NusamandiriNews, Jakarta – Di tengah gelombang transformasi digital yang kian masif, kebutuhan akan sumber daya manusia (SDM) unggul di bidang teknologi informasi menjadi kunci daya saing bangsa. Menjawab tantangan tersebut, Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis menghadirkan Program Studi Magister Informatika yang adaptif, inovatif, dan berorientasi pada kebutuhan industri masa depan.
Mengacu pada laporan McKinsey Global Institute, permintaan tenaga kerja digital terus meningkat, sementara ketersediaan talenta yang kompeten masih terbatas. Kondisi ini membuka peluang besar bagi lulusan magister yang memiliki keahlian spesifik dan aplikatif di bidang teknologi.
Sebagai langkah strategis, pada awal 2026 UNM resmi mentransformasi Program Magister Ilmu Komputer menjadi Program Magister Informatika di bawah Fakultas Teknologi Informasi. Transformasi ini bukan sekadar perubahan nama, melainkan bentuk penyesuaian terhadap dinamika keilmuan dan kebutuhan industri.
Baca juga: Tak Wajib Tesis, Magister Informatika UNM Bisa Lulus Lewat Publikasi dan Inovasi
Mau Karier Melejit di Era Digital
Ketua Program Studi Magister Informatika UNM, Prof. Dr. Agus Subekti, menegaskan bahwa program ini dirancang untuk mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara teori, tetapi juga mampu menghasilkan solusi nyata.
“Transformasi ini kami lakukan untuk memastikan lulusan memiliki kemampuan riset yang kuat sekaligus mampu menghadirkan inovasi yang aplikatif bagi industri dan masyarakat digital,” ujarnya dalam rilis yang diterima, pada Rabu (22/4).
Kurikulum Magister Informatika UNM disusun berbasis kebutuhan industri dengan melibatkan praktisi dan pakar teknologi. Program ini menawarkan tiga peminatan strategis, yakni Artificial Intelligence & Blockchain, Software Engineering & Data Science, serta Computer Vision & Image Processing.
Melalui pendekatan ini, mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga terlibat dalam riset terapan, proyek industri, dan pengembangan solusi digital. Lulusan program ini telah banyak berkarier di posisi strategis seperti IT Consultant, Data Scientist, hingga Digital Transformation Specialist.
Dari sisi kualitas, Program Magister Informatika UNM telah meraih berbagai capaian membanggakan. Program ini mengantongi akreditasi Unggul dari LAM INFOKOM serta predikat Gold Band dalam PIKOBE Rankings 2025 sebagai program studi terdepan dalam inovasi dan kreativitas. Selain itu, prestasi mahasiswa juga turut menonjol, salah satunya melalui capaian IPK 3,98 oleh wisudawan terbaik.
Baca juga:Jangan Salah Pilih! Ini Cara Cerdas Tentukan Konsentrasi S2 Informatika di UNM
Prof. Agus Subekti menambahkan, pencapaian tersebut menjadi pijakan untuk terus berkembang.
“Akreditasi unggul bukanlah akhir, melainkan awal dari lompatan baru untuk mencetak generasi yang mampu memimpin transformasi teknologi dan berkontribusi nyata bagi bangsa,” katanya.
Dengan dukungan dosen berpengalaman serta jejaring industri yang luas, Universitas Nusa Mandiri semakin mengukuhkan posisinya sebagai Kampus Digital Bisnis yang konsisten mencetak talenta digital unggul.
“Bagi profesional muda, akademisi, maupun peneliti yang ingin meningkatkan kompetensi dan mempercepat karier di era digital, Program Magister Informatika UNM menjadi pilihan strategis. Saatnya berinvestasi pada masa depan dan ambil peran dalam transformasi teknologi sekarang juga,” tutupnya.









