Prodi Informatika UNM Kembangkan "Desa Dalam Satu Akses"

NusamandiriNews, Bogor – Tim Fakultas Teknologi Informasi Universitas Nusa Mandiri (UNM) melaksanakan program pengabdian masyarakat di Desa Cimulang pada Selasa (13/10). Kegiatan ini melahirkan inovasi “Desa Dalam Satu Akses” untuk membantu tata kelola data pelayanan publik dan sosial desa.

Melalui program ini, tim mahasiswa dan dosen Informatika S1 merancang platform digital yang disesuaikan langsung dengan kebutuhan warga lokal. Sistem ini tidak hanya memuat informasi desa, tetapi juga difokuskan untuk membantu pendataan warga terlantar, pemetaan kebutuhan disabilitas, integrasi data Posyandu, hingga digitalisasi pencatatan kasus oleh Pekerja Sosial Masyarakat (PSM).

Baca juga:Tim Dosen dan Mahasiswa UNM Sosialisasi “Smart Village” di Balai Desa Cimulang

Prodi Informatika UNM Kembangkan “Desa Dalam Satu Akses”

Pengembangan platform berbasis frictionless dan multi-platform ini terintegrasi dengan Google Maps serta WhatsApp guna mempermudah akses warga. Pendekatan ini dihadirkan agar teknologi dapat digunakan secara praktis oleh seluruh lapisan masyarakat desa.

Ketua Program Studi (prodi) Informatika (S1) UNM, Arfhan Prasetyo, menyampaikan bahwa program ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menerapkan kemampuan teknis dalam mengatasi persoalan nyata di lapangan.

“Melalui kegiatan ini, mahasiswa diasah tidak hanya dalam kemampuan coding atau user experience design, tetapi juga empati digital untuk membaca masalah sosial dan menerjemahkannya ke dalam solusi teknologi. Kami ingin mencetak teknolog yang tidak hanya fasih berbicara dengan mesin, tetapi juga mampu mendengar suara masyarakat,” katanya dalam rilis yang diterima, Senin (19/10).

Baca juga:UNM Jajaki Kerja Sama Internasional dengan Asian Institute of Technology Thailand

Sebagai tindak lanjut, tim akan mematangkan pengembangan modul PSM, sistem pendataan kesehatan anak, hingga fitur catatan pengaduan aspirasi warga. Seluruh rangkaian pengembangan direncanakan berjalan secara berkelanjutan bersama pemerintah desa setempat.

“Langkah ini mempertegas komitmen UNM sebagai Kampus Digital Bisnis dalam mendorong pemanfaatan teknologi yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat. Inovasi berbasis data ini diharapkan dapat mempermudah akses layanan publik sekaligus mendukung terciptanya tata kelola desa yang inklusif,” ungkapnya.