NusamandiriNews, Jakarta – Lulus dari bangku SMA menjadi salah satu fase penting dalam kehidupan generasi muda. Namun, di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan industri, memilih perguruan tinggi kini bukan lagi sekadar mencari tempat untuk mendapatkan gelar sarjana. Lebih dari itu, calon mahasiswa perlu memastikan kampus yang dipilih mampu membekali mereka dengan kompetensi yang relevan dengan dunia kerja.
Fenomena kesenjangan antara lulusan perguruan tinggi dan kebutuhan industri masih menjadi tantangan di Indonesia. Banyak perusahaan kini tidak hanya melihat nilai akademik atau Indeks Prestasi Kumulatif (IPK), tetapi juga mempertimbangkan pengalaman kerja, kemampuan digital, sertifikasi kompetensi, kemampuan komunikasi, serta keterampilan beradaptasi terhadap perubahan teknologi.
Baca juga:7 Universitas di Jakarta yang Mendukung Mahasiswa Menjadi Talenta Unggul di Era Digital
Jangan Asal Kuliah!
Kondisi tersebut membuat banyak lulusan baru menghadapi persaingan yang semakin ketat ketika memasuki dunia kerja. Tidak sedikit yang kesulitan mendapatkan pekerjaan karena minim pengalaman profesional dan kurang memahami kebutuhan industri yang sesungguhnya.
Menjawab tantangan tersebut, Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis terus menghadirkan sistem pendidikan yang dirancang untuk menjembatani kebutuhan akademik dan dunia industri. Melalui berbagai program studi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, UNM berupaya mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap berkarier di era digital.
Kepala Kampus Universitas Nusa Mandiri Kampus Rawamangun, Maruloh, menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi realitas dunia kerja yang terus berubah.
“Mahasiswa saat ini membutuhkan lebih dari sekadar ilmu pengetahuan di ruang kelas. Mereka harus memiliki pengalaman, keterampilan praktis, kemampuan digital, serta pemahaman terhadap kebutuhan industri agar mampu bersaing setelah lulus. Karena itu, Universitas Nusa Mandiri terus menghadirkan program yang mendukung kesiapan karier mahasiswa sejak dini,” ujarnya dalam rilis yang diterima, pada Rabu (24/6).
Salah satu program unggulan yang menjadi pembeda adalah Internship Experience Program (IEP) 3+1, yaitu skema pendidikan yang memungkinkan mahasiswa menjalani tiga tahun perkuliahan dan satu tahun magang profesional di dunia industri.
Melalui program tersebut, katanya, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mendapatkan pengalaman kerja nyata di lebih dari 300 perusahaan mitra nasional dan multinasional, sehingga mampu memahami budaya kerja profesional sekaligus membangun jejaring industri sebelum menyelesaikan studi.
“Selain program magang, mahasiswa Universitas Nusa Mandiri juga didorong aktif mengikuti berbagai kegiatan pengembangan kompetensi seperti pelatihan industri, seminar teknologi, sertifikasi profesi, kompetisi akademik, hingga program rekrutmen dan career development yang difasilitasi oleh Nusa Mandiri Career Center (NCC),” ungkapnya.
Menurut Maruloh, pendekatan tersebut menjadi langkah strategis untuk memastikan lulusan memiliki nilai tambah ketika memasuki dunia kerja.
“Kami ingin mahasiswa tidak hanya lulus dengan ijazah, tetapi juga memiliki portofolio, pengalaman profesional, sertifikasi, dan kompetensi yang benar-benar dibutuhkan industri. Dengan begitu, mereka memiliki peluang yang lebih besar untuk sukses di dunia kerja maupun menjadi entrepreneur di era digital,” tambahnya.
Sebagai Kampus Digital Bisnis, Universitas Nusa Mandiri terus berkomitmen menghadirkan pendidikan tinggi yang relevan dengan perkembangan zaman. Melalui semangat ‘Ubah Mimpi Jadi Prestasi’, UNM mengajak generasi muda untuk tidak hanya mengejar gelar, tetapi juga membangun kompetensi, pengalaman, dan kesiapan karier sejak hari pertama menjadi mahasiswa.
Di tengah persaingan yang semakin kompetitif, memilih kampus yang tepat menjadi investasi penting untuk masa depan. Sebab saat ini, perusahaan tidak hanya mencari lulusan yang pintar secara akademik, tetapi juga individu yang siap berkarya, beradaptasi, dan memberikan solusi di era transformasi digital.










