Rektor UNM Dorong AI

NusamandiriNews, Depok – Rektor Universitas Nusa Mandiri (UNM), Prof. Dr. Ir. Dwiza Riana, menilai bahwa tema International Conference on Information Technology Research and Innovation (ICITRI) 2026, “Next-Generation AI for Human-Centered Innovation and Sustainable Futures” relevan dengan perkembangan sekaligus tantangan teknologi kecerdasan buatan saat ini.

Menurutnya, AI kini tidak hanya berkembang sebagai teknologi, tetapi mulai mengubah berbagai aspek kehidupan, mulai dari cara manusia belajar dan bekerja hingga melakukan penelitian serta menyelesaikan persoalan kompleks. Karena itu, perkembangan AI perlu berjalan beriringan dengan nilai kemanusiaan, tanggung jawab, inklusivitas, dan keberlanjutan.

Baca juga:ICITRI 2026 Bahas Masa Depan AI

Rektor UNM Dorong AI

“Ukuran sebenarnya dari kemajuan AI bukan hanya pada seberapa cerdas teknologi kita nantinya, melainkan pada seberapa bermakna teknologi tersebut dalam meningkatkan kualitas hidup manusia,” ujar Prof. Dwiza dalam sambutannya pada ICITRI 2026 di UNM Kampus Margonda, Depok, Kamis (10/9).

Ia menegaskan, perguruan tinggi memiliki peran yang lebih luas daripada sekadar menghasilkan pengetahuan. Pengetahuan yang lahir dari lingkungan akademik perlu diterjemahkan menjadi inovasi yang mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

UNM sebagai Kampus Digital Bisnis melalui penyelenggaraan ICITRI 2026, Prof. Dwiza berharap konferensi tersebut dapat menjadi ruang untuk memperkuat jejaring penelitian internasional, membuka kolaborasi baru, sekaligus mendorong lahirnya inovasi yang memberikan kontribusi bagi perkembangan sains, teknologi, masyarakat, dan masa depan yang berkelanjutan.

“Di UNM, kami percaya bahwa perguruan tinggi tidak seharusnya hanya menghasilkan pengetahuan, tetapi juga mengubah pengetahuan tersebut menjadi inovasi dan dampak nyata di masyarakat,” katanya.

Baca juga:ICITRI 2026 UNM Segera Digelar, Saatnya Akademisi dan Praktisi Berebut Panggung Inovasi AI

Prof. Dwiza juga mengajak seluruh peserta untuk melihat perkembangan AI bukan semata-mata dari kemampuan teknologinya. Generasi AI berikutnya, menurutnya, perlu diarahkan agar semakin berpusat pada manusia, bertanggung jawab, inklusif, serta mampu memberikan dampak positif bagi kehidupan.

Pesan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa kemajuan teknologi seharusnya tidak berhenti pada pertanyaan tentang seberapa pintar AI, tetapi juga tentang untuk siapa teknologi itu dikembangkan dan perubahan apa yang mampu dihadirkannya.