NusamandiriNews, Jakarta–Komitmen mahasiswa Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis dalam mendorong transformasi digital sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kembali membuahkan prestasi nasional. Melalui inovasi teknologi berbasis platform digital, mahasiswa yang tergabung dalam Tim B-LINE sukses meraih pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2026 pada skema PKM-Kewirausahaan (PKM-K) yang diselenggarakan Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa).
Keberhasilan tersebut diraih melalui proposal inovatif berjudul “B-LINE: Pengembangan Platform On-Demand sebagai Transformasi Digital Bengkel UMKM untuk Memperluas Jangkauan Pasar dan Meningkatkan Daya Saing Secara Berkelanjutan.”
Baca juga:Sampah Dapur Bisa Jadi Cuan? Mahasiswa Bisnis Digital UNM Buktikan Lewat PKM Nasional
Mahasiswa UNM Justru Bikin Aplikasi Penyelamatnya!
Inovasi B-LINE hadir sebagai solusi digital yang menghubungkan pelanggan dengan mitra bengkel UMKM secara praktis dan real-time melalui platform on-demand. Aplikasi ini dirancang untuk membantu bengkel konvensional memperluas jangkauan pasar, meningkatkan kualitas layanan, serta memperkuat daya saing di tengah pesatnya perkembangan industri otomotif modern.
Tim B-LINE diketuai oleh Muhammad Rizky Agus dari Program Studi Bisnis Digital dengan anggota Raka Rajendra Wijaksana, Reyno Septiawan, dan Arfan Prayoga dari Prodi Bisnis Digital, serta Syafiq Muhammad Humami dari Program Studi Sistem Informasi.
Ketua Program Studi Bisnis Digital Universitas Nusa Mandiri, Lia Mazia, menyampaikan apresiasi atas keberhasilan mahasiswa dalam menghadirkan inovasi digital yang relevan dengan kebutuhan industri dan masyarakat.
“B-LINE menjadi contoh bagaimana mahasiswa mampu memanfaatkan teknologi digital untuk menjawab tantangan nyata di masyarakat, khususnya pada sektor UMKM. Ini membuktikan bahwa mahasiswa tidak hanya belajar teori bisnis dan teknologi, tetapi juga mampu menciptakan solusi yang aplikatif dan berdampak,” jelasnya dalam rilis yang diterima, pada Selasa (26/5).
Menurut Lia Mazia, Universitas Nusa Mandiri sebagai Kampus Digital Bisnis terus mendorong mahasiswa untuk memiliki semangat inovasi, kreativitas, dan jiwa technopreneur sejak dini.
“Kami ingin mahasiswa memiliki kemampuan membangun bisnis berbasis teknologi yang mampu bersaing di era digital sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan ekonomi masyarakat,” tambahnya.
Seluruh proses pengembangan ide, validasi model bisnis, hingga perencanaan sistem aplikasi B-LINE didampingi secara intensif oleh dosen pendamping, Johan Hendri Prasetyo.
Johan Hendri Prasetyo menjelaskan bahwa keberhasilan Tim B-LINE lahir dari kemampuan mahasiswa dalam memadukan aspek teknologi dan strategi bisnis secara seimbang.
“Mahasiswa mampu melihat permasalahan yang dihadapi UMKM bengkel konvensional dan mengubahnya menjadi peluang inovasi digital. Mereka tidak hanya fokus pada pengembangan aplikasi, tetapi juga memikirkan keberlanjutan model bisnis dan dampak ekonominya,” ungkapnya.
Ia berharap B-LINE dapat berkembang menjadi platform digital yang benar-benar digunakan oleh masyarakat dan membantu percepatan transformasi digital UMKM di Indonesia.
Baca juga:Mahasiswa UNM Sulap Limbah Kelapa Jadi Pengganti Styrofoam, Lolos Pendanaan PKM Nasional 2026
“Dengan dukungan pendanaan PKM-K ini, kami optimistis pengembangan B-LINE dapat berjalan lebih maksimal dan menjadi solusi digital yang memberikan manfaat nyata bagi pelaku UMKM bengkel,” katanya.
Lolosnya Tim B-LINE dalam pendanaan PKM Nasional menjadi bukti bahwa mahasiswa Universitas Nusa Mandiri memiliki kemampuan inovasi digital yang kompetitif serta mampu menciptakan solusi berbasis teknologi yang relevan dengan kebutuhan industri masa kini.
Melalui dukungan pendanaan dari Belmawa, pengembangan purwarupa aplikasi B-LINE ditargetkan dapat segera diimplementasikan sebagai bagian dari upaya percepatan transformasi digital sektor UMKM di Indonesia.










