NusamandiriNews, Jakarta–Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong inovasi mahasiswa melalui karya nyata di bidang kewirausahaan. Kali ini, inovasi kuliner berbasis kearifan lokal berhasil ditorehkan oleh mahasiswa Program Studi Manajemen melalui produk unggulan “Pempek Kito” yang lolos ke tahap final Program Inovasi Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (PIKMI) 2026 pada skema Wirausaha Mandiri.
Tim yang terdiri dari Abi Rizky Pradana, Elsa Septia Putri, Desta Adi Nugroho, Gendis Aulia Zahrani, dan Keysha Meyuna ini menghadirkan pempek khas Palembang dengan sentuhan modern, tanpa meninggalkan cita rasa autentiknya. Produk ini dibuat dari ikan segar berkualitas tinggi yang dipadukan dengan tepung sagu pilihan, menghasilkan tekstur kenyal dan rasa gurih yang khas.
Baca juga: Masih Ragu Mulai Bisnis? Mahasiswa UNM Ini Sudah Tembus Final PIKMI 2026!
Pempek Kito Tembus Final PIKMI 2026
Keunggulan Pempek Kito tidak hanya terletak pada rasa, tetapi juga pada racikan cuko khas berbahan gula batok asli yang menciptakan perpaduan rasa manis, asam, dan pedas yang seimbang. Resep yang digunakan merupakan warisan keluarga yang tetap dijaga keasliannya, namun dikembangkan melalui proses produksi yang lebih higienis dan terstandar.
Ketua tim, Abi Rizky Pradana, menjelaskan bahwa kualitas menjadi prioritas utama dalam pengembangan produk mereka.
“Kami ingin menghadirkan pempek yang tidak hanya lezat, tetapi juga terjamin kebersihan dan kualitasnya. Seluruh proses produksi kami kontrol secara ketat agar konsumen mendapatkan produk terbaik,” ujarnya.
Seluruh tahapan produksi dilakukan di dapur yang terkontrol, mulai dari pemilihan bahan baku, pengolahan, hingga pengemasan. Pendekatan ini menjadi nilai tambah dalam membangun kepercayaan konsumen terhadap produk kuliner mahasiswa.
Dosen pembimbing, Maruloh, menilai bahwa Pempek Kito memiliki potensi besar untuk berkembang di pasar yang lebih luas.
“Produk ini tidak hanya kuat dari sisi rasa, tetapi juga unggul dalam standar produksi dan strategi bisnis. Ini menjadi modal penting untuk bersaing di industri kuliner,” jelasnya.
Apresiasi juga datang dari Kepala Nusa Mandiri Innovation Center (NIC), Fitra Septia Nugraha, yang melihat inovasi ini sebagai bentuk nyata pengembangan potensi lokal berbasis kewirausahaan.
Baca juga: PIKMI 2026 Dibuka! UNM Siap Hat-trick Juara, Mahasiswa Daftar Sekarang
“Pempek Kito menunjukkan bahwa mahasiswa mampu mengangkat kuliner tradisional menjadi produk yang kompetitif. Dengan kualitas dan higienitas yang terjaga, peluang untuk menembus pasar nasional sangat terbuka,” ungkapnya dalam rilis yang diterima, pada Senin (20/4).
Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa Universitas Nusa Mandiri sebagai Kampus Digital Bisnis tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga aktif mencetak mahasiswa yang inovatif dan siap bersaing di dunia usaha. Capaian ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berinovasi dan mengembangkan potensi lokal menjadi peluang bisnis yang menjanjikan.









