
NusamandiriNews, Bekasi – Teknologi bisa dibuat semakin pintar, tetapi pertanyaan yang lebih sulit justru muncul setelahnya. Untuk siapa teknologi itu dibuat dan persoalan apa yang benar-benar ingin diselesaikannya?
Pertanyaan tersebut menemukan ruangnya dalam Special Track IEEE YESIST12 2026 di Indonesia dengan tuan rumah Universitas Nusa Mandiri (UNM) yang dikenal sebagai Kampus Digital Bisnis, yang digelar dalam rangkaian Grand Finale IEEE YESIST12 2026 di BSI Convention Center, Bekasi, 2–3 Oktober 2026. Sejak diperkenalkan pada 2020, kategori ini menjadi ruang bagi inovator muda untuk mengembangkan teknologi yang tidak berhenti pada kecanggihan, tetapi memiliki tujuan, empati, dan nilai guna bagi masyarakat.
Baca juga:Maker Fair IEEE YESIST12 2026, Inovasi Tak Berhenti di Kertas
Special Track YESIST12 2026
Special Track dipimpin Ms. Indhumathi Gunasekaran sebagai Chair dan Mr. Mithresh Gunaseelan sebagai Co-Chair. Keduanya didukung tim panitia yang terdiri dari Sreenidhi M, Madhumitha S, Karthikeyan, Kishore B, dan Vivin Chandrra Paasam.
Chair Special Track, Ms. Indhumathi, mengatakan edisi 2026 mengajak peserta mengembangkan solusi berbasis riset yang dapat diperluas penerapannya sekaligus tetap memperhatikan keberlanjutan, inklusivitas, dan tanggung jawab etis.
“Merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab besar untuk memimpin YESIST12 Special Track edisi 2026. Dipandu oleh tema ‘Smart Ideas for a Sustainable Future’, edisi tahun ini mendorong para peserta untuk mengembangkan solusi berbasis riset dan dapat ditingkatkan skalanya yang menjawab tantangan dunia nyata, sembari mempromosikan keberlanjutan, inklusivitas, dan tanggung jawab etis,” ujar Indhumathi, Jumat (2/10).
Pada edisi tahun ini, para peserta mengeksplorasi empat area fokus, yaitu Intelligent Insights, Smart Mobility, Next-Gen Healthcare, dan Sustainable Living.
Empat bidang tersebut memperlihatkan bahwa persoalan yang dihadapi masyarakat tidak datang dalam satu bentuk. Ada kebutuhan untuk memahami data secara lebih cerdas, menciptakan mobilitas yang lebih responsif, menghadirkan layanan kesehatan berbasis teknologi, hingga mencari cara hidup yang lebih berkelanjutan.
Sejumlah proyek yang dipresentasikan peserta menggambarkan pendekatan tersebut. Di bidang kesehatan misalnya, terdapat CareTaker.ai dan Team Medisense yang mengembangkan platform analisis medis berbasis AI.
Sementara itu, Vital Sense Innovators membawa teknologi yang berkaitan dengan sistem mobilitas dan pemantauan kesehatan. Peserta lainnya mengembangkan solusi kehidupan berkelanjutan dengan memanfaatkan IoT dan robotika cerdas.
Keragaman proyek tersebut membuat teknologi dalam Special Track tidak berdiri sendiri. AI, IoT, maupun robotika menjadi alat untuk masuk ke persoalan yang lebih besar, yaitu bagaimana kehidupan manusia dapat dibuat lebih aman, mudah, inklusif, dan berkelanjutan.
Sebanyak 40 tim terpilih mengikuti sesi evaluasi Special Track melalui format online, hybrid, maupun offline. Mereka menjalani presentasi dan demonstrasi proyek di hadapan dewan juri internasional pada 2–3 Oktober 2026.
Setiap tim memperoleh waktu sembilan menit untuk memaparkan proyeknya secara menyeluruh. Waktu tersebut menjadi ruang bagi peserta untuk menjelaskan gagasan, menunjukkan cara kerja teknologi, sekaligus memperlihatkan bagaimana solusi yang mereka tawarkan berkaitan dengan persoalan yang hendak diselesaikan.
Menurut Indhumathi, proses tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan peserta. Mereka tidak hanya mendapatkan penilaian, tetapi juga kesempatan menerima mentorship, evaluasi terstruktur, serta masukan dari para pakar dan jejaring industri maupun akademisi.
Baca juga:42 Tim Adu Gagasan di IEEE YESIST12 2026, Bawa Inovasi Hijau
“Melalui pendampingan, evaluasi terstruktur, umpan balik dari para pakar, serta keterlibatan antara industri dan akademisi, para peserta tidak hanya memperkuat ide-ide mereka tetapi juga mendapatkan pembelajaran dan pertumbuhan yang bermakna. Lebih dari sekadar kompetisi, Special Track menjadi wadah untuk memupuk para pemecah masalah, pemimpin, dan pembawa perubahan,” tambahnya.
Pada akhirnya, sebuah teknologi tidak hanya diuji dari apakah ia bisa bekerja. Ia juga berhadapan dengan pertanyaan yang lebih sederhana sekaligus lebih penting, apakah manusia benar-benar membutuhkannya?
Di titik itulah perjalanan 40 tim Special Track menjadi menarik. Sebab ide yang baik mungkin dimulai dari teknologi, tetapi nilainya baru terasa ketika teknologi tersebut mampu memahami persoalan manusia yang ingin diselesaikannya.







