NusamandiriNews, Jakarta — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis. Kali ini, kolaborasi dosen dan mahasiswa UNM berhasil lolos dalam Program Pendanaan Riset dan Pengabdian Tahun 2026, melalui inovasi digital yang menyasar langsung kebutuhan masyarakat.
Program pengabdian tersebut diusung oleh tim yang terdiri dari Siti Nurlela, Siti Masturoh, Riki Supriyadi, bersama mahasiswa Maria Olivia dan Naysha Syifa Ardana. Mereka mengangkat judul “Penerapan Sistem Informasi PKK Kelurahan Cipinang Melayu Berbasis Website untuk Pengelolaan Administrasi dan Pemberdayaan UP2K”.
Baca juga:Lolos Hibah PkM 2026, UNM Digitalisasi PKK Cipinang Melayu lewat Sistem Berbasis Website
Digitalisasi PKK Berbasis Website dari UNM Lolos Pendanaan 2026
Program ini dirancang sebagai solusi konkret untuk mendigitalisasi sistem administrasi PKK sekaligus memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui UP2K (Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga). Melalui platform berbasis website, pengelolaan data kegiatan, pelaporan, hingga pengembangan usaha keluarga dapat dilakukan secara lebih efektif, transparan, dan terintegrasi.
Ketua pelaksana, Siti Nurlela, menegaskan bahwa inovasi ini merupakan bentuk nyata kontribusi akademisi dalam menjawab tantangan era digital.
“Melalui inovasi ini, kami ingin menghadirkan solusi yang tidak hanya mempermudah administrasi, tetapi juga mendorong peningkatan kesejahteraan keluarga melalui program UP2K. Digitalisasi menjadi kunci agar program PKK semakin adaptif dan berdampak luas,” ujarnya dalam rilis yang diterima, pada Senin (20/4).
Keberhasilan ini memperkuat posisi Universitas Nusa Mandiri sebagai Kampus Digital Bisnis yang konsisten mendorong kolaborasi antara dosen dan mahasiswa dalam menghasilkan karya inovatif dan aplikatif. Tidak hanya berfokus pada pengembangan akademik, UNM juga menegaskan perannya dalam menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat.
“Dengan lolosnya program ini dalam pendanaan nasional, implementasi diharapkan dapat berjalan optimal dan memberikan dampak berkelanjutan, khususnya bagi masyarakat Kelurahan Cipinang Melayu dalam meningkatkan kualitas administrasi serta mendorong pertumbuhan ekonomi keluarga berbasis digital,” jelasnya.
Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa transformasi digital di tingkat masyarakat bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Kini, saatnya lebih banyak komunitas bergerak dan beradaptasi menuju ekosistem digital yang lebih maju.









