NusamandiriNews, Jakarta — Kabar membanggakan kembali datang dari Universitas Nusa Mandiri (UNM). Sebagai Kampus Digital Bisnis, UNM berhasil menorehkan prestasi nasional melalui keberhasilan tim dosen meraih Hibah Nasional 2026 lewat riset inovatif berbasis Artificial Intelligence (AI) untuk membantu penanganan stunting di Indonesia.
Penelitian bertajuk “NutriExplain” tersebut dipimpin oleh Siti Nurhasanah Nugraha, bersama tim peneliti yang terdiri dari Evita Fitri, Muji Ernawati, serta mahasiswa Program Studi Sistem Informasi, Tri Wahyu Lestari.
Baca juga:Jangan Asal Pilih Judul Tesis, UNM Akan Gelar Workshop Strategi Riset AI Biar Tembus Hibah
Dosen UNM Justru Lawan Pakai AI
Riset ini mengusung teknologi Explainable Machine Learning, yaitu pengembangan AI yang tidak hanya mampu memberikan hasil analisis, tetapi juga menjelaskan alasan di balik prediksi yang dihasilkan. Teknologi tersebut dirancang untuk membantu tenaga kesehatan mendeteksi risiko stunting pada balita secara lebih cepat, akurat, dan mudah dipahami.
Melalui sistem “NutriExplain”, tim peneliti mengembangkan model yang mampu mengklasifikasikan status gizi balita, mendeteksi risiko stunting sejak dini, serta memberikan penjelasan berbasis data yang dapat mendukung proses pengambilan keputusan tenaga medis.
Ketua Pengusul penelitian, Siti Nurhasanah Nugraha, mengatakan bahwa inovasi ini lahir dari kebutuhan akan teknologi kesehatan yang tidak hanya cerdas, tetapi juga transparan dan mudah dipahami oleh pengguna.
“Kami ingin menghadirkan teknologi AI yang tidak hanya memberikan prediksi, tetapi juga mampu menjelaskan faktor-faktor yang memengaruhi risiko stunting pada balita. Dengan begitu, tenaga kesehatan dapat lebih mudah memahami hasil analisis dan mengambil keputusan yang tepat,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pemanfaatan Explainable AI menjadi penting karena sektor kesehatan membutuhkan sistem yang tidak hanya akurat, tetapi juga dapat dipercaya dan dipahami oleh manusia.
“Melalui NutriExplain, kami berharap teknologi AI dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung upaya pencegahan stunting sejak dini di Indonesia,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Nusa Mandiri, Ir. Andi Saryoko, turut memberikan apresiasi atas capaian tim dosen yang berhasil meraih Hibah Nasional 2026 tersebut.
Menurutnya, keberhasilan ini menjadi bukti bahwa dosen Universitas Nusa Mandiri mampu menghadirkan riset yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan teknologi global.
“Riset berbasis Artificial Intelligence seperti NutriExplain menunjukkan bahwa inovasi teknologi dapat dimanfaatkan untuk menyelesaikan persoalan nyata di masyarakat, termasuk isu kesehatan seperti stunting. Kami sangat mengapresiasi capaian tim peneliti yang berhasil menghadirkan solusi berbasis AI yang aplikatif dan berdampak,” katanya dalam keterangan rilis, pada Jumat (22/5).
Ia juga menegaskan bahwa LPPM Universitas Nusa Mandiri akan terus mendukung pengembangan riset dosen yang berbasis inovasi digital dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat luas.
“Sebagai Kampus Digital Bisnis, Universitas Nusa Mandiri berkomitmen mendorong budaya riset dan inovasi yang mampu menjawab tantangan zaman. Kami berharap penelitian ini dapat terus dikembangkan dan diimplementasikan secara lebih luas,” tandasnya.
Keberhasilan meraih Hibah Nasional 2026 ini sekaligus menjadi bukti komitmen Universitas Nusa Mandiri dalam mendorong pengembangan riset dan inovasi teknologi yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Baca juga:Rektor UNM Raih Hibah Nasional 2026! Riset AI untuk Pertanian Siap Ubah Masa Depan Petani
Sebagai Kampus Digital Bisnis, Universitas Nusa Mandiri terus mendukung dosen dan mahasiswa untuk menghadirkan solusi berbasis teknologi digital, kecerdasan buatan, dan inovasi yang relevan dengan kebutuhan industri maupun tantangan sosial saat ini.
Capaian tersebut juga memperkuat posisi Universitas Nusa Mandiri sebagai perguruan tinggi yang aktif mengembangkan penelitian berbasis teknologi modern yang tidak hanya canggih secara sistem, tetapi juga memiliki nilai kemanfaatan bagi kehidupan masyarakat luas.










