
NusamandiriNews, Jakarta – Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis terus memperkuat kompetensi mahasiswanya agar mampu menjawab kebutuhan industri digital yang semakin kompleks. Melalui Program Studi Sistem Informasi, UNM sukses menyelenggarakan Workshop Digital System Planning & Interface Design Series: From Blueprint to Experience secara daring melalui Zoom Meeting pada Sabtu (4/7).
Workshop ini diikuti oleh mahasiswa Semester 2 dan Semester 7 sebagai bagian dari upaya meningkatkan kompetensi dalam memahami proses perencanaan sistem digital (digital system planning) hingga perancangan antarmuka (interface design) yang berorientasi pada pengalaman pengguna atau user experience (UX).
Baca juga:UI/UX Bukan Soal Tampilan, Tapi Solusi!
Mahasiswa UNM Dibekali Blueprint hingga UI/UX
Hadir sebagai narasumber utama, Harsi Rianto, Manager Enterprise Architecture PT Imukomputer.com, Braindev Sistema, membagikan pengalaman dan praktik terbaik dalam membangun sistem digital yang tidak hanya kuat dari sisi teknologi, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan bisnis dan memberikan pengalaman terbaik bagi pengguna.
Dalam pemaparannya, Harsi menjelaskan bahwa pengembangan aplikasi modern harus dimulai dari blueprint atau perencanaan sistem yang matang. Menurutnya, keberhasilan sebuah sistem tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis pengembang, tetapi juga oleh pemahaman terhadap kebutuhan pengguna sejak tahap awal perancangan.
“Membangun sistem digital bukan sekadar menulis kode program. Prosesnya dimulai dari memahami kebutuhan bisnis, menyusun blueprint yang terstruktur, kemudian menerjemahkannya ke dalam desain antarmuka yang intuitif agar pengguna memperoleh pengalaman terbaik saat menggunakan aplikasi,” jelas Harsi.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan dipandu oleh Titin Kristiana, sebagai moderator. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang disampaikan seputar digital system planning, interface design, enterprise architecture, hingga implementasi konsep User Experience (UX) dalam pengembangan aplikasi modern.
Selain memperoleh materi konseptual, mahasiswa juga diajak memahami berbagai studi kasus dan pengalaman nyata dari dunia industri. Peserta mendapatkan gambaran menyeluruh mengenai tahapan pengembangan sistem digital, mulai dari analisis kebutuhan, penyusunan blueprint, desain antarmuka, hingga implementasi solusi yang mampu memberikan nilai tambah bagi pengguna.
Ketua Program Studi Sistem Informasi Universitas Nusa Mandiri, Dr. Sukmawati Anggraeni Putri, mengatakan bahwa penguasaan kompetensi digital saat ini tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan pemrograman.
“Industri membutuhkan lulusan yang mampu melihat pengembangan sistem secara menyeluruh, mulai dari analisis kebutuhan, perencanaan, desain, hingga memastikan solusi yang dibangun benar-benar memberikan pengalaman terbaik bagi pengguna. Melalui workshop ini, kami ingin mahasiswa memahami bahwa teknologi yang baik selalu berangkat dari kebutuhan pengguna dan tujuan bisnis yang jelas,” ujarnya dalam rilis yang diterima, pada Senin (6/7).
Ia menambahkan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Program Studi Sistem Informasi Universitas Nusa Mandiri dalam menghadirkan pembelajaran yang selaras dengan perkembangan industri digital.
“Sebagai bagian dari Universitas Nusa Mandiri sebagai Kampus Digital Bisnis, kami terus menghadirkan berbagai workshop, seminar, dan kolaborasi dengan praktisi industri agar mahasiswa memiliki kompetensi yang relevan, adaptif, dan siap menghadapi tantangan transformasi digital. Kami ingin lulusan Sistem Informasi tidak hanya menjadi developer, tetapi juga menjadi problem solver yang mampu menciptakan solusi digital yang inovatif dan berdampak,” tambahnya.
Melalui penyelenggaraan Workshop Digital System Planning & Interface Design Series: From Blueprint to Experience, Universitas Nusa Mandiri sebagai Kampus Digital Bisnis kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak talenta digital yang unggul, inovatif, dan siap bersaing di era transformasi digital.
Sejalan dengan semangat “Ubah Mimpi Jadi Prestasi,” UNM akan terus menghadirkan program pengembangan kompetensi yang memperkuat sinergi antara dunia akademik dan industri, sehingga mahasiswa memiliki bekal yang kuat untuk berkarier maupun menciptakan inovasi digital di berbagai sektor.








