NusamandiriNews, Jakarta–Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis kembali menorehkan prestasi membanggakan melalui capaian akademik dosennya. Di tengah kesibukan menjalankan amanah sebagai Sekretaris Program Studi Informatika (S2) Fakultas Teknologi Informasi, Dr. Eni Heni Hermaliani, S.Kom., M.M., M.Kom. berhasil menyelesaikan studi doktoralnya di Program Doktor Ilmu Komputer (PDIKA), Universitas Dian Nuswantoro (UDINUS), Semarang.
Keberhasilan ini menjadi bukti nyata komitmen UNM dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan daya saing riset di era transformasi digital. Dr. Eni resmi meraih gelar Doktor (S3) setelah sukses mempertahankan disertasinya dalam sidang terbuka sebagai bagian dari lulusan angkatan ke-2 program tersebut.
Baca juga:Keren! Dosen UNM Raih Doktor AI, Siap Ubah Sistem Pembelajaran Digital, Ayo Ikut Jejaknya!
Dosen UNM Kembangkan AI Transparan
Dalam disertasinya yang berjudul “Pengembangan Model Prediksi Kinerja Akademik Mahasiswa pada Platform LMS Menggunakan Metode Ensemble Learning dan Explainable AI”, Dr. Eni menghadirkan inovasi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang menekankan transparansi dalam sistem evaluasi pendidikan.
Pendekatan Explainable AI (XAI) yang digunakan memungkinkan sistem tidak hanya memberikan prediksi performa akademik mahasiswa, tetapi juga menjelaskan faktor-faktor yang memengaruhi hasil tersebut. Hal ini dinilai krusial dalam mendukung pengambilan keputusan berbasis data di lingkungan pendidikan digital.
“Pendekatan ini membantu institusi memahami performa mahasiswa secara lebih mendalam, sekaligus meningkatkan transparansi dalam sistem pembelajaran berbasis LMS,” jelas Dr. Eni.
Perjalanan menuju gelar doktor bukanlah hal yang mudah. Di tengah tanggung jawab sebagai dosen dan pejabat struktural, Dr. Eni harus menghadapi berbagai tantangan, mulai dari manajemen waktu hingga kesiapan riset dan pendanaan.
“Untuk melanjutkan S3 diperlukan kesiapan pada tiga hal utama, yaitu kekuatan riset, pendanaan, dan waktu,” ungkapnya.
Ia juga sempat mengikuti pelatihan bahasa Inggris intensif di Universitas Gadjah Mada sebagai bagian dari persiapan studi lanjut. Meski sempat mempertimbangkan studi ke luar negeri, Dr. Eni akhirnya memilih melanjutkan pendidikan di dalam negeri melalui jalur kerja sama dengan Dikti.
Bagi Dr. Eni, capaian ini bukanlah akhir, melainkan awal dari kontribusi yang lebih besar bagi dunia akademik dan pengembangan riset di Universitas Nusa Mandiri.
“Saat ini kampus telah menyediakan banyak peluang beasiswa. Dengan tuntutan ke depan, dosen perlu terus meningkatkan kualifikasi. Setelah sidang pun, masih banyak hal yang harus dikembangkan,” tambahnya.
Melalui capaian ini, Universitas Nusa Mandiri menegaskan perannya sebagai Kampus Digital Bisnis yang terus mendorong inovasi, riset, dan pengembangan teknologi berbasis AI. Ke depan, hasil penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan digital di Indonesia sekaligus memperkuat posisi UNM sebagai institusi yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing global.









