NusamandiriNews, Jakarta – Hasil UTBK 2026 telah diumumkan, namun tidak semua peserta berhasil mendapatkan kursi di perguruan tinggi negeri yang diimpikan. Di tengah ketatnya persaingan masuk perguruan tinggi, banyak siswa yang mulai mempertanyakan langkah berikutnya.
Menjawab kondisi tersebut, Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis hadir membuka peluang bagi generasi muda untuk tetap melanjutkan pendidikan tinggi dan mempersiapkan karier masa depan.
Baca juga:Gagal UTBK 2026 Bukan Akhir! UNM Kampus Margonda Buka Beasiswa untuk Lulusan SMA/SMK
UNM Kampus Rawamangun Buka Jalan Baru
Sebagai perguruan tinggi yang berfokus pada pengembangan talenta digital, UNM Kampus Rawamangun menawarkan sistem pembelajaran modern, fleksibel, dan selaras dengan kebutuhan industri saat ini. Melalui berbagai program studi unggulan seperti Sistem Informasi, Informatika, Sains Data, Manajemen, dan Bisnis Digital, UNM berkomitmen mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi yang dibutuhkan dunia kerja.
Kepala Kampus UNM Kampus Rawamangun, Maruloh, menegaskan bahwa kegagalan dalam UTBK bukanlah akhir dari perjalanan pendidikan seseorang.
“Masih banyak jalan untuk meraih cita-cita. Yang terpenting adalah tetap memiliki semangat untuk berkembang dan memilih lingkungan pendidikan yang mampu memberikan kompetensi sesuai kebutuhan industri saat ini. Kesuksesan tidak ditentukan oleh satu hasil ujian, tetapi oleh kemampuan untuk terus belajar dan beradaptasi,” ujarnya dalam rilis yang diterima, pada Rabu (3/6).
Menurutnya, dunia kerja saat ini lebih menghargai individu yang memiliki keterampilan, pengalaman, dan kemampuan beradaptasi dibanding sekadar latar belakang pendidikan semata. Karena itu, UNM terus menghadirkan model pembelajaran yang mengintegrasikan teknologi, bisnis, dan praktik industri secara nyata.
Sebagai Kampus Digital Bisnis, Universitas Nusa Mandiri juga menghadirkan berbagai program pengembangan kompetensi mahasiswa yang dirancang untuk meningkatkan kesiapan kerja sejak dini. Salah satu program unggulannya adalah Internship Experience Program (IEP) 3+1, yang memungkinkan mahasiswa menjalani tiga tahun perkuliahan dan satu tahun magang profesional di perusahaan mitra.
Melalui program tersebut, mahasiswa berkesempatan memperoleh pengalaman kerja langsung di lebih dari 300 perusahaan nasional dan multinasional. Selain memperkaya pengalaman profesional, program ini juga membantu mahasiswa membangun jaringan industri, meningkatkan keterampilan kerja, serta memperbesar peluang karier bahkan sebelum menyelesaikan studi.
“Kami ingin mahasiswa memiliki pengalaman nyata sebelum lulus. Dengan keterlibatan langsung di dunia industri, mahasiswa akan lebih siap menghadapi tantangan kerja dan memiliki daya saing yang lebih kuat,” tambah Maruloh.
Tidak hanya fokus pada akademik, ungkapnya, UNM juga mendorong mahasiswa untuk aktif mengembangkan soft skills, kemampuan komunikasi, kepemimpinan, inovasi, serta pemanfaatan teknologi digital yang menjadi kebutuhan utama di era transformasi digital.
Baca juga:Gagal UTBK, Haruskah Mimpi Kuliah Berakhir? UNM Kampus Rawamangun Punya Jawabannya
“Dengan pendekatan pendidikan yang menggabungkan teknologi, bisnis, dan pengalaman industri, Universitas Nusa Mandiri optimistis dapat menjadi pilihan tepat bagi generasi muda yang ingin tetap melanjutkan pendidikan tinggi meski belum berhasil lolos UTBK,” katanya.
Bagi calon mahasiswa yang ingin memperoleh informasi mengenai pendaftaran maupun program beasiswa, Universitas Nusa Mandiri membuka kesempatan seluas-luasnya untuk bergabung dan berkembang bersama Kampus Digital Bisnis yang konsisten mendorong mahasiswanya untuk “Ubah Mimpi Jadi Prestasi.”










