
NusamandiriNews, Jakarta Timur – Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pengabdian kepada masyarakat yang berdampak nyata. Melalui Tim Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) EcoWorth, UNM menggelar Pelatihan Branding dan Pemasaran Produk Turunan Eco Enzyme bagi anggota PKK RW 012 Kelurahan Cipinang Melayu, Jakarta Timur, pada Rabu (8/7).
Mengusung tema “Pelatihan Branding dan Pemasaran Produk Turunan Eco Enzyme sebagai Barang Bernilai Ekonomis bagi PKK RW 012 Cipinang Melayu, Jakarta Timur”, kegiatan ini diikuti oleh 13 peserta dan menjadi bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat berbasis ekonomi hijau.
Bac juga:Bukan Mahasiswa Kupu-Kupu! Manajemen UNM Bongkar Rahasia Lolos PKM dan P2MW 2026
PKM UNM Ajarkan Branding Berbasis AI
Pelatihan difokuskan pada penguatan kemampuan peserta dalam membangun identitas produk serta strategi pemasaran agar produk turunan eco enzyme tidak hanya bermanfaat bagi lingkungan, tetapi juga memiliki nilai ekonomi dan daya saing di pasar.
Materi branding disampaikan oleh Raka Muhammad Setia, yang membahas pentingnya penentuan nama merek, logo, desain label, kemasan, hingga membangun citra produk. Menariknya, peserta juga diperkenalkan dengan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk membantu menghasilkan ide desain dan konsep branding secara praktis.
Sementara itu, Nazwa Syifa Fitriani memberikan materi mengenai strategi pemasaran digital, mulai dari menentukan target konsumen, menyusun pesan promosi, hingga membuat konten pemasaran yang dapat dipublikasikan melalui platform seperti WhatsApp dan Instagram.
Ketua Tim PKM-PM EcoWorth, Nazwa Syifa Fitriani, mengatakan bahwa keberhasilan sebuah produk tidak hanya ditentukan oleh kualitasnya, tetapi juga kemampuan dalam membangun merek dan strategi pemasaran.
“Melalui pelatihan ini, kami ingin memberikan pemahaman bahwa sebuah produk membutuhkan identitas yang kuat dan strategi pemasaran yang tepat agar memiliki nilai jual. Kami berharap anggota PKK mampu mengembangkan produk turunan eco enzyme secara lebih mandiri dan percaya diri dalam memasarkannya,” ujar Nazwa.
Ia menambahkan, pemanfaatan AI dalam pelatihan ini menjadi solusi sederhana yang dapat membantu masyarakat menciptakan desain kemasan, konsep promosi, hingga identitas produk tanpa memerlukan biaya besar.
Ketua PKK RW 012 Cipinang Melayu, Ive Sulistia Nenden, mengapresiasi inisiatif mahasiswa Universitas Nusa Mandiri yang dinilai memberikan pengetahuan baru bagi masyarakat.
“Pelatihan ini membuka wawasan kami tentang bagaimana membuat produk lebih menarik dan memasarkan produk kepada masyarakat. Kami berharap ilmu yang diberikan dapat diterapkan sehingga produk hasil pelatihan memiliki peluang berkembang menjadi usaha yang berkelanjutan,” katanya.
Sementara itu, dosen pendamping PKM-PM EcoWorth, Johan Hendri Prasetyo, menegaskan bahwa aspek branding dan pemasaran merupakan kunci keberhasilan dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Produk masyarakat tidak cukup hanya berhenti pada tahap produksi. Produk harus memiliki identitas, strategi komunikasi, dan akses pemasaran agar mampu memberikan manfaat ekonomi secara berkelanjutan. Melalui pelatihan ini, peserta dibekali kemampuan mengelola produk secara lebih komprehensif,” jelasnya dalam rilis yang diterima, pada Kamis (23/7).
Baca juga:Mahasiswa UNM Sulap Eco Enzyme Jadi Sabun dan Hand Sanitizer, Warga Cipinang Melayu Antusias Belajar
Tim PKM-PM EcoWorth yang terdiri dari Nazwa Syifa Fitriani sebagai ketua, Raka Muhammad Setia, Shahnaz Hafiza Bilqis, dan Nasywan Abhinaya berharap pelatihan ini mampu meningkatkan kapasitas anggota PKK dalam mengembangkan produk turunan eco enzyme yang inovatif, ramah lingkungan, dan bernilai ekonomis.
Sebagai Kampus Digital Bisnis, ungkap Johan, Universitas Nusa Mandiri terus mendorong mahasiswa untuk menghadirkan inovasi yang memberikan solusi nyata bagi masyarakat.
“Melalui program EcoWorth, UNM tidak hanya mengedukasi masyarakat tentang pengelolaan limbah organik menjadi produk ramah lingkungan, tetapi juga membekali mereka dengan keterampilan branding, pemasaran digital, dan pemanfaatan teknologi agar mampu menciptakan peluang usaha yang berkelanjutan,” tutupnya.








