengembangkan solusi berbasis teknologi untuk berbagai permasalahan nyata di industri,” tambahnya.
Fenomena meningkatnya kebutuhan tenaga ahli teknologi terlihat dari semakin banyaknya perusahaan yang mencari kandidat dengan kualifikasi pendidikan lanjutan. Bahkan, sejumlah posisi strategis di bidang AI, data science, hingga cybersecurity kini mensyaratkan gelar magister.
Selain itu, kemunculan bidang baru seperti computer vision, blockchain, dan big data analytics semakin memperkuat urgensi pendidikan lanjutan bagi profesional IT yang ingin tetap relevan dan kompetitif.
Sementara itu, Bryan Givan selaku kepala kampus UNM kampus Jatiwaringin menambahkan, jenjang magister membuka peluang karier yang lebih luas dan strategis.
“Profesional yang melanjutkan studi ke jenjang magister memiliki kesempatan naik ke level strategis, baik sebagai expert, researcher, maupun pemimpin di bidang teknologi,” ungkapnya dalam rilis yang diterima, pada Kamis (2/4).
Ia juga menekankan pentingnya memilih institusi pendidikan yang selaras dengan kebutuhan industri.
“Program magister harus dirancang adaptif terhadap perkembangan teknologi agar lulusan benar-benar siap menghadapi tantangan dunia kerja,” jelasnya.
Sebagai Kampus Digital Bisnis, Universitas Nusa Mandiri menghadirkan Program Magister Informatika yang dirancang sesuai kebutuhan industri digital masa kini, dengan fokus pada pengembangan teknologi masa depan seperti AI dan sains data.
Baca juga:Manfaat Tes Minat Bakat dalam Menentukan Jurusan Kuliah dan Karir
Tak hanya itu, UNM juga telah meraih akreditasi Unggul untuk Program Magister Informatika (S2), memperkuat posisinya sebagai institusi pendidikan tinggi yang kompetitif dan relevan dengan kebutuhan global.
Pendaftaran mahasiswa baru Universitas Nusa Mandiri telah dibuka. Informasi lengkap dapat diakses melalui https://pmb.nusamandiri.ac.id/.
Di tengah persaingan global yang semakin ketat, melanjutkan pendidikan ke jenjang magister di Universitas Nusa Mandiri sebagai Kampus Digital Bisnis bukan lagi sekadar pilihan, melainkan investasi penting. Dengan kompetensi yang lebih mendalam dan relevan, peluang untuk berkembang di dunia kerja pun semakin terbuka lebar.









