NusamandiriNews, Jakarta–Budaya riset dan inovasi mahasiswa di Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis terus menunjukkan tren positif. Melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2026, mahasiswa semakin aktif melahirkan solusi berbasis teknologi untuk menjawab berbagai tantangan masyarakat, termasuk meningkatnya ancaman kejahatan siber yang marak terjadi di era digital.
Salah satu inovasi yang tengah menjadi perhatian adalah proposal berjudul “Garuda Cyber Shield: Pengembangan Chatbot Edukasi Phishing Berbasis Large Language Model untuk Meningkatkan Literasi Keamanan Digital Masyarakat.” Proposal ini digagas oleh mahasiswa Program Studi Sistem Informasi, yakni Fadila Hairinnisa, Alya Mukhbita Ariyawan, dan Satria Shobbah Falah, dengan dosen pendamping Titin Kristiana.
Baca juga:Mahasiswa UNM Ciptakan Game untuk Anak ADHD, Lolos Pendanaan PKM Nasional 2026
Mahasiswa UNM Siapkan Chatbot AI Penangkal Kejahatan Siber
Menurut Titin Kristiana selaku dosen pendamping, Inovasi tersebut hadir sebagai respons terhadap meningkatnya kasus phishing atau penipuan digital yang kerap menyasar masyarakat melalui pesan singkat, email, media sosial, hingga situs web palsu.
“Minimnya literasi keamanan digital menjadi salah satu faktor yang membuat banyak pengguna internet masih rentan menjadi korban kejahatan siber,” katanya.
Sementara itu, Fadila Hairinnisa, salah satu tim PKM menyampaikan bahwa melalui pemanfaatan teknologi Large Language Model (LLM), Garuda Cyber Shield dirancang sebagai chatbot edukatif yang mampu memberikan pemahaman interaktif mengenai berbagai modus phishing yang sering digunakan pelaku kejahatan digital.
“Pengguna dapat berinteraksi langsung dengan chatbot untuk mempelajari ciri-ciri penipuan digital, mengenali potensi ancaman siber, serta memperoleh rekomendasi langkah pencegahan yang tepat,” ujarnya.
Selain memberikan edukasi, chatbot ini juga diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga keamanan data pribadi dan mengambil keputusan yang lebih aman saat beraktivitas di ruang digital.
Pengembangan Garuda Cyber Shield menjadi salah satu bukti meningkatnya semangat riset mahasiswa UNM dalam menghasilkan inovasi yang tidak hanya berorientasi akademik, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Melalui PKM 2026, berbagai ide kreatif dari lintas program studi terus bermunculan sebagai bagian dari penguatan budaya penelitian dan inovasi di lingkungan kampus.
Pada kesempatan ini, Koordinator Kemahasiswaan Universitas Nusa Mandiri, Taopik Hidayat, mengatakan bahwa tumbuhnya budaya riset di kalangan mahasiswa merupakan hasil dari proses pembinaan yang berkelanjutan.
“Budaya riset tidak bisa dibangun secara instan, tetapi melalui proses pembiasaan yang konsisten. Saat ini kami melihat mahasiswa semakin berani menuangkan ide, melakukan eksplorasi, serta menawarkan solusi yang relevan terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat,” tegasnya dalam rilis yang diterima, pada Rabu (3/6).
Ia menjelaskan bahwa Program Kreativitas Mahasiswa menjadi wadah strategis untuk melatih mahasiswa berpikir kritis, kreatif, dan berbasis data dalam menyelesaikan permasalahan nyata.
“PKM tidak hanya mengajarkan mahasiswa membuat proposal penelitian, tetapi juga membentuk pola pikir problem solver. Mahasiswa belajar mengidentifikasi masalah, melakukan analisis, dan menghadirkan solusi yang inovatif serta aplikatif,” tambahnya.
Baca juga:Minyak Jelantah Jadi Cuan? Mahasiswa UNM Margonda Lolos PKM Nasional Lewat ECOCANDLE
Sebagai Kampus Digital Bisnis, Universitas Nusa Mandiri terus mendorong mahasiswa untuk mengembangkan inovasi di bidang teknologi, keamanan siber, kecerdasan buatan (AI), dan transformasi digital. Komitmen ini diwujudkan melalui berbagai program pembinaan, pendampingan riset, hingga dukungan terhadap karya-karya mahasiswa yang berpotensi memberikan kontribusi bagi masyarakat.
Melalui inovasi seperti Garuda Cyber Shield, UNM optimistis dapat melahirkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menciptakan solusi teknologi yang relevan, adaptif, dan berdampak luas di tengah pesatnya perkembangan dunia digital.










