
NusamandiriNews, Jakarta — Pembelian produk yang berawal dari unggahan media sosial kini menjadi dinamika perilaku konsumen yang kompleks di era digital. Memahami alasan konsumen memilih hingga bertransaksi menjadi kemampuan krusial bagi para calon pengelola bisnis.
Program Studi (prodi) Manajemen Universitas Nusa Mandiri (UNM) menekankan pentingnya pemahaman perilaku pasar bagi mahasiswa. UNM sebagai Kampus Digital Bisnis membekali mahasiswa dengan dasar ilmu manajemen yang berpadu dengan perkembangan bisnis digital.
Baca juga:Tantang Perubahan Industri, Prodi Manajemen UNM Dorong Pembelajaran Berbasis Digital
Perilaku Konsumen di Era Digital
Ketua Prodi Manajemen UNM, Instianti Elyana, menyampaikan bahwa keberhasilan sebuah bisnis sangat bergantung pada kemampuan perusahaan memahami kebutuhan dan perubahan konsumennya.
“Bisnis tidak bisa hanya berangkat dari asumsi bahwa produk kita bagus. Kita perlu memahami siapa konsumennya, apa kebutuhannya, bagaimana mereka mengambil keputusan, dan apa yang membuat mereka akhirnya memilih sebuah produk,” katanya dalam rilis yang diterima, pada Selasa (15/9).
Ia menjelaskan bahwa konsumen saat ini semakin kritis dan memiliki akses informasi yang luas melalui mesin pencari, marketplace, hingga ulasan pengguna. Kondisi ini membuat satu komentar negatif sekalipun mampu memengaruhi citra sebuah brand.
“Dulu perusahaan mungkin lebih mudah mengontrol informasi tentang produknya. Sekarang konsumen juga menjadi sumber informasi. Mereka bisa memberikan review, membuat konten, dan membagikan pengalaman kepada publik,” jelasnya.
Terkait fenomena popularitas di media sosial, Instianti Elyana mengimbau mahasiswa untuk membedakan antara tayangan yang melimpah dan keberhasilan transaksi bisnis secara riil.
“Viral itu bisa menjadi awareness, tetapi belum tentu menjadi penjualan. Karena itu, mahasiswa perlu memahami perbedaan antara perhatian, engagement, consideration sampai conversion,” ujarnya.
Ia mendoromg mahasiswa untuk menjadikan media sosial sebagai ruang riset tepercaya untuk mengamati respons konsumen secara sistematis. Pendekatan riset ini juga krusial bagi mahasiswa yang ingin menjadi seorang entrepreneur agar tidak salah merancang produk.
“Cobalah berhenti melihat produk hanya dari sudut pandang perusahaan. Belajarlah melihat produk dari perspektif konsumen. Itu akan mengubah cara kita memahami pemasaran,” tuturnya.
Baca juga:Asah Soft Skill, Mahasiswa Manajemen UNM Didorong Aktif Berorganisasi
Kembali, ia menegaskan bahwa pembelajaran di Prodi Manajemen UNM dirancang untuk menjawab tantangan tersebut melalui kombinasi matakuliah seperti Digital Entrepreneurship, Business Modeling, hingga Manajemen Pemasaran. Mahasiswa diajak mengembangkan kemampuan analitis agar mampu melihat bisnis secara komprehensif.
“Langkah penguatan kapasitas ini disiapkan UNM guna mencetak lulusan yang siap berkarier maupun membangun usaha mandiri. Memahami konsumen berarti memahami jantung sebuah bisnis, tempat strategi dirancang untuk menciptakan nilai yang nyata,” tutupnya.








