NusamandiriNews, Jakarta–Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah riset nasional. Rektor UNM, Prof. Dr. Ir. Dwiza Riana, S.Si., M.M., M.Kom., IPU, ASEAN.Eng, berhasil meraih pendanaan Program Hibah Penelitian Disertasi Doktor (PDD) Tahun Anggaran 2026 dari DPPM Kemdiktisaintek.
Dalam penelitian tersebut, Prof. Dwiza Riana bertindak sebagai ketua pengusul dengan mengangkat judul “Pengembangan Metode Interpolasi Citra Presisi Tinggi dan Loss Function Adaptif untuk Stabilisasi Model Deteksi Hama Tanaman Kentang Berbasis Deep Learning”.
Rektor UNM Raih Hibah Nasional 2026!
Riset ini menjadi bagian dari upaya strategis UNM dalam mengembangkan teknologi berbasis Artificial Intelligence (AI) yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat, khususnya di sektor pertanian. Fokus penelitian diarahkan pada peningkatan akurasi dan stabilitas model deteksi hama tanaman kentang melalui pendekatan deep learning.
Tim peneliti yang terlibat dalam riset ini terdiri dari Prof. Dr. Ir. Dwiza Riana sebagai ketua, Dr. Muhammad Haris, M.Eng sebagai anggota, serta Sri Hadianti, M.Kom sebagai mahasiswa doktoral Informatika. Kolaborasi ini diharapkan mampu menghasilkan inovasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga aplikatif di lapangan.
Ketua LPPM Universitas Nusa Mandiri, Andi Saryoko menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut.
“Keberhasilan ini menunjukkan komitmen kuat Universitas Nusa Mandiri dalam mengembangkan riset yang tidak hanya berorientasi publikasi, tetapi juga berdampak nyata bagi masyarakat. Kami optimistis inovasi berbasis AI ini dapat menjadi solusi konkret dalam mendukung sektor pertanian modern,” ujarnya dalam rilis yang diterima, pada Rabu (6/5).
Keberhasilan ini sekaligus menegaskan konsistensi UNM dalam meraih hibah penelitian nasional serta memperkuat posisinya sebagai institusi yang unggul dalam bidang riset dan inovasi. Keterlibatan langsung pimpinan universitas dalam penelitian juga mencerminkan budaya akademik yang produktif dan kolaboratif.
Lebih jauh, hasil riset ini diharapkan mampu mendukung transformasi menuju sistem pertanian cerdas (smart farming). Teknologi yang dikembangkan berpotensi membantu petani dalam mendeteksi hama secara cepat dan akurat, mengurangi kerugian, serta meningkatkan produktivitas pertanian.
Baca juga:Riset Dosen UNM Bongkar Rahasia Loyalitas Konsumen Marketplace, Pebisnis Wajib Tahu!
“Inovasi ini juga berpeluang dikembangkan menjadi aplikasi digital yang dapat dimanfaatkan oleh petani di berbagai wilayah Indonesia, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara luas,” ungkapnya.
Sebagai Kampus Digital Bisnis dengan tagline “Ubah Mimpi Jadi Prestasi”, Universitas Nusa Mandiri terus berkomitmen menghadirkan inovasi teknologi yang relevan, solutif, dan berdampak bagi kemajuan bangsa.
Capaian ini menjadi bukti bahwa riset tidak hanya berhenti di laboratorium, tetapi mampu hadir sebagai solusi nyata bagi kehidupan masyarakat.









